Bunga Kredit UKM Masih Tinggi

NERACA

Jakarta –Pemerintah mengaku sangat prihatin atas suku bunga kredit untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) yang masih relatif masih tinggi. Namun pemerintah tak mampu berbuat banyak atas tingginya suku bunga UKM. “Yang diprihatinkan itu adalah suku bunga UKM yang relatif tinggi. Kalau suku bunga korporasi sudah rendah sekali. Kami bukan yang memiliki wewenang untuk menurunkan suku bunga," kata Menteri BUMN, Dahlan Iskan, di Jakarta,Kamis (23/2)

Lebih lanjut Dahlan menuturkan, pihaknya telah menghubungi Gubenur Bank Indonesia (BI) untuk membicarakan suku bunga UKM yang masih relatif tinggi tersebut. "Gubernur BI berjanji membicarakan ini,nanti setelah pak Darmin pulang dari Meksiko baru kita bicarakan ini," ujarnya

Menurut Darmin, kemungkinan perlu ada instrumen dan insentif lain agar bank bisa menurunkan suku bunga kepada UKM. “Intinya, perlu ada cara lain menurunkan suku bunga,”paparnya

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Radjasa berharap industri perbankan dapat segera menurunkan suku bunga kredit. Pasalnya angka inflasi sampai saat ini masih terbilang rendah, dan juga sektor riil menuntut bunga kredit rendah dari perbankan guna meningkatkan daya saing nantinya. "Inflasi saat ini memang rendah, sudah saatnya perbankan menurunkan lending ratenya. Hal tersebut merupakan tuntutan dari sektor riil," ujarnya

Menurut Hatta, jika bunga kredit perbankan dapat turun, maka dapat diyakini situasi saat ini akan mampu menciptakan daya saing yang berkualitas di kawasan Asia. "Saya melihat daya saing sudah bagus, tapi intinya adalah bagaimana antara deposito dan lending rate, gapnya tidak terlalu jauh lah," tegasnya.

Hatta menambahkan jika Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sudah menurunkan suku bunganya, maka perbankan harus dapat menurunkan bunga kreditnya. "Jadi kami berharap bisa seperti itu. Tetapi kami tidak dapat mengintervensi perbankan. Jadi nantinya perbankan bisa melihat dari sisi yang lebih hati-hati dan prudent.

Bahkan Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad sempat mengungkapkan BI sampai saat ini belum menuntaskan pemberian peringkat (rating) kredit perbankan untuk sektor usaha kecil dan menengah. Alasannya, rencana tersebut masih dalam tahap pengkajian. Pemberian rating tersebut diharapkan bisa meningkatkan akses UKM ke perbankan. "Ini terus kita kaji. Kita ingin lihat sejauh mana bisa meningkatkan akses pembiayaan," ungkapnya

Menurut Muliaman kajian juga dilakukan terhadap beban biaya yang harus ditanggung untuk mendapatkan kredit tersebut. Biaya seperti itu bisa saja dibebankan ke perbankan. BI juga akan melihat beberapa negara yang telah menerapkan rating terhadap UKM. Salah satu yang negara yang sudah menerapkannya adalah India. **cahyo

Sementara itu, anggota Komisi XI DPR RI Arif Budimanta menanggapi, UKM secara rata-rata sudah layak mendapatkan kredit perbankan. Namun, di mata perbankan, UKM belum layak mendapatkannya. "Akses UKM ke perbankan masih susah, apalagi untuk usaha baru. Kalau banknya tidak kenal, dianggap risikonya tinggi," ujarnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

BI : Kredit Baru Masih Melambat

NERACA Jakarta - Bank Indonesia melalui survei perbankan melihat pertumbuhan kredit baru perbankan pada triwulan III 2017 masih melambat, terutama…

MLJ Tawarkan Kupon Bunga Hingga 9% - Rilis Project Bond Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Dana pengembangan bisnis dan termasuk pelunasan investasi kredit, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) melalui anak perusahaan,…

BTN Kucurkan Kredit Lebih Dari Rp155 triliun - Dukung Program Sejuta Rumah

  NERACA Ambarawa - Di tengah dinamika perekonomian dalam kurun 3 tahun terakhir, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. konsisten…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Permintaan Kredit di 13 Sektor Meningkat

  NERACA   Jakarta - Bank Indonesia melalui surveinya mencatat permintaan kredit pada 13 sektor ekonomi meningkat sepanjang triwulan III…

Bangun Infrastruktur SID Butuh Rp650 miliar

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan biaya untuk investasi pembangunan infrastruktur Sistem Informasi Debitur atau…

BNI Dukung Peremajaan Kelapa Sawit

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mendukung program pemerintah dalam percepatan peremajaan…