UNTR Investasikan Dana Rp 13,22 Triliun - Akuisisi Tambang Emas di Sumut

NERACA

Jakarta –Kembangkan ekspansi bisnis komoditi, PT United Tractors Tbk (UNTR) menyampaikan rencana akuisisi tambang emas Martabe di Sumatera Utara (Sumut) dengan nilai US$917,9 juta atau sekitar Rp13,22 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, perseroan berencana mengakuisisi tambang emas Martabe dari Agincourt Resources Pte. Ltd. melalui PT Danusa Tambang. Sejumlah 60% saham Danusa dimiliki oleh UNTR, sedangkan 40% sisanya dipegang oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA). PAMA juga merupakan anak usaha UNTR. Perjanjiaan pengambilalihan yang ditandatangani pada Rabu (8/8) ini mencakup dua transaksi.

Pertama, pengambilan 95% saham Agincourt Resources Pte. Ltd milik PT Agincourt Resources senilai US$917,9 juta. Kedua, pemberian pinjaman dari UNTR dan PAMA kepada Agincourt sebesar US$325 juta. Dengan estimasi kurs US$1 dengan kurs Rp14.400, maka nilai US$917,9 juta sekitar Rp13,22 Triliun. Adapun, nilai pinjaman US$325 juta setara dengan Rp4,68 triliun. Perseroan mengungkapkan, nilai pengambilan saham perusahaan target masih dapat berubah karena penyesuaian posisi perusahaan keuangan pada tanggal penyelesaian transaksi.

Berdasarkan peraturan, transaksi yang dilakukan perseroan dnegan nilai 20% sampai dengan 50% dari ekuitas merupakan transaksi material yang memerlukan keterbukaan informasi, tetapi tidak perlu persetujuan pemegang saham. Ekuitas UNTR per 31 Maret 2018 adalah US$3,69 miliar atau setara dengan Rp50,85 triliun. Nilai dari transaksi akuisisi ialah 32,76% dari ekuitas perseroan.

Manajemen menjelaskan, perjanjian ini berakhir apabila terjadi dua hal. Pertama, sejumlah persyaratan tidak dapat dipenuhi dalam jangka waktu 4 bulan sejak tanggal perjanjian pengambilalihan dengan opsi perpanjangan 2 bulan. Kedua, pembeli, dalam hal ini Danusa, tidak membayar deposit dalam jumlah yang disepakati dalam jangka waktu 5 hari setelah penandatanganan perjanjian pembelian.

Adapun, 95% saham Agincourt mewakili 4,75 juta saham seri A seharga Rp2.423, dan 76 juta saham seri B seharga Rp8.500. Total nilai saham itu mencapai Rp657,61 miliar. Berdasarkan tim penilai independen, opsi nilai pasar wajar pengambilalihan perusahaan target per 31 Maret 2018 ialah US$965,77 juta. Adapun, obyek transaksi ialah pengambilalihan 4,75 juta saham seri A dan 76 juta saham seri B milik penjual senilai US$917,9 juta, serta pinjaman maksimal US$325 juta.

Sementara menurut penilai independen rencana transaksi adalah wajar. Kemudian untuk bunga pinjaman senilai US$325 juta memiliki dua opsi. Pertama, JIBOR + 2% jika pinjaman diberikan dalam mata uang rupiah. Kedua, LIBOR + 2% jika pinjaman diberikan dalam mata uang dolar AS. Jatuh tempo pinjaman ialah 60 bulan sejak tanggal pencairan.

BERITA TERKAIT

Wapres Ingatkan Berhati-hati Investasikan Dana Haji

    NERACA   Jakarta - Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla mengingatkan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) agar berhati-hati…

Butuh Dana Rp 8 Triliun - SMI Bakal Rilis Sekuritisasi Aset di 2019

NERACA Jakarta – Danai pembangunan infrastruktur, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) akan menerbitkan instrumen pendanaan berupa sekuritisasi aset pada paruh…

Dampak Suku Bunga Tinggi - Pefindo Taksir Nilai Obligasi Rp 138,1 Triliun

NERACA Jakarta - PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan total nilai penerbitan obligasi sepanjang tahun 2018 hanya Rp138,1 triliun. Nilai…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…