Sinyal Kenaikan Harga BBM Makin Kuat

NERACA

Jakarta - Harga minyak dunia yang tak bisa dibendung dan melonjak hingga US$ 115 per barel membuat pemerintah berpikir ulang. Bahkan pemerintah member sinyal akan menaikkan harga BBM guna menekan anggaran subsidi BBM dalam APBN 2012 yang bakal bengkak. "Konstruksi kebijakan yang akan kita tempuh, bagaimanapun jangka menengah dan jangka panjang itu konversi dari BBM ke BBG terus kita lakukan. Kedua, Harga BBM mau tidak mau tentu mesti disesuaikan dengan kenaikan yang tepat, kenaikan tertentu," kata Presiden SBY di Jakarta,22/2

Kepala Negara menambahkan pemerintah berencana mengajukan APBN Perubahan kepada DPR agar kenaikan harga BBM diperbolehkan. "Dengan persiapan yang baik, dengan perencanaan dibahas bersama DPR dan akan masuk dalam APBN-P harapan kita semua ini merupakan solusi untuk penyelamatan dan penganaman ekonomi kita, penyelamatan dan pengamanan APBN kita," tambahnya

Namun demikian, kata SBY, selain akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 2012 ini.Kenaikan ini akan dibarengi dengan program bantuan bagi masyarakat miskin untuk menekan dampak kenaikan BBM. "Kalau kita akan mengalami kesulitan atau kantong kita agak kempes, biarkan kantong yang kempes itu adalah negara atau pemerintah jangan rakyat, utamanya rakyat yang miskin," paparnya

Lebih jauh SBY menjelaskan untuk menghadapi kenaikan BBM ini dan akibatnya pemerintah harus memberikan bantuan kepada masyarakat miskin. Alokasi anggarannya harus dari sumber yang tepat dengan cara mengurangai anggaran kementerian maupun lembaga. "Yang bisa kita tunda, kita tunda. Apakah proyek, pengeluaran apapun, belanja gedung belanja operasional dan pembangunan proyek jangan kita biarkan. Ini harus ada penyesuaian lembaga pusat dan daerah,”tuturnya

Menurut Presiden SBY, salah satu anggaran yang potensial yang bisa dipangkas untuk bantuan masyarakat miskin pasca kenakan BBM adalah anggaran pendidikan. "Itu sangat penting, agar rakyat merasakan langsung, meskipun ada kenaikan BBM ada inflasi dalam batas tertentu tetapi mendapatkan bantuan riil yang bisa mengatasi permasalah akibat kenaikan BBM itu," tandasnya.

Selain itu, Presiden menambahkan dalam 2 bulan terakhir, situasi perekonomian global telah menimbulkan kerawanan, ketidakpastian yang berdampak secara langsung dan tidak langsung pada perekonomian negara-negara di dunia. Situasi itu antara lain krisis utang di Eropa dan juga faktor geopolitik di Timur Tengah. "Lagi-lagi indonesia yang sedang membangun dengan kinerja perekonomian yang baik punya kebijakan, punya rencana yang baik untuk tahun-tahun mendatang harus terpukul kembali dengan kenaikan harga minyak mentah yang meroket akhir-akhir ini," tukasnya

Atas berbagai perkembangan tersebut, lanjut presiden, pemerintah harus segera meresponsnya untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia, khususnya APBN yang bakal terkena dampak karena membengkaknya subsidi BBM.

Dijelaskan, opsi-opsi untuk penyelamatan tersebut sudah dibahas sejak tahun lalu dalam rapat di Bogor. Ketika itu, sudah diputuskan pertama, mengurangi subsidi yang sangat besar. Kedua, pengurangan subsidi kala itu diutamakan pada pembatasan BBM, ketiga, ntuk solusi jangka menengah dan panjang adalah dengan konversi BBM ke BBG. "Keempat, ada komponen kontigensi kalau asumsi berubah, harga minyak mentah naik yang di luar kemampuan kita untuk opsi pembatasan volume, maka harus kita sesuaikan lagi opsi dan kebijakan kita pilih. Itu di Bogor. Akhir tahun saya berkunjung ke Cilacap untuk meresmikan kapasitas kilang yang ada di Cilacap pada tanggal 30 desember, saya mengeluarkan statement di sana saya ulangi lagi apa yang menyangkut subsidi dan BBM itu," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Pengawasan Perbankan dan Harga Minyak

  Oleh: Achmad Deni Daruri President Director Center for Banking Crisis   Bagi negara net importir minyak seperti Indonesia, naiknya…

38 Titik Telah Terapkan BBM Satu Harga

  NERACA   Jakarta - PT Pertamina (Persero) telah mencapai titik ke 38 dari program bahan bakar minyak (BBM) satu…

NH Korindo Rekomendasi Beli Saham PPRO - Harga Wajar Rp 260 Persaham

NERACA Jakarta - Nilai wajar harga saham PT PP Properti Tbk (PPRO) mencapai Rp260 per unit, lebih tinggi sekitar 32%…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Kadin Dukung Pemindahan Ibu Kota

      NERACA   Jakarta - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) siap mendukung rencana pemindahan ibu kota RI…

40% Jembatan Dalam Kondisi Tak Baik

  NERACA   Semarang - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebutkan sekitar 40 persen jembatan di…

BI Dorong Jakarta Tingkatkan Anggaran Sektor Pariwisata

    NERACA   Jakarta - Anggaran pemerintah DKI Jakarta untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dinilai perlu ditingkatkan karena…