Bank BUMN Masih Dekati Bank Mutiara

NERACA

Jakarta – Pemerintah menegaskan bank BUMN tetap memiliki kesempatan terkait penawaran saham Bank Mutiara. Namun syaratnya ada kesepakatan harga antara LPS sebagai pemegang saham eks bank Century. Yang jelas hingga saat ini bank plat merah ini masih terus melakukan komuniasi yang sifatnya bisnis to bisnis. “Kan sedang ada komunikasi di antara mereka. Dan sifatnya B to B (Businiess to Business), dan Kementerian tidak ikut," kata Deputi Menteri BUMN bidang Jasa Parikesit Suprapto di Jakarta,22/2

Karena itu, kata Parikesit lagi, Bank-Bank BUMN bukan berarti tidak berminat dan berpartisipasi. Masalahnya semuanya ini masih terus berproses. "Belum, bukan tidak berpartisipasi," tegasnya

Menurut Parikesit, saat ini bank-bank BUMN saat ini masih melakukan kajian mendalam dan mengkalkulasi serta mengkomunikasikan dengan pemegang saham Bank Mutiara. Upaya mereka adalah negosiasi harga penawaran yang dianggap terlalu tinggi. "Kalau harganya tetap segitu, nampaknya tidak,” paparnya.

Saat bank BUMN mana saja yang berminat, Parikesit meminta masyarakat bersabar. Karena prosesnya tidak bisa dilakukan secara cepat. Apalagi semua itu harus berhati-hati. “Kita tunggu kelanjutannya,”ucapnya.

Tapi benarkan dua bank BUMN, yakni BRI dan BNI sudah tak berminat terhadap Bank Mutiara? Beberapa waktu lalu, memang BRI sudah menolak melakukan penawaran. Bahkan Direktur Utama BRI Sofyan Basir menilai harga jual PT Bank Mutiara (eks Bank Century) Rp 6,7 triliun terlalu mahal. "Wah enggak deh, itu kemahalan itu Rp 6,7 triliun Bank Mutiara. Kami tidak deh biar asing saja yang beli itu," katanya.

Demikian pula dengan BNI. Berdasarkan perhitungan BNI, pembelian saham bank Mutiara memiliki risiko poltik yang tinggi. "Political risk-nya tinggi. Nanti kalau Bank Mutiara ingetnya Bank Century," papar Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo.

Yang jelas, investor swasta yang sangat ngotot mau membeli Bank Mutiara adalah Yawadwipa Companies. Karena itu, Yawadwipa sedang menyiapkan langkah baru. "Kami tidak menutup kemungkinan bermitra dengan Bank yang sudah beroperasi di Indonesia," kata Direktur Operasional Yawadwipa Prasetyo Singgih beberapa waktu lalu.

Namun Prasetyo belum mengatakan bank apa saja yang tengah didekati oleh Yawadwipa sehingga niatnya untuk mengincar Bank Mutiara Rp 6,7 triliun bisa tercapai.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebagai pemilik Bank Mutiara sebelumnya memberikan sejumlah trik agar Yawadwipa bisa 'lolos' dari aturan tersebut. "Kalau terbentur masalah perusahaan keuangan harus 3 tahun pengalaman dsb, opsinya masih banyak. Jadi kalau Yawadwipa serius, mungkin bisa pakai cara lain," ujar Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani.

Trik-trik agar lolos dari jeratan aturan tersebut seperti disampaikan Firdaus antara lain bisa saja Yawadwipa membeli Bank Mutiara atas nama perusahaan lain, atau atas nama pemiliknya langsung. Ini mengingat Yawadwipa Companies adalah perusahaan equity fund yang merupakan tempat mengelola dana-dana saja atau bisa disebut SPV.

LPS awal Februari lalu memang membuka lagi lelang penjualan Bank Mutiara. Penjualan Bank Mutiara dalam 2 kali kesempatan gagal karena tidak berhasil menemukan pembeli yang memenuhi syarat, terutama soal harga yang mencapai Rp 6,7 triliun. **cahyo

BERITA TERKAIT

BTN Berangkatkan 1520 Orang Pemudik - Mudik Bareng BUMN

Tren mudik gratis kini mulai banyak dilakukan perusahaan swasta, maupun BUMN dan salah satunya PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk…

Bank Capital Terbitkan Obligasi Rp 250 Miliar

Perkuat likuiditas dalam menunjang ekspansi bisnis, PT Bank Capital Indonesia Tbk (BCAP) berencana untuk melaksanakan penerbitan obligasi subordinasi Bank Capital…

Dukung Transaksi Non Tunai, Bank DKI Raih Penghargaan

      NERACA   Jakarta - Bank DKI meraih penghargaan The 1st Trendsetter e-Money dan peringkat II E-banking kategori…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Perbankan Berlomba Tawarkan Layanan dan Produk Digital

      NERACA   Jakarta - Laporan Maverick Banking Media Performance Report Q1-2018 menyebutkan bahwa industri perbankan semakin beradaptasi…

Dukung Transaksi Non Tunai, Bank DKI Raih Penghargaan

      NERACA   Jakarta - Bank DKI meraih penghargaan The 1st Trendsetter e-Money dan peringkat II E-banking kategori…

Allianz Indonesia Formulasikan Strategi Life Changer

      NERACA   Jakarta - Country Manager dan Presiden Direktur Allianz Life Indonesia Joos Lowerier mengatakan saat ini,…