Belum Ada Calon Komisaris Bank Sumut

NERACA

Medan---Pemerintah Provinsi Sumatera Utara belum mengajukan nama calon Komisaris Bank Sumut untuk menggantikan pejabat yang diberhentikan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa belum lama ini. "Belum ada keputusan dari BI terhadap hasil RUPS itu," kata Asisten II Pemprov Sumut Djaili Azwar di Medan, Rabu.

Djaili menjelaskan, dalam RUPS Luar Biasa yang diselenggarakan pada 25 Januari 2012, disepakati sistem dan prosedur tentang pengajuan nama calon Komisaris Bank Sumut yakni berdasarkan nama yang diajukan gubernur.

Menurut Djalil, cukup banyak persyaratan yang ditetapkan melalui RUPS Luar Biasa tersebut dan telah disampaikan ke BI untuk verifikasi. Sistem dan prosedur tersebut telah disampaikan ke Bank Indonesia (BI) selaku institusi yang berwenang dalam dunia perbankan guna proses verifikasi. "Semua tergantung BI. Namun sampai sekarang belum ada jawaban dari BI," katanya.

Disebabkan belum adanya verifikasi dari BI terhadap sistem dan prosedur itu, Pemprov Sumut belum dapat mengajukan nama calon Komisaris Bank Sumut. Berdasarkan ketentuan dalam UU 25/2009 tentang Pelayanan Publik, PNS tidak diperbolehkan diusulkan menjadi komisaris bank.. "Murni kalangan profesional yang akan direkrut," katanya.

Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho mengatakan, pemberhentian dua komisaris independen berawal dari proses seleksi komite remunerasi dan komite nominasi dalam pencalonan Direktur Kepatuhan Bank Sumut yang kosong.

Namun dari proses yang dilakukan, diketahui tidak ada titik temu di jajaran komisaris dengan berbagai alasan yang kurang, termasuk instruksi dari BI untuk mencabut keputusan tersebut. Meski demikian, dua komisaris itu tidak mengindahkan instruksi tersebut. "BI sebagai otoritas tertinggi dalam perbankan saja tidak diindahkan," katanya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Kemampuan Moneter Calon Gubernur BI Harus Teruji

      NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati,…

Bappenas: Indonesia Belum Siap Ekonomi Digital - AKIBAT JARINGAN INTERNET BELUM MERATA

Jakarta-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Prof Dr. Bambang Brodjonegoro menilai Indonesia belum siap menghadapi era ekonomi digital. Pasalnya, infrastruktur penopang…

Saham Bank Agris Masuk Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), saham PT Bank Agris…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Suku Bunga Acuan Diprediksi Naik Kuartal IV

      NERACA   Jakarta - Chief Economist PT Bank UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja memprediksi suku bunga acuan atau…

AAJI Dorong Asuransi Manfaatkan Aplikasi Digital

      NERACA   Bali - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong anggotanya untuk mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi teknologi digital…

Bank Mandiri Bidik Pertumbuhan KPR 15%

    NERACA   Jakarta - PT Bank Mandiri Persero Tbk membidik pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dapat mencapai 15…