Google Rilis Titan Security Key

Beberapa waktu lalu, Twitter telah merilis sebuah kunci untuk keamanan akun penggunanya. Langkah ini ternyata diikuti oleh Google dengan merilis hardware yang sama bernama "Titan Security Key".

Kunci keamanan ini sebelumnya diuji coba Google kepada 85.000 lebih pegawainya dan diklaim tidak ada satupun akun mereka berhasil diretas.

Titan Security Key diklaim lebih aman terhadap pishing atau log-in melalui situs palsu, dibanding otentikasi dua faktor yang mengirinkan PIN melalui SMS. Pasalnya, Titan security key menggunakan proteksi keamanan multifactor yang dijanjikan lebih aman. "Kami amat sangat yakin dengan kualitas keamanan (Titan)," klaim Product Manager for Identity and Security Google, Christian Brand.

Hacker bisa jadi mencuri password secara online dengan berbagai metode seperti pishing. Namun akan sulit jadinya jika meretasnya dengan hardware kunci keamanan seperti Titan. Titan Security Key dirancang untuk dipakai pelanggan cloud dari kalangan korporat, petugas administrator jaringan, dan pemegang akun-akun sensitif. Meski demikian, pengguna reguler Gmail dan Google Drive pun bisa menggunakan kunci keamanan ini.

Brand mengatakan kedua versi Titan Security Key siap dipasarkan melalui toko online Google beberapa bulan mendatang. Untuk paket dua perangkat Bluetooth dan USB dibanderol seharga 50 dollar AS (sekitar Rp 723.000). Sementara jika ingin membeli satuan saja, USB akan dijual seharga 20 dollar AS (Rp 289.000), dan Bluetooth 25 dollar AS (sekitar Rp 361.300). Soal harga, Google pun tak mengelak jika telalu mahal. Mereka mengatakan ingin menekan harga jual yang ditawarkan. "Kami berusaha dan berharap pada titik tertentu nantinya, perangkat ini bisa dijual di bawah 10 dollar AS (sekitar Rp 145.000)," katanya.

Namun sebelum harga diturunkan, Google perlu memastikan jika perangkat ini benar-benar dibutuhkan. Google menyadari jika jika otentikasi multi faktor kurang diminati, apalagi jika berbentuk hardware mungil yang harus ditenteng kemana-mana. Bahkan untuk otentikasi dua faktor, Google menungkapkan hanya kurang dari 10 persen dari total pengguna Gmail saja yang memanfaatkannya. Alasan lainnya, banyak orang merasa jika password mereka telah cukup aman dari peretasan.

Cara kerja kunci keamanan Google ini serupa dengan kunci keamanan yang ada di pasaran, seperti Yubikey besutan Yubico yang juga pernah digunakan Google. Baca juga: Dominasi Sistem Operasi Android, Google Didenda Uni Eropa 5 Miliar Dollar AS Seperti halnya Yubike, Titan menggunakam standard protokol FIDO, yang menjadi standar ekosistem otentikasi dunia. Artinya, kunci keamanan ini kompatibel di hampir semua layanan yang memungkinkan penggunanya untuk mengaktifkan Universal Second Factor Authentication (U2F).

Google berdalih jika Titan dibuat tidak untuk menyaingi Yubikey, hanya menghadirkan pilihan lain di pasaran. Sementara dalam kesempatan lain, CEO Yubico, Stina Ehrensvard menyindir kehadiran kunci keamanan Google yang baru. Dalam blognya, ia menyebut jika Yubico pernah akan membuat varian yang sama namun batal karena diklaim tidak memenuhi standar keamanan, penggunaan, dan ketahanan mereka.

BERITA TERKAIT

Maybank Bakal Rilis Obligasi Rp 5 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT Bank Maybank Indonesia Tbk berencana merilis Penawaran Umum Berkelanjutan atau…

Gandeng Kerjasama Citi Indonesia - BNP Paribas Rilis Reksa Dana IDX30 Filantropi

NERACA Jakarta – Komitmennya untuk selalu berbagi dan tidak hanya sekedar mencari keuntungan semata, ditunjukkan PT. BNP Paribas Investment Partners…

Bersama Indosat, NFC Rilis SIM Paket Umrah

Membidik pasar jamaah umroh yang tiap tahunnya terus naik, PT Indosat Tbk (ISAT) bersama PT Teknologi Komunikasi Digital Indonesia (TKDI)…

BERITA LAINNYA DI TEKNOLOGI

Jelang Pilpres, 771 Konten Hoax Warnai Dunia Maya

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo)mengidentifikasi 771 hoax pada periode Agustus 2018 hingga Februari 2019 di jagat maya, paling banyak berkaitan…

Kebijakan Registrasi SIM Dinilai Rugikan Penjual Kartu Perdana

Dampak diterapkannya kebijakan registrasi kartu SIM prabayar oleh pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tahun lalu ternyata dinilai merugikan…

Pertengahan 2019, Kominfo Pastikan Semua Daerah Terakses Internet

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara mengatakan, pertengahan tahun 2019 tidak ada daerah di Indonesia yang tidak terakses dengan internet.…