Gaji PNS Dominan Dalam Serapan Anggaran - Pada Awal Tahun

Pada Awal Tahun

Gaji PNS Dominan Dalam Serapan Anggaran

Jakarta – Kementerian Keuangan mengakui penyerapan anggaran pemerintah yang jumlahnya triliunan rupiah hanya untuk membayar gaji PNS dan operasional Kementerian dan lembaga saja. "Hampir seluruh instansi penyerapannya ekstrem di akhir-akhir tahun. Di awal tahun Lebih didominasi gaji dan operasional saja,” kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Jakarta,22/2

Mantan Dirut Bank Mandiri ini menambahkan Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan penggunaan anggaran pemerintah harusnya digunakan untuk hal yang menyentuh masyarakat luas. Tapi sayangnya sangat minim. “Yang menyentuh masyarakat luas kurang sekali," tambahnya

Menurut Agus, sistem reformasi birokrasi sebenarnya membuat perilaku aparatur negara semakin membaik. Namun hasil yang dicapai belum maksimal. "Banyak yang harus terus dibenahi baik di pusat maupun di daerah. Aparat pemerintah semestinya berperan luas dan intensif bekerja demi pengelolaan keuangan," tuturnya

Lebih jauh Agus menambahkan pemerintah belum memiliki pola penyerapan anggaran yang proporsional. "Penerimaan APBN, tax ratio masih rendah. Meningkatkan kepatuhan pembayaran perpajakan termasuk PNBP (penerimaan negara bukan pajak) dan pembayaran dari bendahara negara," terangnya

Dikatakan Agus, harusnya penyerapan anggaran oleh Kementerian dan Lembaga (K/L) dapat berjalan lancar dan tepat sasaran, maka pertumbuhan perekonomian di 2011 diprediksi tumbuh 6,9%. "Kita sama-sama mendengar di 2011 kalau penyerapan anggaran bisa dilakukan tepat waktu atau lebih awal dan tepat kualitas bisa membuat pertumbuhan ekonomi kita lebih baik 0,4%. Artinya kalau 6,5%, bisa sampai 6,9%," paparnya

Karenanya, Agus berharap penyerapan belanja K/L tahun ini dapat lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Masalahnya hal ini sangat berkaitan erat dengan capaian pertumbuhan ekonomi nasional. "Kita harapkan aparat pengawasan ikut dalam mengingatkan dan menjaga proses ini supaya baik. Ini semua tujuannya realisasi atau penyerapan anggaran bisa lebih baik," tukasnya

Agus prihatin tidak tertibnya penyerapan anggaran 2011, selain disebabkan adanya dana yang diblokir di K/L juga disebabkan oleh DPR. "Karena anggaran belum didukung TOR dan RAB. Sedangkan yang di DPR yang belum dapat persetujuan dari komisi terkait, juga diblokir," ucapnya

Sekadar informasi, berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), total anggaran belanja APBNP 2011 sebesar Rp1.320,8 triliun, penyerapan sampai dengan 30 Juni 2011 hanya mencapai 25,1% dan sampai dengan 30 September 2011 penyerapan sebesar 47,6%. Bahkan, per 1 Desember 2011 penyerapan baru mencapai 66,3%. Dengan penyerapan sampai dengan akhir tahun sebesar 97,6%, berarti terjadi penyerapan sebesar 50% dalam tiga bulan terakhir dan 21,3% hanya pada Desember 2011. **cahyo

BERITA TERKAIT

Pembangunan GOR Kota Sukabumi Butuh Suntikan Anggaran Rp5 Miliar Lagi

Pembangunan GOR Kota Sukabumi Butuh Suntikan Anggaran Rp5 Miliar Lagi NERACA Sukabumi - Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Kota Sukabumi ternyata…

Saham IKAI Masuk Dalam Pengawasan BEI

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencermati perkembangan pola transaksi saham PT Intikeramik Alamsari Industri Tbk (IKAI). Hal…

Bulog Lebak-Pandeglang Targetkan Serapan Beras 18.000 Ton

Bulog Lebak-Pandeglang Targetkan Serapan Beras 18.000 Ton NERACA Lebak - Perum Bulog Sub Divisi Regional Lebak-Pandeglang pada 2018 menargetkan penyerapan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

PII Jamin Proyek SPAM Di Bandar Lampung - Butuh Rp250 triliun untuk Sarana Air Minum

      NERACA   Lampung – PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) / PT PII melaksanakan penandatanganan penjaminan proyek yang…

PHE Serahkan Pengelolaan Sukowati ke Pertamina EP

    NERACA   Jakarta – PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu minyak…

Skema KPBU Perlu Dukungan Kepala Daerah

      NERACA   Lampung - Pemerintah tengah fokus dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Namun yang jadi…