BNI Syariah Bahagiakan Korban Gempa Lombok

Musibah gempa di Lombok menjadi derita negeri ini. Maka dalam rangka meringankan derita korban, BNI Syariah bersama Yayasan Hasanah Titik (YHT) menyalurkan bantuan kepada warga yang terkena dampak bencana gempa di desa Obel Obel, Kecamatan Sambelia. Lombok Timur. Nusa Tenggara Barat (NTB). Lokasi ini merupakan tempat pengungsian warga pasca gempa dimana akibat gempa sebanyak 7 Kecamatan terkena dampak (Bayan, Kayangan, Gangga, Tanjung, Pemenang, Sambelia dan Sembalun).

Diperkirakan sebanyak 15 orang meninggal dunia, 197 orang luka berat dan ringan, 1.128 rumah dalam kodisi rusak dan 13 fasilitas umum (masjid/musholla, pura dan sekolah) dalam kondisi rusak (data Pemda NTB). Pada kesempatan ini SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi didampingi Pemimpin Divisi Jaringan dan Layanan BNI Syariah, Adjat Djatnika, Pemimpin Wilayah Timur BNI Syariah, Imam Hidayat bersama Pemimpin Cabang BNI Syariah Mataram, Mansyur dan Pemimpin Cabang BNI Syariah Cakranegara, Mataram, Agus Nugroho hadir dan menyerahkan langsung bantuan kepada Camat Sambelia, Drs. Zaitul Akmal M.M berupa makanan siap makan seperti roti, biscuit, telur, air mineral, serta obat-obatan, selimut, dan matras tidur dengan total bantuan sebesar Rp 50 juta.

​Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, BNI Syariah bersama YHT juga melakukan program Tebar Hasanah Untuk Sesama bagi warga yang terkena dampak di lokasi bencana dengan rangkaian program pertama, emergency action untuk memenuhi kebutuhan dasar yang mendesak berupa bantuan sembako, selimut, pakaian serta trauma healing bagi anak-anak korban gempa agar dapat termotivasi kembali secara mental dan spiritual pasca gempa. Untuk korban gempa di Lombok Timur bekerjasama dengan mahasiswa/i Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kedua recovery health berupa bantuan kesehatan (health care) dan renovasi rumah yang terkena dampak bencana (houses renovations). Salah satu kegiatan sosial ini merupakan komitmen BNI Syariah untuk menyebarkan kebaikan dan kemanfaatan bagi sesama. Hal ini tentu tak lepas dari dukungan masyarakat yang senantiasa mendukung eksistensi BNI Syariah baik dalam keuangan syariah maupun kegiatan sosial kemanusiaan. Sampai Juni 2018 total penyaluran zakat perusahaan BNI Syariah sebesar Rp 3,3 Milyar dimana bantuan kemanusiaan sebesar Rp 569, 2 juta.”Alhamdulillah, kami bersyukur masih ada yang peduli kepada warga kami yang terkena dampak kehilangan keluarga, rumah tinggal serta dampak-dampak lainnya. Kami atas nama warga Sambelia mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian BNI Syariah beserta pihak-pihak yang mendukung dari nasabah dan masyarakat yang telah membantu kami.”kata Camat Sambelia, Drs. Zaitul Akmal M.M.

Dalam kesempatan yang sama, SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi menyampaikan, pihaknya turut prihatin atas cobaan yang menimpa warga Lombok, dan berharap dapat membantu meringankan beban serta memberikan kebahagiaan melalui bantuan baik fisik maupun non fisik. “Kami berharap semakin banyak kegiatan yang dapat melibatkan nasabah dan masyarakat, sehingga BNI Syariah dapat terus menyebarkan nilai - nilai kebaikan, baik dari sisi perbankan syariah maupun kegiatan sosial masyarakat.”ujarnya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, sebanyak 346 kali gempa susulan terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Selasa (31/7) pukul 10.00 WIB.”Gempa susulan terjadi dalam kisaran kedalaman dangkal yaitu 5 sampai 10 kilometer,"ungkapnya.

Sebelumnya tercatat terjadi 276 kali gempa susulan hingga Senin (30/7) pukul 08.00 WIB. Gempa berkekuatan 6,4 SR dengan intensitas yang dirasakan lebih besar dari VI MMI terjadi pada Minggu (29/7/2018) pukul 05:47:39 WIB. Adapun kedalaman gempa 10 kilometer. Gempa bumi terjadi akibat aktivitas Sesar Naik Flores dan dipicu deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik. Dari informasi yang dihimpun BNPB, hingga saat ini total korban meninggal berjumlah 17 orang. Jumlah ini termasuk korban yang meninggal di Gunung Rinjani, Lombok.”Jumlah orang luka luka 401 jiwa, pengungsi sampai saat ini 10.062 jiwa yang tersebar di 13 titik pengungsian," kata Sutopo.

Sementara 5.448 rumah rusak, 15 unit fasilitas pendidikan, 5 unit fasilitas kesehatan, 55 unit fasilitas peribadatan, 37 unit kios dan satu jembatan rusak.

BERITA TERKAIT

AXA Mandiri Bayarkan Klaim Korban Lion Air

    NERACA   Jakarta - PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) membayarkan klaim kepada pemegang polis atau ahli…

BI dan Pemerintah Canangkan Syariah jadi Arus Baru Ekonomi

    NERACA   Surabaya - Bank Indonesia (BI), pemerintah dan instansi terkait mencanangkan syariah untuk menjadi arus baru ekonomi…

Mandiri Syariah Tawarkan Solusi Hedging Syariah

  NERACA   Surabaya - Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menyediakan solusi mitigasi risiko fluktuasi mata uang melalui produk hedging…

BERITA LAINNYA DI CSR

Kolaborasi Kitabisa.com dan Baznas - Gojek Gotong Royong “Bangun” Palu dan Donggala

Peduli atas nama kemanusiaan untuk korban gempa dan tsunami Palu dan Donggala, Gojek bersama mitra driver dan konsumennya ikut ambil…

Peduli Dunia Pendidikan - PetroChina Salurkan Beasiswa Pelajar Berprestasi

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada dunia pendidikan, SKK Migas-PetroChina Internasional Jabung Ltd menyalurkan…

Bersama Rumah Zakat - Pertamina Tanam 10 Ribu Pohon Magrove di Aceh Besar

PT Pertamina (Persero) MOR I Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar, bersama Rumah Zakat Aceh menanam…