Bhakti Investama Akuisisi Lima Tambang Batu Bara di Kalimantan - Fokus Sektor Tambang

Neraca

Jakarta- Bisnis pertambangan menjadi fokus utama berikutnya bagi PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) setelah bisnis di jasa keuangan dan media. Tak ayal, untuk meningkatkan bisnis di sektor pertambangam, perseroan berencana melakukan akuisisi terhadap lima tambang batu bara di Kalimantan.

Direktur Oil and Gas BHIT Budiono mengatakan, dalam pemilihan akuisisi tambang ini perseroan menetapkan dua kualifikasi jumlah cadangan batubara. “Untuk batubara kalori menengah hingga 30 juta ton dan untuk kalori rendah antara 20-30 juta ton,”katanya di Jakarta, Rabu (22/2).

Perseroan saat ini telah memiliki total sembilan lahan tambang di Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur, yang pada akhir tahun ini atau awal 2013, BHIT berencana memulai produksi tambang batubara di dua lokasi di Sumsel.

Namun, pada tahap awal tingkat produksi masih kecil, yaitu antara 20-40 ribu ton per bulan atau hingga 480 ribu ton per tahun. Rencana kedepannya, perseroan masih terbuka untuk mengambil alih tambang batu bara lainnya jika ada penawaran dengan nilai ekonomi dan jumlah cadangan yang menurut perseroan memadai.

Sebelumnya, BHIT kini berada pada tahap finalisasi proses akuisisi sembilan IUP di Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur, serta blok minyak dan gas di Papua. Asal tahu saja, PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) membukukan laba bersih Rp283 miliar per 30 September 2011, atau naik 11% year on year (yoy), yakni Rp255 miliar pada 2010. Hasil tersebut juga melebihi total laba bersih yang dicapai sepanjang 2010 yakni Rp258 miliar.

Laporan keuangan BHIT per September 2011 mencatatkan pertumbuhan 12 persen pada pos pendapatan. Per September 2011, pendapatan BHIT tercatat Rp5,7 triliun, sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya adalah Rp5 triliun. Kenaikan ini disumbang oleh sektor media, jasa dan keuangan, serta komisi perantara perdagangan.

Selain itu, pendapatan sebelum kewajiban (EBITDA) BHIT naik hingga 37% menjadi Rp2,1 triliun, dari sebelumnya Rp1,5 triliun pada 2010. EBITDA Margin pun menunjukkan kenaikan yang signifikan menjadi 37 persen per 30 September 2011. Pada periode yang sama tahun lalu, kenaikannya adalah 30%.

Tercatat, kinerja sangat memuaskan ditunjukkan sektor media. Pendapatan iklan naik 21% dari Rp2,67 triliun pada September 2010 menjadi Rp3,24 triliun per 30 September 2011. Sektor media berbasis pelanggan tumbuh 19%, dari Rp1,1 triliun menjadi Rp1,2 triliun per September 2011. Lonjakan pendapatan yang signifikan ditunjukan sektor jasa keuangan. Sektor ini tumbuh 94% dari Rp157 miliar pada sembilan bulan pertama 2010 menjadi Rp305 milyar pada akhir September 2011.

Pendapatan komisi perantara perdagangan efek mengalami kenaikan 33 persen menjadi Rp20 miliar dibandingkan dengan Rp15 miliar pada tahun lalu. Sementara unit bisnis baru BHIT, MNC Life, berkontribusi Rp27 miliar atau 9% dari total pendapatan di sektor jasa keuangan.

Kemudian PT Bhakti Capital Indonesia Tbk, anak perusahaan BHIT, sedang dalam proses akuisisi perusahaan asuransi kerugian (general insurance). (yahya)

BERITA TERKAIT

Pemerintah Fokus Katrol Ekspor Produk Manufaktur

NERACA Jakarta – Pemerintah semakin fokus mendorong peningkatan ekspor industri pengolahan agar berkontribusi besar terhadap pertumbuhan dan perbaikan struktur perekonomian…

Tingkatkan Pangsa Pasar - Kimia Farma Bakal Akuisisi Phapros

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnis, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) akan membeli 47.901.860 lembar atau 56,77 dari total saham…

Sektor Riil - Kemudahan Ekspor Otomotif Bantu Perbaiki Neraca Perdagangan

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus memacu industri otomotif di Indonesia gencar melakukan ekspor guna turut memperbaiki neraca perdagangan nasional.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Adira Finance Terkoreksi 28,81%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba bersih Rp1,815 triliun atau turun 28,81% dibanding periode…

Optimisme Ekonomi Tumbuh Positif - Pendapatan Emiten Diperkirakan Tumbuh 9%

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan keyakinan masih positifnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri menjadi alasan bagi BNP Paribas IP bila pasar saham…

MNC Sekuritas Kantungi Mandat Tiga IPO

Keyakinan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila tahun politik tidak mempengaruhi minat perusahaan untuk go publik, dirasakan betul oleh PT…