Pertumbuhan Kredit BPR Naik 21,4%

NERACA

Jakarta – Industri Bank Perkreditan Rakyat Indonesia terus mengalami pertumbuhan kredit yang cukup besar . Bahkan pada 2011 tercatat mencapai Rp 41 miliar atau meningkat sekitar 21,44% dari 2010. “Pada 2010 jumlah kredit yang tersalurkan mencapai Rp 33,84 miliar sedangkan 2011 mencapai Rp 41 miliar,” kata Ketua Umum Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo), Joko Suyanto saat ditemui acara seminar bertajuk Masa Depan BPR di Bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Kamis (23/2).

Menurut Joko, prestasi ini menandakan jangkauan BPR yang semakin luas dan keberandaan BPR semakin dibutuhkan oleh masyarakat. “Saat ini kami sudah mempunyai sekitar 690 kantor BPR yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Lebih jauh Joko mengaku optimis target pertumbuhan pada 2012 yang dipatok 22% bias tercapai. “Pertimbangannya pada 2010, pertumbuhan kita mencapai 19% dan pada 2011 mampu mencapai 21%, makanya kami optimis pada 2012 bisa mencapai 22%,” tambahnya

Disisi lain, lanjut Joko, pihaknya juga merasa optimistis melihat track record dan trend pertumbuhan BPR yang meningkat setiap tahunnya. Pada tahun ini BPR bakal dihadapkan dengan persaingan yang lebih kometitif dalam melayani usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pasalnya, lanjut dia, pada tahun ini diyakini bahwa jumlah lembaga keuangan mikro akan mengalami pertumbuhan yang pesat. "Persaingan akan semakin kompetitif dengan masuknya bank asing dan bank umum ke segmen ritel. Mengingat selama ini segmen ritel menjadi market share terbesar bagi BPR," ujarnya.

Pada 2011, kata Joko, jumlah BPR yang memiliki total aset di atas Rp10 miliar berjumlah 1.002 unit, padahal pada 2009 jumlahnya hanya 779 unit. “Sedangkan, pada 2011 BPR dengan aset Rp5-10 miliar jumlahnya turun menjadi 387 unit, padahal di 2009 jumlahnya masih 479 unit,”terangnya.

Joko menambahkan saat ini BPR yang memiliki asset di bawah Rp1 miliar tinggal sedikit. “BPR yang asetnya di bawah Rp1 miliar sekarang jumlahnya hanya 16 unit,” katanya.

Sementara itu, lanjut Joko, pertumbuhan DPK selama 2 tahun terkahir juga mengalami tren yang sangat positif. Jumlah dana pihak ketiga (DPK) pada 2011 tercatat berjumlahh Rp12.305 miliar dengan 8.551.718 rekening atau meningkat sekitar 19,16%. “Dana yang dihimpun dalam bentuk deposito meningkat menjadi Rp41.100 miliar atau sebesar 24% dibanding setahun lalu,” imbuhnya. **bari

BERITA TERKAIT

BCA Salurkan Kredit Rp2 Triliun ke Pegadaian

  NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyadari pentingnya pelayanan gadai untuk masyarakat di Indonesia, terutama…

Arahkan Kredit Perbankan ke Industri Kreatif

    NERACA   Solo - Asosiasi Industri Animasi dan Kreatif Indonesia (AINAKI) mengeluhkan industri perbankan dan lembaga keuangan formal…

Bank Dunia Proyeksikan Pertumbuhan 5,3% di 2018

    NERACA   Jakarta - Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 sebesar 5,3 persen, lebih tinggi dari…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

The Fed Naikkan Suku Bunga 25 Bps

      NERACA   Washington - Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya…

Amartha Salurkan Pembiayaan Rp200 miliar

      NERACA   Jakarta – PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) telah menyalurkan pembiayaan dengan model financial technology (fintech)…

Mahasiswa GenBI Diharapkan jadi Garda Terdepan

      NERACA   Bogor - Bank Indonesia (BI) meminta kepada seluruh mahasiswa penerima beasiswa BI dapat mendedikasikan ilmu…