Beda Ban Mobil dan Ban Pesawat

Banpesawat terbangdirancang secara khusus untukmampumenahan beban yang berat, memberikan rasa nyaman pada penumpang, dan bertahan ketika pesawat bergerak di landasan dengan kecepatan yang cukup tinggi. Hal itu tentu berbeda dengan ban mobil, yang harus menahan beban tidak seberat ban pesawat.

Sebenarnya, ukuran ban pesawat terbang hampir sama dengan ukuran ban mobil. Memang ukuran ini tampak kecil bila dibandingkan dengan ukuran pesawat. Mengapa dipilih ban kecil? Sebab ban dengan ukuran yang terlalu besar menyulitkan ban tersebut menahan torsi berat pesawat.

Ban pesawat bukan ban yang padat. Di dalamnyaadagas/udara dengan tekanan yang cukup besar, sekitar enam kali lebih besar dari tekanan ban mobil penumpang. Tekanan sebesar ini dibutuhkan untuk menahan berat pesawat yang besar. Kelenturan atau deflection ban pesawat sekitar 2 – 3 kali lebih besar dari ban mobil.

Kelenturan yang tinggi ini membuat penumpang pesawat lebih nyaman ketika pesawat mendarat. Ban pesawat juga diharapkan mampu bertahan ketika pesawat bergerak dengan kecepatan sekitar 340 km/jam atau sekitar dua kali kecepatan maksimum mobil.

Ban pesawat terbang dirancang untuk pemakaian kasar sebagai akibat dan operasionalnya berulang-ulang mulai dari ketika pesawat tinggal landas sampai mendarat, membawa awak pesawat yang bebannya sangat berat dengan tingkat kecepatan paling tinggi. Perkembangan ban pesawat terbang memerlukan dukungan produsen ban yang bisa menerapkan teknologi tertinggi.

Secara menyeluruh hal ini agar kualitas keamanannya terjamin dengan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien sekelas pesawat penumpang Airbus A380 Jetliner, di mana kecepatan pesawat sejak tinggal landas sampai mendarat mencapai lebih dari 370 km/h, ditambah lagi berat pesawat ketika tinggal landas lebih dari 560 ton. dengan tingkat elastisitas kekuatan kawat terbaik. (agus/dbs)

BERITA TERKAIT

PKL dan Angkot di Stasiun Bekasi

Beberapa waktu yang lalu, pernah ada bantuan pasukan Brimob dari Polda Metro Jaya membantu menertibkan angkot yang parkir dan ngetem…

Pancasila Memang Benar-benar Sakti dan Teruji

  Oleh : Ricky Rinaldi, Peneliti Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)   Memperingati momen kesaktian Pancasila merupakan agenda tahunan…

Elektronisasi Ancam Pekerja Tol dan Perbankan

Oleh: Adi Lazuardi Parman, sebut saja begitu namanya, tampak asyik menawarkan kartu elektronik dari sebuah bank plat merah di depan…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Babak Baru Bisnis e-Commerce

Tercatat beberapa layanan tambah saldo uang elektronik "e-commerce" sudah dihentikan karena sedang menyelesaikan perizinan dari BI. Produk uang elektronik itu,…

UU Perlindungan Konsumen Perlu Direvisi

Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Ardiansyah Parman mengatakan perlu ada revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen…

Harus Hati-Hati Atur Pajak e-Commerce

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai pemerintah harus hati-hati mengatur pajak atas perdagangan elektronik (e-commerce)…