Jasa Raharja Beri Santunan Rp1,4 T - Korban Kecelakaan

Korban Kecelakaan

Jasa Raharja Beri Santunan Rp1,4 T

Jakarta--- PT Jasa Raharja mengklaim telah mengeluarkan dana santunan sekitar Rp1,4 triliun untuk korban kecelakaan lalu lintas jalan dan penumpang umum selama 2011. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,3 triliun.

Adapun jenis santunan yang dibayarkan antara lain santunan meninggal sebesar Rp912 miliar dibanding 2010 Rp922 miliar. Kemudian luka-luka Rp485 miliar dibanding sebelumnya Rp451 miliar. Santunan penyandang cacat sebesar Rp24,2 miliar dibanding sebelumnya Rp24,4 miliar, dan santunan penguburan Rp1,3 miliar dibanding sebelumnya Rp1,2 miliar.

Besaran santunan tersebut diatur dalam UU No 33 dan 34 1964. Dengan rincian besaran meninggal dunia untuk kecelakaan darat dan laut Rp25 ribu, sedangkan kecelakaan udara Rp50 juta. Luka-luka, maksimum Rp10 juta untuk kecelakaan darat dan laut, sedangkan kecelakaan udara Rp25 juta. Selanjutnya cacat tetap maksimum untuk kecelakaan darat dan laut Rp25 ribu, sedangkan kecelakaan udara Rp50 juta. Penguburan, baik darat, laut dan udara masing-masing Rp2 juta.

Menurut Kepala Divisi Investasi Jasa Raharja Zulfianto Arbi mengatakan perseroan ingin dana yang selama ini digunakan untuk membagikan dividen ke pemerintah dapat dialokasikan untuk keperluan perusahaan dalam melakukan investasi. "Kalau bisa lebih bagus untuk investasi," ujarnya

Lebih jauh kata Zulfianto, dari semua perusahaan jasa asuransi milik pemerintah seperti Jamsostek, Askes, Jasindo, Asuransi Ekspor Indonesia, dan Jiwasraya, hanya Jasa Raharja saja yang membagikan dividen ke pemerintah. Bahkan pembagian dividen tersebut dilakukan guna memenuhi kewajibannya sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "Itu regulasi dari Kementerian Keuangan," jelasnya.

Ditambahkan Zulfianto, perseroan juga belum berminat meramaikan pasar modal Indonesia dengan penerbitan saham perdana (initial public offering/IPO). Karena itu Jasa Raharja masih fokus pada kinerja ke depan. "Untuk IPO sementara belum ada kajian," paparnya

Namun, Zulfianto mengaku siap IPO jika memang pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas menghendaki hal tersebut. "Kita hanya menyesuaikan kebijakan pemerintah saja. Kenapa tidak, kalau memang sudah siap dan harus IPO," imbuhnya

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja Diding S Anwar mengatakan, anggaran untuk dividen sebenarnya dapat dialokasikan sebagai investasi perusahaan. Namun, saat ini dividen tersebut telah dialokasikan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). "Dengan masuknya dividen kami di APBN, nantinya ada upaya untuk meningkatkan santunan. Jadi, semua kontribusi berjalan," jelasnya.

Pada 2010, Jasa Raharja telah membagikan dividen dengan persentase 30 persen dari total laba bersih yang diterima perusahaan. Dividen yang dibagikan sebanyak Rp334 miliar. "Untuk 2011, kami belum tahu," tandasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Pemprov Jabar Dorong Lembaga Jasa Keuangan Masuk Desa

Pemprov Jabar Dorong Lembaga Jasa Keuangan Masuk Desa NERACA Bandung - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil atau Emil mengatakan…

KPK Terus Dalami Kerugian Konsultansi Jasa Tirta II

KPK Terus Dalami Kerugian Konsultansi Jasa Tirta II NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kerugian negara dalam…

Fitch Rating Beri Peringkat AAA Obligasi XL

NERACA Jakarta – Lembaga pemeringkat PT Fitch Ratings Indonesia menetapkan peringkat nasional jangka panjang AAA (idn) atas penerbitan obligasi PT XL Axiata…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Fintech Ilegal Berasal dari China, Rusia dan Korsel

  NERACA   Jakarta - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan fakta bahwa mayoritas perusahaan layanan finansial berbasis…

Laba BNI Syariah Tumbuh 35,67%

    NERACA   Jakarta - PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp416,08 miliar, naik 35,67 persen dibandingkan…

Pemerintah Terbitkan Sukuk US$ 2 miliar

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk wakalah global senilai dua…