Rupiah Bertengger di Rp9.000-an

NERACA

Jakarta--- Apresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tampaknya mengalami stagnasi dan bertahan pada kisaran Rp9.000 per dolar. Alasanya, investor masih menunggu saat yang tepat untuk kembali melakukan investasi di pasaran. Informasi dari yahoofinance, rupiah bertengger pada Rp9.051 per dolar dengan rata-rata perdagangan Rp9.062-Rp9.102. Sementara menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah diperdagangkan pada Rp9.070 per dolar dengan range Rp9.025-Rp9.115 per dolar.

Menurut, analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih, sentimen pasar global kembali negatif karena data dari Jerman memburuk di luar perkiraan. "Pasar di Asia pun terkoreksi pada hari ini. Untuk rupiah juga masih melemah dikisaran antara Rp9.060-Rp9.080 per USD," ujarnya

Sementara itu, analis valuta asing David Summual menambahkan, rupiah masih nyaman di level Rp9.050 per USD. Meski begitu, David, mengatakan BI tetap melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas rupiah. "Kalau saya lihat, misal ke Rp8.900 per dolar itu cuma bertahan sebentar," paparnya

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memang masih terus merujuk pada pergerakan dan kondisi eksternal, seperti kondisi Yunani. Seperti diketahui, Yunani baru saja memperoleh dana talangan untuk kedua kalinya 130 miliar euro. Dana tersebut guna menghindari Yunani dari gagal bayar pada Maret mendatang. "Namun dengan kondisi persetujuan dana bailout tersebut, investor masih ragu-ragu. Mereka khawatir hal ini hanya berlangsung dalam jangka pendek," ujarnya

Selain itu, pada April 2012 merupakan bulan pemilihan umum (pemilu) di Yunani. Dikahawatirkan, dengam pergantian kepemimpinan yang baru, kebijakan yang ada saat ikut berubah

Mengutip reuters, pada penutupan perdagangan kemarin rupiah diperdagangkan di Rp9.055 per dolar dengan kisaran perdagangan harian Rp9.040-Rp9.060 per dolar. Sementara menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah diperdagangkan di Rp9.059 per dolar dengan range perdagangan Rp9.014-Rp9.104 per dolar. **cahyo

BERITA TERKAIT

Ekspor Mobil CBU Ditargetkan Sebesar 400.000 Unit

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor mobil CBU mencapai 400.000 unit pada tahun ini, atau naik 51,2% secara tahunan.…

Pemerintah Diminta Jelaskan Capaian Program 35.000 MW

    NERACA Jakarta – Pemerintah dibawah kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (JK) mempunyai program 35.000 megawatt yang mana…

Penguatan Rupiah

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Penguatan nilai tukar rupiah di akhir Januari 2019…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Fintech Ilegal Berasal dari China, Rusia dan Korsel

  NERACA   Jakarta - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan fakta bahwa mayoritas perusahaan layanan finansial berbasis…

Laba BNI Syariah Tumbuh 35,67%

    NERACA   Jakarta - PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp416,08 miliar, naik 35,67 persen dibandingkan…

Pemerintah Terbitkan Sukuk US$ 2 miliar

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk wakalah global senilai dua…