IHSG Kamis Masih Bergerak Di Zona Merah

Neraca

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Rabu sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 7,927 poin (0,20%) ke level 3.995,024. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 2,445 poin (0,35%) ke level 693,982. Aksi ambil untung terhadap saham-saham unggulan memaksa indeks ditutup terkoreksi dan melanjutkan pembukaan perdagangan yang dibuka melemah.

Selain itu, investor masih lakukan aksi tunggu sampai situasi dan arah ekonomi global sudah jelas sambil melakukan profit taking di saham-saham yang sudah naik tinggi dan tercatat saham-saham di sektor tambang dibantu konstruksi, infrastruktur dan finansial berjuang mencoba menarik IHSG ke jalur hijau. Saham-saham ini diburu investor atas naiknya harga-harga komoditas menyusul tingginya minyak dunia.

Berikutnya, indeks Kamis akan bergerak di level yang sama karena masih adanya khawatiran pelaku pasar terhadap kondisi pasar yang belum mereda. Indeks sendiri akan bergerak di level 3.987-3.993. Pada perdagangan kemarin, saham-saham unggulan di sektor konsumer banyak terkena tekanan jual sehingga menahan indeks tetap berada di teritori positif. Saham-saham lapis dua berbasis aneka industri juga mengalami hal yang sama.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 138.064 kali pada volume 4,708 miliar lembar saham senilai Rp 4,026 triliun. Sebanyak 117 saham naik, sisanya 113 saham turun, dan 93 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 2.300 ke Rp 15.250, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.100 ke Rp 48.800, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 1.000 ke Rp 140.000, dan Resources Asia (PSAB) naik Rp 750 ke Rp 4.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.450 ke Rp 72.350, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.250 ke Rp 52.750, Multibreeder (MBAI) turun Rp 1.000 ke Rp 12.000, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 750 ke Rp 29.200.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 13,414 poin (0,34%) ke level 3.989,537. Sementara Indeks LQ 45 turun tipis 2,879 poin (0,41%) ke level 693,548. Investor lakukan aksi tunggu sampai situasi dan arah ekonomi global sudah jelas. Aksi tunggu ini dibarengi dengan profit taking di saham-saham yang sudah naik tinggi.

Namun sembilan sektor lainnya masih terkena koreksi yang cukup dalam sehingga indeks tak mampu keluar dari jeratan jaring negatif. Saham-saham lapis dua di sektor aneka industri memimpin koreksi hari ini.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 70.194 kali pada volume 2,618 miliar lembar saham senilai Rp 1,856 triliun. Sebanyak 90 saham naik, sisanya 118 saham turun, dan 87 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 1.050 ke Rp 14.000, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 1.000 ke Rp 140.000, Hero Supermarket (HERO) naik Rp 700 ke Rp 19.200, dan Resources Asia (PSAB) naik Rp 600 ke Rp 3.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.450 ke Rp 72.350, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.350 ke Rp 52.650, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 600 ke Rp 4.200, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 400 ke Rp 29.550.

Kemudian diawal perdagangan, IHSG BEI dibuka turun 7,42 poin atau 0,19% ke posisi 3.995,53. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,89 poin atau 0,27% ke posisi 694,54 poin. "Bursa Asia termasuk IHSG dibuka dengan kecenderungan melemah seiring sentimen negatif dari bursa regional dan AS yang gagal bertahan di level tertinggi sejak 2008," kata analis Samuel Sekuritas, Christine Salim.

Namun, kata dia, penguatan harga komoditas khususnya sektor energi dan baja diperkirakan akan menjadi sentimen positif untuk saham-saham sektor pertambangan.

Sementara analis Sinarmas Sekuritas, Jeff Tan menambahkan, pada perdagangan Rabu, secara teknikal indeks BEI cenderung bergerak menguat terbatas pada kisaran 3.980-4.025 poin. "Perkembangan seputar hutang Yunani setelah disetujuinya dana talangan tahap kedua oleh menteri-menteri keuangan uni Eropa dan perkembangan krisis hutang Italia dapat memberikan sentimen terhadap indeks BEI," ungkapnya.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 116,65 poin (0,54%) ke level 21.362,07, indeks Nikkei-225 naik 12,96 poin (0,14%) ke level 9.475,98 dan Straits Times melemah 22,37 poin (0,74%) ke level 3.002,70.(bani)

BERITA TERKAIT

Saham Malacca Trust Dalam Pengawasan - Bergerak Di luar Kewajaran

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pola transaksi saham PT Malacca Trust Wuwungan (MTWI) karena telah…

Profit Taking Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu ditutup turun sebesar 18,12 poin seiring…

Pasar Obligasi Diproyeksikan Bergerak Sideways - Menanti Sentimen The Fed

NERACA Jakarta - Pekan ini pasar obligasi domestik diperkirakan bergerak sideways. Pasalnya, para pelaku pasar masih akan menunggu pengaruh sentimen-sentimen…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hary Tanoe Terima Gelar Kehormatan Sulsel

NERACA Makassar - Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menerima gelar warga kehormatan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diberikan…

BEI Suspensi Perdagangan Saham Malacca

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), berikutnya perdagangan saham PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) dihentikan…

Panorama Bikin Anak Usaha Mitra Global

Menggeliatnya bisnis pariwisata saat ini memacu PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) untuk lebih agresif mengembangkan bisnisnya. Teranyar, perseroan membentuk anak…