Dahlan : Angka Kemiskinan Turun, Pegadaian Boleh IPO

Neraca

Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan kembali mengungkapkan alasan dibalik penundaan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) PT Pegadaian. Alasannya, soal tingginya angka kemiskinan dan khawatiran orientasi Pegadaian yang pada laba akan memberatkan masyarakat miskin.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, PT Pegadaian boleh IPO jika angka kemiskinan di Indonesia turun signifikan, “Kalau angka kemiskinan turun sampai persentase tertentu, maka Pegadaian bisa masuk bursa," katanya di Jakarta, Kamis (23/2).

Menurutnya, Pegadaian hadir guna membantu perekonomian masyarakat golongan menengah ke bawah. Masyarakat itu pun dapat menggunakan jasa Pegadaian untuk bertransaksi, salah satunya gadai menggadai.

Apabila Pegadaian melangsungkan IPO, maka dikhawatirkan fokusnya berubah menjadi komersial dan berorientasi pada laba."Jangan juga perusahaan-perusahaan yang bagus-bagus itu dijual. Biarlah itu tetap milik kita sendiri," tuturnya.

Namun, menyoal persentase angka kemiskinan tersebut, Dahlan mengaku tidak mengetahuinya. Malah, ia menyarankan sudah waktunya perusahaan Indonesia mengakuisisi perusahaan asing. Hal ini seiring dengan kekuatan yang sebenarnya dimiliki oleh perusahaan dalam negeri. “Sudah waktunya Indonesia untuk membeli perusahaan di luar negeri. Jangan hanya menjual saham-saham saja," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya alasan penundaan IPO Pegadaian didasarkan kekhawatiran akan jatuhnya perusahaan pembiayaan plat merah tersebut jatuh pada perusahaan yang hanya mencari untung semata, “IPO-nya ditunda dengan maksud supaya ada pemikiran matang, Pegadaian ini memerlukan dana. Jangan sampai jatuh pada perusahaan yang orientasinya laba,”paparnya.

Selain itu, alasan penundaan IPO Pegadaian juga dikarenakan ketakukan perseroan akan melupakan tujuan awalnya melayani rakyat miskin. Pasalnya, bisnis inti Pegadaian adalah melayani rakyat kecil dan bukan bukan mencari untung. Padahal sebelumnya, Dahlan pernah bilang PT Pegadaian akan mendampingi dua BUMN lain yang juga disiapkan IPO 2012, yaitu PT Semen Baturaja, dan PT Waskita Karya.

Status badan hukum Pegadaian pun sudah resmi diubah dari Perum menjadi PT berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 51 yang diterbitkan pada 13 Desember 2011, sebagai syarat untuk melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia. "Pegadaian adalah perusahaan yang sedang dalam kondisi yang sangat bagus sehingga dapat menggunakan skema pendanaan lain seperti obligasi atau revaluasi aset, jadi ada banyak jalan lain yang dapat ditempuh Pegadaian sebagai sumber pendanaan," kata Dahlan.

Hal senada juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Pegadaian adalah perusahaan yang sangat sehat, namun mengingat fungsi pegadaian yang menolong rakyat kecil, IPO-nya pun diputuskan untuk ditunda. “Pegadaian sangat sehat, tapi ada pertimbangan lain yang diambil pemerintah karena konsumen Pegadaian adalah masyarakat kecil, Pegadaian juga masih memiliki aset yang cukup sehingga dapat mencari cara lain untuk pengadaan dananya," kata Hatta. (bani)

BERITA TERKAIT

Puskepi: Harga Tiket Pesawat Turun Apabila Avtur Disubsidi

NERACA Jakarta – Direktur Puskepi, Sofyano Zakaria menyatakan, harga tiket pesawat baru akan turun apabila harga avtur disubsidi oleh pemerintah.…

Sektor Pangan - Kasus Beras Turun Mutu Akibat Tata Kelola Distribusi Tak Optimal

NERACA Jakarta – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menilai kasus 6.000 ton beras busuk di…

BPD Bank Kalsel Rencanakan IPO di 2020

Bila tidak ada aral melintang, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel rencanakan melakukan penawaran umum saham perdana…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pemda Kalsel Tertarik Untuk Obligasi Daerah

NERACA Banjarmasin -Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Rudy Resnawan menyatakan tertarik dengan potensi pengembangan obligasi daerah sebagai sumber pendanaan untuk…

URBN Bidik Rp 650,3 Miliar Private Placement

Danai pengembangan bisnisnya, PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) berencana menerbitkan 320,366 juta lembar saham baru atau 10% dari modal…

Aksi Ambil Untung Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta  -Mengakhiri perdagangan Selasa (19/2) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tipis dipicu…