Perbanas Harap Bankir Jadi Ketua OJK

NERACA

Jakarta---Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) berharap kalangan perbankan bisa lolos dan memimpin Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK-OJK). Alasanya, saat ini ada tiga nama yang direkomendasikan Perbanas dan sudah lolos seleksi administratif (Tahap I). “Saya mengharapkan agar DK-OJK nanti, dua orang di antaranya berasal dari perbankan,” kata Ketua Umum Perbanas, Sigit Pramono di Jakarta,23/2

Lebih jauh kata Sigit, khusus untuk Ketua DK-OJK diharapkan memiliki latar belakang dan keahlian di bidang perbankan. Pasalnya, lanjut dia, sektor jasa keuangan masih mendominasi pangsa pasar, jika dilihat dari sisi kepemilikan aset yang mencapai 78 persen. "Kami berharap ada dua orang wakil dari perbankan," jelasnya

Adapun tiga nama yang direkomendasikan Perbanas untuk sebagai calon anggota DK-OJK adalah Umar Djuoro (Komisaris PT Bank Internasional Indonesia Tbk), Riswinandi (Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk), dan Peter Benyamin Stok (Komisaris Utama PT Bank BNI Tbk).

Menurut Sigit, OJK lahir dalam situasi yang penuh tantangan, baik secara internal maupun eksternal. "Dengan demikian, OJK harus dipimpin oleh orang-orang yang tangguh dan memahami sektor jasa keuangan," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua umum Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo), Joko Suyanto, menyayangkan dengan berdirinya OJK akan membuat BPR akan dipungut iuran setiap tahunnya. Mengingat perihal iuran yang dikenakan kepada lembaga keuangan diamanatkan dalam undang-undang OJK. “Kalau pungutan, secara undang-undang itu memang sesuai dan diamanatkan dengan UU. Semestinya pungutan jangan ke industri,” pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Ketua MPR RI - Penerapan Pancasila Perkuat HAM

Zulkifli Hasan  Ketua MPR RI Penerapan Pancasila Perkuat HAM Jakarta - Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengatakan penerapan nilai-nilai Pancasila…

Ketua KPK: Pemberantasan Korupsi di Jalur Benar

Ketua KPK: Pemberantasan Korupsi di Jalur Benar NERACA Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengklaim pemberantasan korupsi…

OJK: Investasi Bitcoin Ilegal di Indonesia - RISIKO MATA UANG DIGITAL JANGAN DIANGGAP RINGAN

Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa investasi mata uang digital seperti bitcoin, altcoin, belum berizin secara resmi di Indonesia. OJK…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Soal E-Money, Bank Mandiri Kerjasama dengan 12 Bank

      NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) telah menjalin kesepakatan strategis dalam bidang…

Perbankan Diminta Realisasikan Targat Satu Juta Rumah

  NERACA   Jakarta - Sejak digulirkannya program satu juta rumah oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), target…

ADB Dukung Bisnis Inklusif Di Indonesia

  NERACA   Jakarta - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) mendukung bisnis inklusif di Indonesia melalui investasi untuk sektor…