Rest Area Tempat Potensial Untuk Usaha Kuliner

Pelaku usaha gerai makanan dan minuman lokal saat ini mulai melirik potensi tempat peristirahatan (rest area). PT Pendekar Bodoh, misalnya, pemilik gerai D'Cost melihat adanya peluang ekspansi ke wilayah tersebut. Apalagi sebelumnya perusahaan sudah melakukan ekspansi ke bandara dengan gerai yang lebih kompak, jadi bukan tidak mungkin menjajal area baru akan dilakukan oleh perusahaan guna mengejar pertumbuhan.

David Vincent Marsudi, CEO Pendekar Bodoh, mengatakan, ketertarikannya menggarap rest area, apalagi menurutnya saat ini pertumbuhan gerai makanan- minuman masih akan bagus.

Hal ini juga dipicu dengan adanya permintaan dan persaingan yang ketat sehingga perlu adanya straategi masing-masing, salah satunya adalah pengembangan gerai. "Pasti tertarik di rest area (tempat istirahat), asal kami dikasih kesempatan masuk, kami akan masuk. Permasalahannya kami dapat kesempatan atau tidak?" kata David.

David mengatakan, saat ini dari 85 gerai miliknya belum ada satu pun gerai yang berdiri di rest area.

Oleh karena itu bila ada kesempatan dirinya akan masuk ke rest area. Maklum saja, saat ini sebanyak 54 gerai perusahaan terletak di Jabodetabek. "Saat ini belum ada (gerai di rest area), rencana akan ke sana begitu dapat kesempatan dan lokasinya kami anggap bagus, kami akan masuk," katanya.

Holycow Group menyatakan pihaknya sudah lama tertarik dengan lokasi gerai di rest area, namun saat ini belum ada yang terealisasi.

Pasalnya, perusahaan belum menemukan lokasi yang pas dengan tingkat keramaian yang baik, kriteria rest area yang dibidik perusahaan harus memiliki tingkat keramaian yang baik tidak hanya pada saat libur atau pada saat mudik saja.

Asal tahu saja, untuk membuka gerai baru pihaknya membutuhkan luasan gerai 100-120 meter persegi.

Belum lagi ditambah kebutuhan akan lahan parkir kendaraan. Oleh karena itu, rest area juga masuk dalam pipeline ekspansi ke depannya, namun hingga saat ini perusahaan belum memiliki gerai di rest area.

Diisi UMKM

Pada kesempatan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rest area atau tempat istirahat yang terdapat di sepanjang jalan tol harus bisa dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan usaha masyarakat.

Pesiden menekankan, jangan sampai rest area yang menjadi salah satu pusat perekonomian justru diisi oleh merek-merek asing. Tapi harus diisi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)“Saya minta di setiap rest area jualannya bukan McD, bukan Kentucky, bukan Starbucks, harus mulai diganti sate, soto, tahu guling, gudeg,” kata Presiden.

Ia mengaku, telah memerintahkan kepada Menteri BUMN Rini M Soemarno dan Menteri Pekerjaan Umin dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono agar berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mengakomodasi masyarakat yang memiliki usaha mikro, kecil dan menengah agar dapat berjualan di rest area.

Tak hanya makanan dan minuman, sejumlah hasil kerajinan tangan serta batik diharapkan juga dapat dijual di sana. “Kalau minum ya jangan Starbucks, wedang ronde bisa di rest area. Bukan Starbucks dan lain-lain. Ini harus kita mulai. Jangan sampai ada suara-suara, ‘Pak telur asin omsetnya anjlok’,” ujarnya.

Nanti kalau sudah ada di rest area kan beda lagi, segera dicarikan tanah, saya enggak tahu kerja samanya dengan BUMN seperti apa, tapi buat saya jangan sampai merasa ada yang ditinggal dengan pembangunan ini,” tuntas Jokowi.

Sementara itu, Ahmad Erani Yustika, pengamat ekonomi, yang kini menjadi Staf Khusus Presiden menuturkan Adanya keinginan Presiden menjadikan rest area diisi oleh UMKM lokal merupakan berita sumringah bagi pelaku usaha kecil. Presiden, tanpa ada yang menduga, menggetarkan hati kala menyampaikan bahwa "rest area" jalan tol wajib diisi oleh pelaku UMKM lokal.

Dimana rest area tidak lagi diisi merek luar negeri. Dorong usaha rakyat memenuhi lokus perdagangan di zona istirahat tersebut. Ucapan itu dikemukakan pada momen yang tepat, yakni peresmian jalan tol. Bayangkan, bila ratusan bahkan ribuan kilometer jalan tol itu diisi oleh pelaku UMKM untuk kawasan peristirahatannya, maka rongga pelaku kecil itu bakal terbuka lebar. Pasar tak lagi menyalak, tapi memihak.

BERITA TERKAIT

Perluas Kontribusi Untuk Pemuda Indonesia - Peringati Satu Dekade ISYF

NERACA Jakarta - Salah satu syarat terpenting dalam membangun bangsa yang besar adalah mengembangkan dan memberdayakan kalangan pemuda dan generasi…

Makanan dan Minuman Ini, Baik Untuk Kesehatan Jantung

Menjaga kesehatan jantung merupakan salah satu kunci hidup sehat dan memperpanjang harapan hidup. Pasalnya, penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian…

Banyak Mitos Salah Kaprah Untuk Menghindari Pilek

Mungkin penyakit itu cuma sekadar pilek. Tapi, penyakit sepele itu cukup mengganggu aktivitas, apalagi jika hidung tersumbat. Ujung-ujungnya, orang jadi…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Masih Booming, Sruput Untung Usaha Thai Tea

Demam minuman teh ala Thailand alias thai tea ternyata masih berlanjut. Pasar minuman asal negeri Gajah Putih tersebut ternyata masih…

Cara Pintar dalam Berbisnis

  Setiap orang telah mendengar peringatan "bekerja lebih cerdas, tidak lebih keras," dan itu sebenarnya nasihat bijak. Etika kerja yang…

Rest Area Tempat Potensial Untuk Usaha Kuliner

Pelaku usaha gerai makanan dan minuman lokal saat ini mulai melirik potensi tempat peristirahatan (rest area). PT Pendekar Bodoh, misalnya,…