Beban Utang Naik, Laba Wahana Otto 2011 Tergerus 96%

Neraca

Jakarta - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) catatkan penurunan laba 96% dari Rp 137,86 miliar di tahun 2010 menjadi Rp 5,39 miliar ditahun 2011. Informasi tersebut disampaikan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/2).

Meskipun laba perseroan negatif, tetapi perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 10% menjadi Rp1,65 triliun dari sebelumnya Rp1,49 triliun. Tapi, kenaikan jumlah beban perseroan menggerus kinerja keuangannya.

Total beban perseroan melonjak hingga 26% menjadi Rp1,64 triliun pada tahun 2011 dibandingkan 2010 yang sebesar Rp1,29 triliun. Tak hanya itu, utang bank perseroan juga mengalami peningkatan pada 2011 menjadi Rp851 miliar dari sebelumnya yang hanya Rp648,99 triliun. Walau demikian, total aset perseroan masih mengalami kenaikan menjadi Rp3,9 triliun dari sebelumnya Rp3,6 triliun.

Sebelumnya, perseroan menargetkan pembiayaan kendaraan bermotor roda dua tahun 2012 mencapai Rp7,7 triliun. Jumlah tersebut naik 18,4% bila dibandingkan periode sama tahun 2011 yang sempat diproyeksikan Rp6,5 triliun. “Tahun 2012 kita targetkan pembiayaan bisa mencapai Rp7,7 triliun,” kata Direktur Pemasaran WOM Finance, Simon Tan Kian Bing.

Simon mengatakan, pihaknya optimis hasil tersebut bisa tercapai, mengingat perseroan telah agresif melakukan ekspansi di tahun ini dengan mendirikan 30 kantor cabang baru di berbagai wilayah.

Selain itu, tambah Simon, pihaknya akan melakukan penyempurnaan model bisnis pembiayaan motor bekas yang sempat anjlok di tahun ini pada 2012.“Kami akan memperkuat struktur organisasi di marketing, credit, dan collection agar lebih fokus dalam pencapaian target,” jelasnya.

Sementara itu, untuk mendukung target perseroan di tahun depan, WOM Finance akan tetap mendapat sokongan dana sekitar 70% pendanaan dari Joint Financing oleh induk usaha PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) dan sisanya pinjaman perbankan lain. (bani)

BERITA TERKAIT

Mensos Serahkan 424 Alat Bantu Dengar di Sulsel - Ringkan Beban Disabilitas Tuna Rungu

Dalam rangka memudahkan komunikasi bagi penyadang disabilitas yang kurang mampu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyerahkan 425 alat bantu dengar…

Beban Utang Negara

Menkeu Sri Mulyani Indrawati menegaskan masyarakat tak khawatir terhadap kebijakan pemerintah untuk berutang. Alasannya, utang merupakan responsibility choice dan strategi…

Dilema Utang vs Pajak

  Oleh: Firdaus Baderi Wartawan Harian Ekonomi Neraca Ketika melihat data keseimbangan primer atau kemampuan pemerintah membayar utang di dalam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hary Tanoe Terima Gelar Kehormatan Sulsel

NERACA Makassar - Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo menerima gelar warga kehormatan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diberikan…

BEI Suspensi Perdagangan Saham Malacca

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), berikutnya perdagangan saham PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) dihentikan…

Panorama Bikin Anak Usaha Mitra Global

Menggeliatnya bisnis pariwisata saat ini memacu PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) untuk lebih agresif mengembangkan bisnisnya. Teranyar, perseroan membentuk anak…