Investor Domestik di Pasar Modal Masih Minim 0,2% - Tertinggal Jauh Singapura dan Malaysia

Neraca

Jakarta – Prestasi Indonesia yang naik peringkat oleh lembaga rating internasional Moody’s dan Fitch Rating untuk kategori negara yang seksi untuk investasi, ternyata belum memberikan sentimen positif pada tingkat partisipasi masyarakat dalam pasar modal. Pasalnya, hingga saat ini jumlah investor dalam negeri masih minim.

Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Nurhaida mengakui, minat masyarakat berinvestasi di pasar modal masih rendah dan hanya 0,2% persentase investor domestic yang mau berinvestasi, “Minat investor terbilang minim, meskipun rating utang Indonesia terus membaik sejak dua tahun lalu,”katanya dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (23/2).

Menurutnya, partispipasi pemodal dalam negeri masih kalah dengan Singapura yang mencapai 30% dari total penduduk."Investor domestik minim. Pemodal terhadap penduduk 0,2%. Masih sangat kecil dibandingkan dengan Singapore perbandingannya 30% dan Malaysia 12,8%," ungkapnya

Meski demikian Bapepam-LK tidak memiliki target ideal berapa jumlah investor. Sangat tergantung dari masing-masing negara, belum lagi banyak faktornya dan idealnya jumlah investasi sangat bergantung pada perkembangan suatu negara. Hal ini sangat disayangkan karena potensi pertumbuhan pasar saham akan terjadi dalam beberapa tahun. Ini terlihat terjadi peningkatkan nilai emisi (year on year) 12,74% menjadi Rp 823,94 triliun per 17 Februari 2012.

Tren Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun terus meningkat, meski dalam kurun dua minggu terakhir terjadi fluktuasi akibat risiko penyelamatan utang Yunani. IHSG per 22 Februari lalu berada di level 3.995,02, meningkat 4,52% dibanginkan posisi Desember 2011 lalu.

Asal tahu saja, PT Bursa Efek Indonesia menargetkan jumlah investor pasar modal mencapai 2,3 juta nasabah pada akhir 2012. Jika target tersebut tercapai, maka nilai kapitalisasi akan meningkat signifikan dan Indonesia akan menjadi pemain utama di kawasan. Maka untuk mencapai target tersebut, pihak BEI mengklaim secara konsisten telah melakukan upaya untuk menambah jumlah investor.

Upaya tersebut bisa dilihat dengan terus meningkatnya jumlah investor dari tahun ke tahun. Hingga 2011 sendiri, jumlah total sub rekening di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sudah mencapai 360.000. Jumlah itu meningkat sejak adanya penghapusan rekening yang tidak aktif sekitar 200.000 di tahun 2009.

Direktur Pengembangan BEI, Frederica Widyasari Dewi pernah bilang, meski data di KSEI jumlah investor yang memiliki rekening masih sedikit, namun jika dilihat secara keseluruhan investor di pasar modal, jumlahnya cukup tinggi.

Untuk lihat jumlah investor pasar modal secara keseluruhan di seluruh instrumen investasi seperti reksa dana, Surat Utang Negara (SUN), Sukuk, Frederica menambahkan, jumlahnya mungkin sudah mencapai 1 jutaan.“Jadi, jumlah tersebut sudah cukup besar, karena yang menjadi sasaran adalah masyarakat middle class ke atas, jadi jangan dibandingkan dengan Singapura, dan Malaysia yang masyarakatnya sudah cukup makmur,” ujarnya.

Sementara upaya untuk mendorong dengan menggandeng pendidikan formal, Frederica menuturkan, hal itu bisa dilihat dengan banyak bermunculannya Pojok Bursa di Universitas-universitas di Indonesia.

Saat ini dari BEI sudah ada upaya melalui sisi pendidikan dengan adanya 70 pojok bursa di 70 universitas di Indonesia yang ditujukan bagi mahasiswa sebagai investasi jangka panjang sebagai Sumber Daya Manusia (SDM) di pasar modal. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Targetkan 2000 Investor di Papua Barat

NERACA Monokwari - Penetrasi pasar modal lebih luas lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan peningkatan 2.000 investor dari Provinsi…

Kepercayaan Investor Bawa IHSG Capai Rekor Baru

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan (19/2) kemarin, indeks harga saham gabungan…

Modal Pemerintah di Koperasi, Mungkinkah?

Oleh : Agus Yuliawan  Pemerhati Ekonomi Syariah Koperasi yang merupakan soko guru perekonomian nasional—sebenarnya mampu memberikan kontribusi yang besar terhadap…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Minat Asuransi Meningkat - Zurich Buka Agen di Yogyakarta dan Jateng

NERACA Yogyakarta -Perluas penetrasi pasar asuransi di dalam negeri, perusahaan asuransi jiwa terkemuka di Indonesia Zurich membuka kantor keagenan keduanya…

Nusantara Infrastructure Bagikan Dividen

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan kinerja keuangan yang positif, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) berencana untuk memberikan deviden kepada para…

Metrodata Tuntaskan Merger Anak Usaha

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) merampung merger dua entitas bisnis anak usahanya yakni PT Logicalis Metrodata Indonesia (LMI) dengan PT…