Nestle Diminta Bangun Pabrik Baru di Lampung dan Sulawesi

NERACA

Jakarta - PT Nestle Indonesia, perusahaan makanan dan minuman diharapkan bisa meningkatkan investasi di luar Jawa. Investasi itu diharapkan terwujud melalui pembangunan pabrik baru.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengaku telah meminta perwakilan Nestle yakni Executive Vice President Nestle for Asia, Oceania, and Middle East Nandu Nandkishore untuk membangun pabrik yang dekat dengan lokasi bahan baku seperti Bandar Lampung dan Sulawesi.

"Direktur Asia Nestle tadi mengunjungi saya. Dia mengucapkan terima kasih dan lain sebagainya. Lalu dia tanya apa harapan saya. Saya jawab you put factory outside Java. Kalau tidak di Lampung atau Sulawesi. Saya ingin daerah-daerah penghasil bahan baku dekat dengan pabrik," kata Hidayat di Jakarta, Rabu (22/2).

Menurut dia, apabila investasi tersebut bisa direalisasikan, maka pihaknya akan berupaya untuk memberikan fasilitas tax allowance kepada Nestle. Hidayat juga menjelaskan, pihak Nestle mengatakan akan mempertimbangkan usulan tersebut. "Dia bilang I’m not promise, but I will keep that mind," ucapnya.

Pada 2011 lalu, Nestle telah merealisasikan investasinya berupa pembangunan pabrik keempat yang senilai US$200 juta di Karawang Timur, Jawa Barat. Rencananya, pabrik yang dibangun di atas lahan seluas 2,8 hektare (ha) itu akan menghasilkan produk olahan susu berupa infant cereal dan chocolate malt drinks dengan kapasitas sebesar 65 ribu ton per tahun.

Sebelumnya Presiden Direktur PT Nestle Indonesia Arshad Chaudhry mengatakan, pabrik baru tersebut ditargetkan bisa beroperasi pada kuartal III-2013 mendatang. Selain di Karawang Timur, Arshad menjelaskan, saat ini, Nestle telah memiliki tiga pabrik lainnya yang berlokasi di Tangerang, Bandar Lampung, dan Pasuruan, Jawa Timur.

"Investasi itu guna memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin meningkat atas produk-produk kami. Hal ini juga mencerminkan keyakinan kami atas pesatnya perkembangan perekonomian di Indonesia," ujar Arshad.

Dia menambahkan, pabrik yang luasnya mencapai 28,8 haktare di Karawang merupakan pabrik keempatnya di Indonesia. Pabrik ini nantinya akan memperkerjakan sekira 600 orang pekerja. "Kami sangat optimistis melihat peluang pertumbuhan yang ada di Indonesia. Jumlah populasi di Indonesia yang besar serta situasi perekonomian yang kondusif menawarkan peluang pertumbuhan yang menjanjikan," jelasnya.

Sebelumnya, investasi yang dilakukan Nestle adalah perluasan pabnrik Kejayan, Jawa Timur senilai US$100 juta telah diresmikan pada Maret tahun lalu. "Keputusan kami untuk melakukan investasi sebesar USD200 juta untuk pabrik Karawang ini sejalan dengan strategi kami untuk meningkatkan produksi lokal," ungkap dia.

BERITA TERKAIT

Bandara Soetta akan Bangun Terminal IV

    NERACA   Tangerang - Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, akan membangun terminal IV untuk menambah kapasitas penumpang. “Saya…

Pasca Libur Panjang, 92% Lebih PNS Kemenkop dan UKM Masuk Kerja

Pasca Libur Panjang, 92% Lebih PNS Kemenkop dan UKM Masuk Kerja NERACA Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi…

BEI Suspensi Saham INDR dan BNBR

Lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham PT Indorama…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Ini Jurus Wujudkan Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya mewujudkan visi Indonesia untuk menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada tahun 2020. Peluang…

Laporan Keuangan - Satu Dekade, Kemenperin Raih Opini WTP Berturut

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk laporan keuangan…

Dukung Industri 4.0 - Kemenperin Usul Tambah Anggaran Rp 2,57 Triliun

  NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian mengusulkan tambahan anggaran pada tahun 2019 kepada DPR RI sebesar Rp2,57 triliun. Anggaran tersebut…