KPPU : Ada Indikasi Kartel Kenaikan Harga Telur

KPPU : Ada Indikasi Kartel Kenaikan Harga Telur

NERACA

Medan - Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU Medan menilai ada indikasi kartel dalam terjadinya kenaikan harga telur di Sumatera Utara yang sudah mencapai Rp1.800-Rp2.000 per butir.

"Indikasi kartel mengacu pada samanya harga telur di tingkat kandang yang Rp1.400 per butir," ujar Kepala Kantor Perwakilan Daerah KPPU Medan, Ramli Simanjuntak di Medan, Jumat (27/7).

Dia mengatakan hal itu usai acara Focus Group Discussion Tentang Kajian Komoditas Telur di Kantor KPPU Medan yang dihadiri berbagai kalangan.

Melihat adanya indikasi kartel, maka KPPU akan terus melakukan penyelidikan. KPPU sendiri sudah mengingatkan para produsen dan lainnya yang terkait perdagangan telur itu untuk tidak melakukan tindakan nakal seperti kartel yang dilarang.

Menurut dia, berdasarkan diskusi dengan para pengusaha yang terkait dengan perunggasan, kenaikan harga telur itu antara lain didorong oleh kenaikan harga pakan dan obat ayam sebagai dampak kenaikan dolar AS. Tetapi kalau dihitung-hitung, kenaikan harga pakan dan obat itu tidak akan mendorong kenaikan harga telur yang cukup besar."Harus diakui, sektor perunggasan di Indonesia masih dikuasai oleh beberapa perusahaan besar," ujar dia.

Ramli menegaskan, dalam jangka panjang perlu dibangun pola kemitraan yang sehat antara perusahaan integrator dan peternak agar tercipta harga jual telur yang wajar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Dahler menyebutkan, Pemprov Sumut akan melakukan operasi pasar telur kalau harga komoditas itu tidak turun juga dalam pekan ini. Pemprov Sumut sendiri sebelumnya sudah meminta Forgas atau Forum Perunggasan Sumut melakukan berbagai upaya menurunkan harga telur ayam ras itu."Kalau tidak turun juga, Tim Satgas Pangan akan melakukan OP," kata dia.

Dahler menyebutkan, OP direncanakan dilaksanakan di enam titik yakni Pasar Sei Sikambing, Petisah, Sukaramai, Palapa, Pusat Pasar dan Pasar Simpang Limun. Walau harga telur ayam ras di Sumut masih lebih murah dari harga rata-rata nasional, tetapi kenaikan harga telur itu harus diatasi.

Menurut Dahler, pergerakan harga telur ayam di Sumut mulai terjadi sejak Juni saat mendekati Idul Fitri. Harga telur pada Januari hingga.Mei berada di kisaran Rp1.200 per butir, dan naik menjadi rata-rata Rp1.438 per butir pekan ini. Padahal ketersediaan telur di Sumut mencapai 82.902,75 ton dari kebutuhan 56.936,83 ton."Harusnya tidak ada lonjakan harga karena persediaan telur masih surplus," ujar dia.

Diakui ada kenaikan harga pakan ternak hingga Rp200 per kg.

Kemudian Ramli Simanjuntak menyebutkan, naiknya harga telur karena mata rantai perdagangan yang panjang dari kandang (peternak) sampai pasar. Harga semakin naik karena ada permintaan telur yang tinggi khususnya dari Jakarta."Permintaan yang tinggi di Jakarta membuat produsen atau pedagang telur di Sumut menjual ke Jakarta sehingga harga jual di Sumut ikut terkerek," ujar dia.

Ketua Forgas Sumut Zulkarnain menegaskan, harga telur di Sumut diharapkan bisa segera turun karena di beberapa daerah mulai terkoreksi. Ant

BERITA TERKAIT

Naik Turun Harga Tiket Pesawat

Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Carriers Association/INACA) sepakat untuk menurunkan tiket pesawat, yang sempat melambung beberapa waktu belakangan.…

Harga Tinggi Pengaruhi Kunjungan Wisatawan

Ketua Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Kalimantan Barat, Nugroho Henray Ekasaputra, mengatakan harga tiket pesawat yang…

Harga Tiket Tetap Utamakan Keselamatan

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Carriers Association/INACA) I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra menyampaikan bahwa penurunan tiket…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Ombudsman Minta Pemerintah Tidak Terburu-buru Sahkan Revisi PP PSTE

Ombudsman Minta Pemerintah Tidak Terburu-buru Sahkan Revisi PP PSTE NERACA Jakarta - Ombudsman RI meminta pemerintah untuk tidak terburu-buru menandatangani…

Anggota DPR: Masyarakat Harus Terus Kawal RUU Pertembakauan

Anggota DPR: Masyarakat Harus Terus Kawal RUU Pertembakauan NERACA Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengingatkan masyarakat…

Kompolnas-Komjak Diminta Pertanyakan SP3 Kasus Gunawan Jusuf

Kompolnas-Komjak Diminta Pertanyakan SP3 Kasus Gunawan Jusuf NERACA Jakarta - Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Zulkarnain mendorong agar Komisi…