Ekonomi Banten Triwulan I-2018 Tumbuh 5,95 Persen

Ekonomi Banten Triwulan I-2018 Tumbuh 5,95 Persen

NERACA

Serang - Perekonomian Provinsi Banten Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) pada triwulan I-2018 tumbuh 5,95 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulanIV-2017 yang hanya sebesar 5,75 persen (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Rahmat Hernowo mengatakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi Banten triwulan-I/2018 sebesar itu dari sisi pengeluarana adalah meningkatnya net ekspor, investasi, dan konsumsi rumah tangga.”Di sisi penawaran, pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten didorong oleh tingginya pertumbuhan lapangan usaha industri pengolahan, perdagangan besar dan lapangan usaha real estate,” kata Hernowo di Serang, Selasa (17/7).

Secara spasial, kata Hernowo, pertumbuhan ekonomi Banten triwulan I-2018 lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang justru tumbuh melambat. Di level regional Jawa, pertumbuhan ekonomi Banten merupakan yang tertinggi ketiga setelah Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat. Secara umum terdapat peningkatan pada postur Anggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD) Banten 2018 dibandingkan 2017, baik dari sisi pendapatan maupun sisi belanja, sebagaimana tercermindari pagu masing-masing komponen tersebut.

Ia menyebutkan pagu pendapatan pemerintah Provinsi Banten tahun 2018 adalah Rp10,36 triliun, sementara anggaran belanja senilai Rp11,36 triliun. Realisasi pendapatan pemerintah Provinsi Banten triwulan-I/2018 sebesar 21,5 persen terhadap target pendapatan, lebih rendah dibandingkan triwulan-I/2017 sebesar 22,3 persen.

Serapan anggaran belanja Provinsi Banten sebesar 8,46 persen, juga lebih rendah dibandingkan triwulan-I/2017 yang mencapai 9,56 persen. Sementara itu, total anggaran pendapatan delapan pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Banten pada 2018 adalah sebesar Rp22,264 triliun, sedangkan anggaran belanja total adalah Rp25,07 triliun.

Secara spasial anggaran pendapatan dan belanja terbesar dimiliki oleh Kabupaten Tangerang, diikuti Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Secara kumulatif realisasi pendapatan pada triwulan-I/2018 di delapan kabupaten/kota adalah 15,99 persen, lebih rendah dibandingkan triwulan-I.2017 sebesar 16,5 persen.

“Di sisi lain, realisasi anggaran belanja secara total sebesar 10,24 persen terhadap pagu anggaran, masih realtif tendah, namun leboh tinggi dari realisasi pada triwulan-I/2017 yang sebesar 6,4 persen,” kata Hernowo. Ant

BERITA TERKAIT

Diskopdagrin Kota Sukabumi Pantau Terus Pupuk Bersubsidi

Diskopdagrin Kota Sukabumi Pantau Terus Pupuk Bersubsidi   NERACA Sukabumi - Selain memantau perkembangan bahan pokok penting (bapokting) dan barang strategis…

Sah, AKD Kota Sukabumi Terbentuk

Sah, AKD Kota Sukabumi Terbentuk   NERACA Sukabumi - Akhirnya Alat Kelengkapan DPRD (AKD) Kota Sukabumi sah terbentuk. Meskipun sebelumnya beberapa…

Sinergi PNM-SMF Hadirkan Pembiayaan Perumahan yang Layak dan Terjangkau - KPR untuk Karyawan dan Mitra Binaan PNM

Sinergi PNM-SMF Hadirkan Pembiayaan Perumahan yang Layak dan Terjangkau KPR untuk Karyawan dan Mitra Binaan PNM NERACA Jakarta - PT…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Mantan Relawan Buat Surat Terbuka untuk Anies

Mantan Relawan Buat Surat Terbuka untuk Anies  NERACA Jakarta - Saat pesta demokrasi Pilkada DKI Jakarta 2017, sebagai Cagub-Cawagub Anies…

Ada Si Mantap di Disdukcapil Kota Sukabumi

Ada Si Mantap di Disdukcapil Kota Sukabumi  NERACA Sukabumi - Dalam meningkatkan pelayanan ke masyarakat, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil…

39 Warga Lebak Bekerja di Negara ASEAN

39 Warga Lebak Bekerja di Negara ASEAN   NERACA Lebak - Sebanyak 39 warga Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, tahun 2019 bekerja…