Jadwal Rights Issue MDKA Mundur Dari Target

Rencana PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melakukan penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue senilai Rp1,34 triliun mundur dari jadwal awal. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan menyebutkan tanggal efektif ialah pada 7 Agustus 2018 dan adapun periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD ialah pada 23—29 Agustus 2018. Sebelumnya dalam keterbukaan informasi pada 21 Juni 2018, manajemen MDKA menyebutkan tanggal efektif pada 19 Juli 2018. Adapun, periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD ialah pada 2—8 Agustus 2018.

Sebelumnya, MDKA sudah mendapatkan restu untuk melakukan aksi rights issue melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 Mei 2018. Pemegang saham MDKA, yakni PT Mitra Daya Mustika (MDM), PT Trimitra Karya Jaya (TKJ), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG), dan PT Srivijaya Kapital (SK) akan melaksanakaan haknya untuk membeli saham baru.

Pada aksi korporasi tersebut, perseroan akan melepas 594,93 juta lembar saham. Harga pelaksanaan ialah Rp2.250 per saham, sehingga perseroan berpotensi meraup dana Rp1,34 triliun.Tahun ini, emiten logam ini mematok produksi emas tahun ini sebesar 155.000-170.000 ounce.

Selain emas, perusahaan juga bakal meningkatkan kapasitas produksi bijih oksidasi (ore). Untuk itu, MDKA akan menggelontorkan belanja modal (capex) demi memperkuat kapasitas produksi sekitar US$ 90 juta. Nantinya, dana capex berasal dari kas internal dan hasil rights issue.

BERITA TERKAIT

Pemilihan Dirut BJB: Harus Bebas Dari Praktik Manipulatif

Pemilihan Dirut BJB: Harus Bebas Dari Praktik Manipulatif  NERACA Jakarta - Dua bulan menjelang RUPS tahunan Bank BJB, akan diputuskan…

Geliat Sekolah Pasar Modal - BEI Optimis Target 1 Juta SID Tercapai

NERACA Jakarta – Sejak hadirnya sekolah pasar modal untuk masyarakat, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan keberadaan sekolah pasar modal…

TARGET PRODUKSI PADI 2019

Petani bersiap menanam padi di kawasan persawahan masyarakat adat Keluru, Keliling Danau, Kerinci, Jambi, Senin (11/2/2019). Tahun 2019 Kementan mengalokasikan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Adira Finance Terkoreksi 28,81%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba bersih Rp1,815 triliun atau turun 28,81% dibanding periode…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

MNC Sekuritas Kantungi Mandat Tiga IPO

Keyakinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila tahun politik tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk go publik, dirasakan betul oleh PT…