BEI Beri Edukasi Finalis Aban None Jakarta - Dorong Antusiasme Investor Muda

NERACA

Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal dari kalangan anak muda terus dilakukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mengoptimalkan galeri investasi di daerah dan juga edukasi yang menyasar kalangan akademik. Masih dalam rangka meningkatkan jumlah investor muda, BEI mengundang finalis kontes Abang-None Jakarta untuk membuka perdagangan pasar saham, Kamis (19/7).

Kata Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fauzi, dengan kehadiran finalis kontes Abang None Jakarta ini bisa menggaet antusiasme investor muda dan keberadaan mereka menjadi simbol keterlibatan generasi muda di bidang investasi. "Sebenarnya investor di bawah 40 tahun 50 tahun itu 5%. Sementara 30% di bawah 30 tahun 18 tahun. Harapannya dengan Abang-None yang sudah lebih paham, bisa jadi investor yang aktif dan bisa memberikan pengetahuan ke keluarga dan handai taulan,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Selain itu, dia menambahkan dengan aktifnya para finalis Abang-None di pasar modal bisa turut mendorong perekonomian nasional. Di mana nantinya tugas dari para finalis Abang-None ini tidak hanya jadi duta pariwisata melainkan menjadi duta perekonomian.”Bisa jadi duta ekonomi yang bisa mempromoksikan ekonomi khususnya di DKI Jakarta," tuturnya.

Sebelumnya sejak di 2016 pertumbuhan jumlah investor aktif baru di pasar modal didominasi masyarakat usia 17 hingga 30 tahun. Bahkan, dijelaskan juga jumlah investor baru yang aktif bertransaksi di pasar modal yang berusia 21 sampai dengan 25 tahun tercatat sebanyak 7.899 investor. Sementara usia 26-30 tahun tercatat 5.819 investor baru, dan usia 17-20 tahun sebanyak 5.398 investor baru.

Asal tahu saja, Warren Buffet seorang pelaku pasar modal kawakan asal Amerika Serikat memulai pada usia sangat muda yakni 14 tahun, baru di tahun ke 10, dia mendapatkan buahnya. Artinya perlu proses dan periode mahasiswa masih sangat ideal untuk memulai. Maka berkaca dari kesuksesan Warren Buffet, pihak BEI sejak beberapa tahun terakhir mengajak pemangku kepentingan untuk gencar menyosialisasikan terutama ke kalangan anak muda di sekolah SMU hingga perguruan tinggi. Upaya ini, bertujuan untuk meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia.

Indonesia sudah jauh tertinggal baik dari sisi jumlah investor dan emiten. Artinya jika ini tidak dikejar dari sekarang maka pasar modal Indonesia bisa benar-benar didominasi asing, karena dari infrastruktur dan sumber daya manusianya terbilang sangat kurang.

BERITA TERKAIT

Investor Papua Didominasi Kaum Milenial

Kepala kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua Barat, Adevi Sabath mengatakan, investor pasar modal di Papua Barat didominasi oleh…

Investor Meninggalkan Saham Lippo Grup - Kasus Suap Izin Meikarta

NERACA Jakarta – Kasus suap soal perizinan Meikarta sebagai proyek properti Grup Lippo terhadap pemerintah daerah Kabupaten Bekasi, memberikan dampak…

Wagub Sumsel Minta Investor Ikut Sertakan Masyarakat

Wagub Sumsel Minta Investor Ikut Sertakan Masyarakat NERACA Palembang - Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Selatan Mawardi Yahya meminta kepada investor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 350 Miliar

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengalokasikan dana pembayaran pokok obligasi I Waskita Karya Tahap II…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

Dorong Pemerataan Infrastrukur - Lagi, Indonesia Infrastructure Week Digelar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur terus digenjot pemerintah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Apalagi, infrastruktur dipandang sebagai fondasi yang perlu…