Para Santri Dilatih Kerajinan Bambu dan Budidaya Lele - Membangun Kemandirian Ekonomi Pesantren

Tidak hanya dituntut mahir dalam ilmu agama dan soleh dalam berahlaq, para santri zaman now juga dituntut melek digital dan juga mandiri dalam ekonomi. Hal inilah yang menjadi perhatian para pengasuh pondok pesantren seiring dengan bergerak dinamisnya perubahan di masyarakat. Maka menjawab tantangan di masyarakat dan membangun kemandirian ekonomi para santri, PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang memberikan pelatihan kerajinan bambu dan budidaya ikan lele untuk para santri Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Indralaya (PPI). Dengan pelatihan ini diharapkan ke depan para santri dapat mandiri.

Manager Humas Pusri, Hernawan Sjamsuddin mengatakan, kegiatan ini merupakan pemberdayaan masyarakat sebagai usaha kreatif dan inovatif yang akan dilaksanakan selama 10 hari, 16-26 Juli 2018 mendatang diselenggarakan di Kampus D, PPI Desa Tanjung Lubuk Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir.”Sebanyak 50 santri PPI akan dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 25 orang akan mengikuti pelatihan kerajinan bambu sedangkan sisanya mendapatkan pelatihan budidaya ikan lele,” ungkapnya di Ogan Ilir, kemarin.

Dia menambahkan, sebanyak 200 batang bambu jenis wulung atau bambu hitam akan digunakan dalam pelatihan dengan tenaga pengajar yang didatangkan langsung dari Lampung. Program CSR ini, tambahnya merupakan kelanjutan kerja sama antara Pusri dengan PPI sebelumnya. Diharapkan nantinya para santri dapat mandiri dengan memanfaatkan pohon bambu yang telah ditanam sejak tahun 2013 yang lalu. Sedangkan untuk pelatihan budidaya ikan lele, katanya instruktur berasal dari Dinas Perikanan Pemkab Ogan Ilir.”Total 10.000 bibit ikan lele akan ditabur ke dalam 8 set kolam terpal yang nantinya akan digunakan kebutuhan konsumsi rutin santri dan sekaligus menambah wawasan dibidang kewirausahaan,”urainya.

Acara dibuka dengan pemakaian rompi secara simbolis kepada perwakilan peserta dilanjutkan dengan melepas 1500 benih ikan lele ke dalam kolam. Sebanyak 50 santri PPI akan dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 25 orang akan mengikuti pelatihan kerajinan bambu sedangkan sisanya mendapatkan pelatihan budidaya ikan lele. Hadir dalam pembukaan Kadis Perikanan Ogan Ilir (H. Tarmuji, SP), Camat Indralaya Selatan (Kamaludin S, Sos), Mudir Ponpes Al-Ittifaqiyah (KH Mudrik Qori, MA), Kepala Desa Tanjung Lubuk (Bakarudin).

Ekosistem Wirausaha Muda

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian terus mendorong pondok pesantren di seluruh Indonesia menjadi ekosistem dalam penumbuhan wirausaha industri baru. Upaya ini sebagai salah satu strategi nasional yang tengah dijalankan untuk memasuki era revolusi industri keempat sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.”Dalam implementasi ekonomi digital itu yang penting di antaranya adalah membangun ekosistem. Jadi, pondok pesantren ini yang perlu kita bidik karena memiliki basis dan potensi besar untuk menggerakkan perekonomian nasional," kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto.

Dia menjelaskan, pihaknya aktif menyosialisasikan penerapan revolusi industri 4.0 sebagai suatu perubahan yang bisa membawa peluang atau kesempatan bagi siapapun yang mempunyai talenta termasuk santri.”Era ini bukan sesuatu yang mengkhawatirkan seperti terjadinya disrupsi. Oleh karena itu, ekonomi digital menjadi tools atau alat dalam mewujudkan demokratisasi ekonomi," kata dia.

Artinya, kesempatan tersebut terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia agar menjadi wirausaha yang mandiri dan tangguh. Sehingga ekonomi ini tidak hanya dimiliki oleh sebagian kelompok atau elite tertentu saja. Lebih jauh, menurut Airlangga, dengan jumlahnya yang cukup banyak dan tersebar di seluruh pelosok daerah, pondok pesantren memiliki peran penting sebagai agent of development yang strategis dalam pengembangan kualitas sumber daya masyarakat di pedesaan.”Apalagi, para santri yang mayoritas adalah generasi muda ini selain berpendidikan juga memiliki integritas dan mental yang tangguh," jelas dia.

Hal tersebut sejalan dengan peta jalan Making Indonesia 4.0, dalam menghadapi revolusi industri 4.0, Indonesia akan menikmati bonus demografi selama 15 tahun ke depan atau momentum di mana jumlah penduduk bakal didominasi oleh mereka yang usia produktif (15-64 tahun) dengan mencapai 70%. Kondisi ini dapat memacu kinerja ekonomi nasional semakin tumbuh maksimal, salah satunya target Indonesia menjadi negara dalam 10 besar ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030.”Para santri mampu berkontribusi terhadap pembangunan bangsa dan perekonomian nasional. Maka itu, khusus di lingkungan pondok pesantren, Kemenperin telah melaksanakan program yang dinamakan Santripreneur untuk menumbuhkan wirausaha industri baru serta industri kecil dan menengah (IKM)," tandasnya.

Ketua Umum Himpunan pengusaha muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia mengatakan, program pesantrenpreneur yang sudah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di 10 pesentren se-Jawa Timur dapat menciptakan pengusaha-pengusaha muda. Pasalnya, program pesantrenpreneur ini selain memberikan pelatihan usaha kepada para santri, juga membangun ritel modern yang dinamakan umat mart (Ummart). Di toko tersebut, kata dia juga menjual produk-produk UKM hasil para santri.

BERITA TERKAIT

Kemandirian Ekonomi RI?

Jelang peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2018 dan sudah resminya dua pasang calon presiden dan calon wakil…

Anggaran Harus Transparan dan Taat Hukum Demi Kepentingan Publik - KUA dan PPAS 2019 Kota Depok

Anggaran Harus Transparan dan Taat Hukum Demi Kepentingan Publik KUA dan PPAS 2019 Kota Depok NERACA Depok - ‎Pemerintah Kota…

Nilai Tambah Ekonomi Nasional

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Bicara ekonomi, industri dan bisnis selalu menarik. Banyak isu penting yang…

BERITA LAINNYA DI CSR

Bergabung Bersama MERA - Investasi APP Lindungi Kelestarian Ekosistem Pesisir

Menjaga keberlanjutan alam demi warisan anak cucu kedepan, komitman Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas terhadap kelestarian lingkungan kembali…

Lewat Komunitas Peduli Sampah - Tekad Ratu Sampah Wujudkan Perubahan Nyata

Bergelut dengan sampah apalagi bagi seorang wanita, merupakan kegiatan yang selalu dihindari karena selain jorok dan juga menimbulkan penyakit. Namun…

Kenalkan Pendidikan Lingkungan - SHARP Ajarkan Siswa SD Buat Lubang Biopori

Antusiasme SHARP Greenerator – komunitas peduli lingkungan yang diusung PT SHARP Electronics Indonesia – dalam menciptakan Bogor yang bersih dan…