IBM Targetkan Penyaluran Qurban ke Pedalaman Meningkat

NERACA

Jakarta – Insan Bumi Mandiri (IBM) menargetkan untuk dapat menyalurkan hewan qurban ke wilayah pedalaman Indonesia meningkat. Pada 2017, IBM menghimpun 769 hewan qurban berupa kambing dan disalurkan ke padalaman Timur Indonesia. Untuk tahun ini, IBM pun menargetkan bisa menghimpun 2.000 ekor kambing serta 300 ekor sapi. Hal itu seperti dikatakan oleh Direktur Insan Bumi Mandiri Ridwan Mochammad Hilmi dalam paparannya di Jakarta, Rabu (18/7).

Mengapa di pedalaman? Ridwan menjelaskan bahwa masyarakat pedalaman khususnya di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi fokus IBM untuk menyalurkan hewan qurban tersebut masih minimnya jumlah pequrban sehingga tingkat konsumsi daging di masyarakat juga ikut rendah. Padahal mereka mempunyai hewan ternak. “Partisipasi dan dukungan dari masyarakat di wilayah perkotaan dalam program Qurban di Pedalaman, telah dan akan menjadi solusi konkrit untuk memberikan dampak pemberdayaan bagi masyarakat di pelosok dan pedalaman Indonesia,” jelasnya.

Sejak 2016, IBM telah memberikan layanan program bagi 12.500 warga pedalaman. Wilayah pelaksanaan program ini tersebar di 10 Provinsi, 22 Kabupaten/Kota, 53 Kecamatan, dan 103 Desa, yang melingkupi Papua, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Sumatera. Hal yang utama, menurut Ridwan adalah meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada IBM untuk program Qurban di Pedalaman, yang telah memberdayakan lebih dari 200 peternak lokal yang memelihara kambingnya secara tradisional.

“Selain itu juga, ada ribuan warga di lebih dari 80 wilayah terpencil dan pedalaman bisa merasakan berkahnya Qurban di tahun 2017. Mereka secara swadaya turut menyembelih hewan, mengurus boning dan pemotongan daging, hingga menyantap daging bersama dalam prosesi ‘Makan Besar’ sebagai bagian kebiasaan warga lokal di sana,” papar Ridwan lebih lanjut.

Relawan Program IBM di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) Ustadz Kadir Djaibakal menyampaikan bahwa masyarakat yang menerima manfaat dari hewan qurban ini sangat senang karena bisa mendapatkan daging. “Di Kabupetan Alor saja, dalam satu desa bisa mendapat 20 ekor dan kami sebarkan ke seluruh masyarakat desa. Makanya ketika semakin banyak hewan qurban, maka masyarakat akan merasa senang,” jelasnya.

Ia juga menceritakan bahwa untuk makan daging qurban itu sedikit, bahkan yang berqurban juga jumlahnya sedikit makanya ketika ada perayaan Idul Adha, masyarakat tak bisa menikmati hewan qurban. “Namun dengan adanya program IBM Qurban di Pedalaman ini, masyarakat jadi ikut bisa merasakan perayaannya,” katanya.

Lalu bagaimana IBM bisa menyalurkan hewan qurban hingga ke pedalaman, Ustadz Kadir mengatakan bahwa mendapatkan hewan qurban dari para peternak lokal. Bahkan ia juga menceritakan untuk mendapatkan hewan qurban harus bersusah payah menyebrangi lautan untuk bisa mendistribusikan hewan qurban. “Peternak lokal di sini biasanya memiliki dua atau tiga kambing saja. Itu pun diurus seadanya. Jadi mereka belum memiliki orientasi ternak produktif,” paparnya.

Misi pemberdayaan masyarakat di pedalaman pun dikembangkan lebih lanjut oleh IBM di tahun 2018 ini, dengan menginisiasi pembinaan bagi para peternak di Kampung Nurdin, Kab. Alor, NTT. “Ini adalah inisiatif kami menjelang momentum Qurban tahun ini, agar masyarakat yang biasanya memiliki penghasilan tak menentu dari berkebun maupun melaut, bisa mendapatkan penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka,” tutup Ridwan.

BERITA TERKAIT

JLB Tawarkan Kupon Obligasi Hingga 10% - Targetkan Dana Rp 1,3 Triliun

NERACA Jakarta – Operator jalan tol, PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLB) melakukan penawaran umum obligasi I Jakarta Lingkar Baratsatu Tahun…

Andira Agro Targetkan Penjualan Rp 500 Miliar - Bangun Pabrik Baru

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, sama PT Andira Agro Tbk (ANDI) melesat tajam. Memanfaatkan respon positif dari…

Menebar Berkah Berqurban Bagi Masyarakat Miskin - Inisiasi Dapur Qurban ACT

Makna berkurban tidak hanya sekedar menggugurkan kewajiban dengan menyembelih hewan saja, tetapi juga berbagi dengan sesama. Pasalnya, ibadah kurban sesuai…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Rupiah dan Neraca Perdagangan Perlu Jadi Perhatian Capres

      NERACA   Jakarta - Kondisi ekonomi Indonesia yang naik turun belakangan ini wajib menjadi perhatian para Calon…

Pemerintah akan Sesuaikan Agenda Pertemuan IMF-Bank Dunia

      NERACA   Jakarta - Pascagempa beruntun yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pemerintah mengaku akan melakukan…

Bangun Infrastruktur, Jangan Bebani Devisa

    NERACA   Jakarta - Anggota Komisi XI DPR Johnny G. Plate menginginkan pembangunan infrastruktur jangan sampai membuat defisit…