Perkuat Ekspor, PPI Gandeng Diaspora Indonesia

NERACA

Jakarta - Dewan Bisnis Diaspora Indonesia (IDBC) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI Persero) guna memperkuat ekspor produk Indonesia ke luar negeri. Penandatanganan MoU antara Wakil Presiden IDBC Astrid Vasile dan Direktur Perdagangan Internasional PPI (Persero) A. Yaniarsyah Hasan berlangsung di Jakarta, Rabu (8/8). “Tujuan MoU dengan diaspora ini adalah untuk kita bersama-sama menyatukan kekuatan untuk meningkatkan ekspor Indonesia,” ujar A. Yaniarsyah.

Astrid menjelaskan bahwa diaspora memang mempunyai pengetahuan terkait dengan kebijakan setempat dan produk-produk apa saja yang sesuai dengan karakteristik pasar di luar negeri. “Diaspora tahu produk UKM yang cocok dipasarkan di sana (luar negeri) sehingga dapat membantu mengidentifikasi dan mempromosikan produk tersebut guna mempenetrasi pasar luar negeri,” jelas Astrid.

Ia menambahkan bahwa untuk saat ini pihaknya fokus dalam membantu pengusaha Indonesia memiliki pemahaman yang sama dari segi kualitas produk, memilih mitra bisnis, dan mengenali kebijakan dagang Australia agar bisa memasukan produknya ke negara tersebut. “Sementara fokus ke Australia dulu, tetapi ini tetap akan memberikan manfaat ekonomi yang besar terhadap Indonesia dan juga Australia,” pungkasnya.

Pengamat perdagangan Indonesia-Australia, Leny Maryouri percaya bahwa adanya MoU ini menjadi langkah awal dalam mempercepat proses ekspor dan impor. “Ini pintu masuk bagi PPI untuk bersinergi dengan diaspora dalam peningkatan laju perdagangan antar beberapa negara, terutama dalam hal ekspor produk Indonesia ke luar negeri dan juga beberapa produk impor,” ujar Leny.

Ketika ditanya produk ekspor-impor yang potensial antara Australia dan Indonesia, doktor jebolan Universitas Curtin, Australia, itu menjawab, “Dari Indonesia contohnya kopi dan rempah-rempah yang demand-nya semakin tinggi dan saat ini banyak Australia impor dari Laos dan Vietnam. Sementara dari Australia ke Indonesia seperti daging dan hasil peternakan,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT

Mengapa Ekspor dan Kenapa Risaukan Impor?

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Ekspor dan impor sama pentingnya dalam perekonomian sebuah bangsa. Kita dididik take…

Komoditas Rempah Sasar Peluang Pasar Ekspor Baru

NERACA Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyebutkan komoditas rempah menjadi peluang Indonesia untuk menyasar pasar ekspor baru yang bukan…

Pameran Industri TPT Siap Dongkrak Investasi di Indonesia

  NERACA   Jakarta - Peraga Expo kembali menggelar pameran industri TPT (Tekstil dan ProdukTekstil) terintegrasi bertaraf internasional terlengkap yakni…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Data Eksplorasi Migas Indonesia Masih Lemah

  NERACA   Jakarta - Anggota legislatif Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy menilai bahwa sistem data eksplorasi minyak dan…

Imperva Bangun Scrubbing Center di Jakarta

    NERACA   Jakarta - Imperva Inc, perusahaan cybersecurity mengumumkan hadirnya DDoS Scrubbing Center pertama di Indonesia. Menurut Wakil…

Pemda Diminta Lapor Penggunaan Dana DBHCT

  NERACA   Karawang - Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menegaskan bahwa pemerintah daerah harus melaporkan penggunaan dana…