Capai Jejak Langkah Baru: Chandra Asri Mulai Rampungkan Proyek Ekspansi Pabrik

Capai Jejak Langkah Baru: Chandra Asri Mulai Rampungkan Proyek Ekspansi Pabrik

Ekspansi pabrik Butadiene selesai, kapasitas produksi naik 37% menjadi 137 ribu ton/tahun. Progres pembangunan pabrik Polyethylene (PE) baru telah capai 50%, dengan tambahan kapasitas 400 ribu ton/tahun menjadi total 736 ribu ton/tahun

NERACA

Jakarta - PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), perusahaan petrokimia terbesar dan terintegrasi di Indonesia, melalui entitas anaknya, PT Petrokimia Butadiene Indonesia (PBI), telah merampungkan proyek ekspansinya. Setelah melalui tahap shutdown/tie-in pada awal Maret lalu, pabrik Butadiene kemudian beroperasi kembali pada awal Juni dengan kapasitas baru sebesar 137 ribu ton/tahun, penambahan 37% dari kapasitas sebelumnya sebesar 100 ribu ton/tahun. Peningkatan kapasitas pabrik Butadiene ini bertujuan untuk menambah nilai dari kelebihan produksi Mixed C4, bahan baku untuk pabrik Butadiene, pasca ekspansi Cracker yang selesai pada 2015.

“Selesainya ekspansi pabrik Butadiene ini semakin memperkuat integrasi produk-produk kami di sektor hilir,” ujar Erwin Ciputra, Presiden Direktur CAP, Minggu (22/7).

“Hal ini tentu akan memperkuat posisi kami di industri ini, terutama dengan adanya variasi produk bernilai tinggi untuk menjawab kebutuhan yang lebih beragam,” ucap dia.

Disamping itu, CAP juga tengah menyelesaikan pembangunan pabrik Polyethylene baru sebesar 400 ribu ton/tahun yang kini telah mencapai lebih dari 50% setelah groundbreaking pada Februari 2018. Fasilitas pabrik baru ini akan menghasilkan High Density Polyethylene (HDPE), Linear Low Density Polyethylene (LLDPE), dan Metallocene LLDPE (mLLDPE). Selain itu, penambahan 400 ribu ton/tahun produk PE ini akan menjadi pasokan baru produk PE dalam negeri yang permintaannya diperkirakan mencapai sekitar 1,4 juta ton/tahun dan cenderung terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi.

Selain kedua proyek tersebut, Chandra Asri Petrochemical saat ini tengah mengoptimalkan fasilitas-fasilitas yang dimiliki, diantaranya dengan melakukan revamp furnace yang akan menambah kapasitas Ethylene menjadi 900 ribu ton/tahun dari 860 ribu ton/tahun serta debottlenecking pabrik Polypropylene yang akan menaikkan kapasitas sebesar 110 ribu ton/tahun menjadi 590 ribu ton/tahun.

Sejalan dengan upaya Perseroan untuk lebih terintegrasi ke hilir, Perseroan juga tengah melangsungkan pembangunan pabrik Methyl Tert-Butyl Ether (MTBE) dan Butene-1 pertama di Indonesia, masing-masing sebesar 127 ribu ton/tahun dan 43 ribu ton/tahun. Kedua pabrik baru ini akan menyerap Raffinate-1 yang dihasilkan oleh pabrik Butadiene Perseroan. Begitupula dengan pabrik karet sintetis Perseroan melalui PT Synthetic Rubber Indonesia, perusahaan joint venture dengan Michelin, juga akan segera diresmikan dan beroperasi secara komersial.

Komplek Petrokimia Kedua

Lantas, untuk mengantisipasi peningkatan permintaan di tahun-tahun mendatang, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk melalui anak usahanya, PT Chandra Asri Perkasa (CAP2), berencana membangun kompleks petrokimia kedua yang akan menghasilkan 1,1 juta ton/tahun Ethylene, 600 ribu ton/tahun Propylene, 175 ribu ton/tahun Butadiene, 363 ribu ton/tahun Benzene, 450 ribu ton/tahun HDPE, 300 ribu ton/tahun LDPE dan 450 ribu ton/tahun Polypropylene untuk operasi setahun penuh.

Direncanakan pada akhir 2018 mendatang, CAP2 akan menyelesaikan Basic Engineering Design diikuti dengan keputusan investasi akhir yang diharapkan sudah ada pada awal 2020 dan pengoperasian secara komersial direncanakan mulai pada awal 2024.

CAP, anak perusahaan PT Barito Pacific Tbk sebagai pemegang saham mayoritas, merupakan perusahaan petrokimia Indonesia terbesar yang terintegrasi yang memproduksi olefins dan polyolefins. CAP menggabungkan teknologi terkini dan fasilitas penunjang di Cilegon dan Serang, Provinsi Banten. CAP merupakan satu-satunya produsen yang mengoperasikan naphtha cracker, dan juga produsen domestik tunggal ethylene, styrene monomer dan butadiene. Selain itu, CAP merupakan produsen polypropylene terbesar di Indonesia. CAP menghasilkan bahan baku plastik dan kimia yang digunakan untuk produk kemasan, pipa, otomotif, elektronik, dan lain-lain. Mohar

BERITA TERKAIT

RUPSLB Wom Finance Setuju Perubahan Susunan Direksi

RUPSLB Wom Finance Setuju Perubahan Susunan Direksi NERACA Jakarta - PT Wahana Ottomitra Multiartha, Tbk (“Wom Finance” atau “Perseroan”), hari…

Idealis Paham Koperasi Benteng Krisis Ekonomi Indonesia - Kadiskum Depok

Idealis Paham Koperasi Benteng Krisis Ekonomi Indonesia Kadiskum Depok NERACA  Depok - ‎Gejolak arus pasar bebas dan era globalisasi serta…

Kamal Suherman Resmi Menjadi Ketua DPRD Kota Sukabumi

Kamal Suherman Resmi Menjadi Ketua DPRD Kota Sukabumi   NERACA Sukabumi - Kamal Suherman resmi dilantik menjadi Ketua DPRD Kota Sukabumi…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Indef: PIMD Dapat Perkecil Defisit Neraca Perdagangan

Jakarta-Peneliti Indef Abra Talattov menilai, pembentukan Pertamina International Marketing & Distribution, Pte Ltd (PIMD) dapat membantu memperkecil defisit neraca perdagangan…

RUPSLB Wom Finance Setuju Perubahan Susunan Direksi

RUPSLB Wom Finance Setuju Perubahan Susunan Direksi NERACA Jakarta - PT Wahana Ottomitra Multiartha, Tbk (“Wom Finance” atau “Perseroan”), hari…

Idealis Paham Koperasi Benteng Krisis Ekonomi Indonesia - Kadiskum Depok

Idealis Paham Koperasi Benteng Krisis Ekonomi Indonesia Kadiskum Depok NERACA  Depok - ‎Gejolak arus pasar bebas dan era globalisasi serta…