Bursa Efek Rilis 12 Program Prioritas - Tingkatkan Kualitas Pasar Modal

NERACA

Jakarta – Dalam rangka meningkatkan daya saing industri pasar modal dan juga memacu pertumbuhan transaksi saham serta kemudahan bagi investor, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang baru Inarno Djayadi menyampaikan 12 program prioritas yang menitikberatkan pada penguatan infrastruktur teknologi pasar modal.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin, BEI menyebutkanpoin-poin rencana kerja antara lain, BEI akan mengubah siklus penyelesaian (settlement) transaksi bursa dari T+3 menjadi T+2. Itu artinya penyelesaian transaksi saham hingga penyerahan barang atau penerimaan uang akan selesai dalam waktu 2 hari, dari sebelumnya 3 hari. BEI akan menerapkan settlement T+2 pada 26 November 2018. Sementara masa penerapan settlement T+3 akan berakhir pada 23 November 2018. Sedangkan hari penyelesaian pertama T+2 pada 28 November 2018.

Kedua, BEI akan kembangkan elektronik bookbuilding. OJK pun tengah menyiapkan peraturannya. Selain itu BEI juga akan menata ulang porsi penjatahan pasti kepada institusi dan masyarakat melalui mekanisme pooling. Ketiga, BEI akan menyiapkan papan akselerasi. Papan ini untuk mengakomodasi perusahaan kecil seperti UKM yang tidak masuk dalam persyaratan papan perdagangan utama.

Ke-empat, BEI akan meluncurkan sistem I Suite. Sistem itu untuk memberikan tanda seperti tato bagi emiten yang masih bermasalah. I Suite nantinya akan memberikan tanda kepada setiap saham yang ada di data feed. Setiap ticker saham nantinya berisi link yang memberikan informasi tentang informasi negatif emiten tersebut.

Kelima, BEI juga akan membentuk perusahaan IT. Perusahaan itu akan membawahi perusahaan-perusahaan efek daerah yang akan digalakan oleh BEI dan Ke-enam, BEI juga akan mendukung sistem dari perusahaan efek non Anggota Bursa (AB), salah satunya dengan mendirikan Perusahaan IT.

Selanjutya, ke-tujuh, BEI akan mengatur dan mengembangkan Elektronik Trading Platform (ETP)dan ke-delapan, BEI akan membuat IDX virtual trading system. Sistem tersebut menyediakan simulasi bagi masyarakat yang baru mau mencoba berinvestasi di pasar modal.Kesembilan, BEI akan membuat sistem registrasi elektronik. Sistem tersebut untuk mempermudah perusahaan yang ingin mendaftar sebagai perusahaan tercatat di pasar modal, dengan menyerahkan dokumen secara online.

Ke-sepeluh dan ke-sebeles, BEI akan membuat simplifikasi pembukaan rekening efek. Inisiasi itu akan mempersingkat waktu pembukaan rekening efek bagi investor baruserta akan mengembangkan Indonesian Government Bond Future (IBF) tahap IIdan terakhir ke-dua belas, BEI akan mengembangkan sistem distribusi keterbukaan informasi perusahaan tercatat terintegrasi (IDX-DNA).

BERITA TERKAIT

APT Minta Bursa Tidak Transaksikan BFIN - Masih Proses Sengketa

NERACA Jakarta – Mendorong adanya kepastian hukum dan tanpa adanya intervensi, PT Aryaputra Teguharta (APT) meminta dan mengingatkan operator bursa…

Waskita Toll Road Tambah Modal Becakayu

NERACA Jakarta - Danai pengembangan bisnis jalan tol, PT Waskita Toll Road (WTR) sebagai anak usaha PT Waskita Karya Tbk…

Menakar Potensi Pasar Dinfra Jasa Marga - Bidik Dana Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Setelah sukses melakukan sekuritisasi aset untuk mendanai pengembangan jalan tol, rupanya membuat PT Jasa Marga (Persero) Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bersama WIKA dan Summarecon - MUN Ikut Konsorsium Tol Dalam Kota Bandung

NERACA Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) lewat anak usahanya PT Margautama Nusantara (MUN) bersama PT Wijaya Karya (Persero)…

Pendapatan Bali Towerindo Tumbuh 42%

NERACA Jakarta - Di kuartal tiga 2018, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) membukukan kenaikan pendapatan usaha 42% menjadi Rp…

Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada idAA-. Outlook rating TPIA stable. Rating…