Laba Bank Jatim Tumbuh 5,01%

NERACA

Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatatkan laba bersih mengalami pertumbuhan hingga 5,01% dibandingan dengan perolehan di periode sama tahun sebelumnya atau sebesar Rp758,28 miliar. Kinerja positif itu ditopang oleh pertumbuhan kredit, yang mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar Rp32,19 triliun atau tumbuh 5,34% (YoY).

“Kredit di sektor konsumsi menjadi penyumbang tertinggi pertumbuhan sebesar Rp22,32 triliun, tumbuh 8,26% (YoY),” kata Direktur Utama Bank Jatim, R Soeroso di Jakarta, Kamis, (19/7). Adapun rasio keuangan bankjatim posisi Juni 2018 menunjukkan tren positif, antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 21,87%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,41%, Return On Asset (ROA) 3,67%, dan Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) dari 62,60% menjadi 61,40%.

Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan 17,35 persen (YoY) yaitu sebesar Rp 49,52 triliun. Pertumbuhan DPK didominasi oleh pertumbuhan giro di angka Rp 19,67 triliun atau tumbuh sebesar 25,85 persen. “Pertumbuhan giro yang signifikan tersebut menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat kepada Bank Jatim terus meningkat,” kata dia. CASA rasio Bank Jatim pada semester I 2018, sebesar 70,47 persen. Dengan demikian, kata dia, pihaknya berhasil mempertahankan CASA rasio di atas 65 persen selam 15 tahun. “Ini menunjukkan efektivitas Bank Jatim dalam mengelola dana murah,” jelasnya.

Pencapaian tersebut tak luput dari strategi sinergitas yang dilakukan. Beberapa sinergitas dilakukan bankjatim dengan perusahaan BUMN dan instansi swasta guna meningkatkan layanan dan inovasi produk yang sudah ada selama ini. Hingga semester I 2018, bankjatim telah melakukan beberapa sinergitas antara lain dengan PTPN X terkait dengan penyaluran Kredit Koperasi Primer untuk Anggota (KKPA) kepada Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) di wilayah PTPN X. “Sinergitas ini sebagai bentuk dukungan bankjatim kepada para petani tebu sekaligus juga mendukung program pemerintah untuk swasembada gula,” jelasnya.

Sejak Oktober 2017, Bank Jatim bekerja sama dengan asuransi Jiwasraya dan Sinarmas MSIG Life dalam inovasi produk yang bertujuan memfasilitasi kebutuhan investasi jangka panjang disertai proteksi jiwa bagi nasabah yaitu produk bancassurance. Dengan kinerja cukup membanggakan, sampai Juni 2018 nilai premi yang berhasil dibukukan dari kerja sama ini sebesar Rp16,5 miliar.

Perseroan pun telah menandatangani nota kesepahaman tentang penyediaan dan pemanfaatan jasa layanan perbankan dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (13/7/2018). Terdapat beberapa bidang yang dikerjasamakan antara Bank BRI dan Bank Jatim, di antaranya dalam bidang keuangan dan permodalan: subdebt (instrumen obligasi subordinasi), term loan facility (fasilitas pinjaman jangka pendek), dan trade finance & international banking services, bidang transaction banking: e-channel transaction, co-branding kartu, Corporate Card dan Cash Management System (CMS).

Jauh sebelum itu, sinergitas Bank Jatim telah terbentuk dengan adanya kerja sama Bank Jatim dengan BCA di 2014 sebagai langkah mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dengan meluncurkan kartu Bank Jatim Flazz. Sampai Juni 2018, tercatat terdapat penambahan jaringan Bank Jatim sebanyak 9 payment point dan 1 kantor kas. Menjadikan jumlah jaringan Bank Jatim mencapai 1.627 titik layanan yang tersebar di seluruh Jawa Timur, Jakarta, dan Batam.

BERITA TERKAIT

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Kredit Bank DKI Tumbuh 27,9%

      NERACA   Jakarta – Sepanjang 2018, Bank DKI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 27,95 dari semula sebesar Rp27,1…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Kredit Bank DKI Tumbuh 27,9%

      NERACA   Jakarta – Sepanjang 2018, Bank DKI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 27,95 dari semula sebesar Rp27,1…

BI Tahan Suku Bunga Acuan

      NERACA   Jakarta – Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate…

Bunga The Fed Diyakini Hanya Naik Sekali

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia mengubah proyeksinya untuk kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve, Bank…