Sampai Februari, Kontra Baru PTPP Capai Rp 190 Miliar

Neraca

Jakarta - PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) membukukan kontrak baru sebesar Rp 190 miliar sampai pertengahan Februari 2012. Tahun ini PP menargetkan kontrak baru bisa mencapai sebesar Rp 17 triliun. “Kontrak kami sampai pertengahan Februari 2012 belum terlalu besar, baru sebesar Rp 190 miliar,” kata Sekretaris Perusahaan PT PP Tbk Betty Ariana di Jakarta kemarin.

Dia menyebutkan, kontrak baru senilai total Rp 190 miliar tersebut terdiri dari beberapa kontrak, terutama pembangunan gedung. Adapun beberapa di antaranya adalah, pembangunan hotel di Makasar, Sulawesi Selatan senilai Rp 50 miliar, dan kantor di Surabaya, Jawa Timur senilai Rp 48 miliar.

Kontrak tersebut, lanjut Betty, terdiri dari kontrak baru yang diperoleh sepanjang Januari sebesar Rp 100 miliar. Sementara kontrak baru yang diperoleh pada bulan Februari baru sebesar Rp 90 miliar. “Awal tahun memang belum banyak pengumuman hasil tender proyek, sehingga kontrak kami masih kecil,”ungkapnya

Tahun ini total nilai kontrak yang dihadapi (order book) PT PP mencapai sebesar Rp 27,5 triliun. Sebesar Rp 11 triliun atau 40 persen dari order book tersebut merupakan kontrak lama yang dilanjutkan ke 2012 (carry over) sebesar Rp 11 triliun. Sedangkan sisanya sebesar Rp 17 triliun, merupakan target kontrak baru PP tahun ini.

Sebelumnya, perseroan menargetkan kontrak baru di tahun ini meningkat sekira 39,6% dibanding perolehan kontrak baru tahun lalu, yang mencapai Rp12,1 triliun. Di samping itu, perseroan juga membidik proyek minyak dan gas (migas) serta melakukan investasi di bidang energi dan infrastruktur.

Adapun, kontribusi masing-masing pilar bisnis atas target kontrak baru tersebut didominasi dari proyek kontruksi yang mencapai 62 persen atau senilai Rp10,48 triliun. Sedangkan target kontrak dari sektor properti hanya satu persen atau setara Rp169 miliar, engineering, procurement and construction (EPC) sebesar 19 persen atau senilai Rp3,2 triliun serta investasi di bidang energi dan infrastruktur sekira 18 persen atau sebesar Rp3 triliun.

Disebutkan dari target order book mencapai Rp27 triliun, perseroan memproyeksikan pendapatan tahun ini sebesar Rp8,7 triliun. Nilai tersebut meningkat sebesar 40% dibanding prognosa pendapatan tahun lalu. Salah satu proyek yang dikerjakan perseroan pada tahun ini adalah proyek EPC Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas berkapasitas 90 megawatt (MW) Sei Gelam-Jambi senilai Rp850 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Pembentukan Holding BUMN Sektoral Bisa Picu Masalah Baru

NERACA Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno telah menetapkan setidaknya enam induk usaha (holding) BUMN akan…

KICI Bukukan Penjualan Rp 87,9 Miliar

NERACA Jakarta - PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) berhasil mencatat kenaikan penjualan hingga 20,56% di kuartal III-2017. Hal ini…

Bank Sumut Minta Disuntik Modal Rp600 miliar

  NERACA Medan - PT Bank Sumut membutuhkan suntikan atau penambahan modal Rp600 miliar khususnya dari Pemerintah Provinsi Sumut untuk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Chandra Asri Raih Peringkat Ba3 dari Moody’s

Moody's Investors Service menyematkan peringkat Ba3 terhadap surat utang yang akan diterbitkan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). Chandra Astri…

BFIN Tawarkan Kupon Obligasi Hingga 7,75%

PT BFI Finance Tbk (BFIN) akan melakukan penawaran umum obligasi berkelanjutan III tahap III tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp835…

Pefindo Tawarkan Kredit Mudah dan Cepat

Proses analisa aplikasi kredit baru maupun pemantauan kredit debitor eksisting kini semakin cepat, efisien dan mudah. Cukup dengan dengan menjadi…