Newmont Klaim Setor Rp 7,4 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) mengklaim telah memberikan kontribusinya sekitar Rp 7,405 triliun kepada pemerintah Indonesia selama 2011. Bahkan setoran pajak, non pajak, dan royalti dinilai sesuai ketentuan kontrak karya. "Newmont selalu melaksanakan kewajiban keuangan kepada pemerintah tepat waktu dan memenuhi semua ketentuan perpajakan. Sejak 2003 Newmont selalu mendapatkan predikat wajib pajak patuh dari pemerintah,” kata Presiden Direktur Newmont Martiono Hadianto di Jakarta,23/2

Menurut Martiono, pembayaran terbesar Newmont adalah Pajak Penghasilan Badan Rp 6,179 triliun, disusul Pajak Penghasilan lainnya sebesar Rp 270,9 miliar, Pajak atas Dividen sebesar Rp 217,5 miliar, dan Pajak Penghasilan Karyawan sebesar Rp 224,2 miliar. Sementara pembayaran royalti produksi di 2011 mencapai Rp 168,4 miliar. Menurut Martiono, nilai pembayaran pajak di 2011 lebih besar dari 2010 dengan nilai sebesar Rp 5,967 triliun.

Peningkatan setoran pajak ini disebabkan adanya pembayaran PPh Badan Tahun Pajak 2010 yang dibayarkan di 2011 pada saat penyampaian SPT. Sejak 1999 hingga 2011, Newmont telah menyetor pajak, non pajak royalti, pembelian barang dan jasa dari lokal maupun nasional, serta program pengembangan masyarakat sebesar Rp 60,677 triliun kepada pemerintah Indonesia.

Selain memberikan manfaat keuangan langsung kepada pemerintah, Martiono mengatakan keberadaan Newmont juga memberikan manfaat ekonomi lainnya melalui pembayaran gaji kepada lebih dari 4.000 karyawan Newmont dan 3.000 karyawan kontraktor, pembelian barang dan jasa dari lokal maupun nasional, serta program-program pengembangan masyarakat.

Sebelumnya, Menteri ESDM Jero Wacik mengakui dua perusahaan tambang besar di Indonesia, PT Freeport Indonesia(PTFI) dan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), bersedia melakukan renegosiasi kontrak karya pertambangan. "Saya kerja di awal dan mereka bilang yes. Saya mau renegosiasi, termasuk Freeport dan Newmont yang sebelumnya tidak bersedia," ujarnya

Adapun tujuan renegosiasi tersebut mencapai keadilan bagi investor ataupun pemerintah. Sehingga dia meminta semua pihak sabar menunggu hasil renegosiasi, karena hal ini memerlukan waktu yang panjang.

Menurut Wacik, pemerintah telah bekerja serius dalam renegosiasi kontrak karya pertambangan, salah satunya adalah membuat tim renegosiasi kontrak yang dilindungi Keppres Nomor 3 Tahun 2012 tentang Tim Evaluasi untuk Penyesuaian Kontrak Karya dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu bara (PKP2B).

Lebih jauh Wacik menjelaskan, kebanyakan kontrak tambang memiliki rentang waktu 20-30 tahun dan dalam perkembangan zaman terdapat beberapa hal yang harus disesuaikan dengan situasi sekarang. Untuk itu pemerintah akan duduk bersama dengan investor pertambangan untuk membicarakan hal-hal tersebut. "Dalam renegosiasi tersebut, akan ada tim evaluasi yang diketuai oleh Menteri perekonomian Hatta Rajasa, dan ketua hariannya saya sendiri," tandasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Tunas Baru Lampung Rilis Obligasi Rp 1 Triliun

Lunasi utang, PT Tunas Baru Lampung (TBLA) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I Tunas Baru Lampung tahap I tahun 2018 dengan…

DMAS Targetkan Penjualan Rp 1,25 Triliun

Emiten pengembang kawasan industri, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mematok target marketing sales tahun ini sebesar Rp 1,25 triliun. Direktur…

Tower Bersama Bangun 1000 Menara di Luar Jawa - Siapkan Capex Rp 1 Triliun

NERACA Jakarta –Kejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi, PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk (TBIG) tahun ini menargetkan dapat membangun sekitar…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

PII Jamin Proyek SPAM Di Bandar Lampung - Butuh Rp250 triliun untuk Sarana Air Minum

      NERACA   Lampung – PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) / PT PII melaksanakan penandatanganan penjaminan proyek yang…

PHE Serahkan Pengelolaan Sukowati ke Pertamina EP

    NERACA   Jakarta – PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu minyak…

Skema KPBU Perlu Dukungan Kepala Daerah

      NERACA   Lampung - Pemerintah tengah fokus dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Namun yang jadi…