Adira Finance Rilis Obligasi Rp 1,5 Triliun

NERACA

Jakarta – Masih positifnya pertumbuhan otomotif, mendorong perusahaan pembiayaan untuk mengejar pertumbuhan bisnis lebih gesit lagi. Ambisi inilah yang dilakukan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) yang menargetkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 10%. Maka guna memenuhi target tersebut, perseroan perkuat modal dengan menerbitkan obligasi ke publik dengan target dana Rp1,5 triliun melalui emisi 5 seri obligasi.

Berdasarkan keterangan resmi Indo Premier Sekuritas di Jakarta, Rabu (18/7) kemarin, obligasi ini memperoleh peringkat idAAA dari Pefindo dan bernama Obligasi Berkelanjutan IV Adira Finance Tahap III Tahun 2018. Obligasi ini diterbitkan dengan harga penawaran 100% dari nilai nominal obligasi dan dijaminkan dengan piutang lancar perseroan sekurang-kurangnya 50% dari nilai pokok obligasi. Obligasi ini diterbitkan untuk kegiatan pembiayaan konsumen sehubungan dengan kegiatan usaha perseroan.

Kelima seri yang ditawarkan masing-masing seri A tenor 370 hari, seri B tenor 24 bulan, seri C 36 bulan, seri D 48 bulan, dan seri E 60 bulan. Indikasi tingkat bunga untuk masing-masing seri yakni seri A 7,00% - 8,00%, seri B 7,50% - 8,50%, seri C 8,00% - 9,00%, seri D 8,50% - 9,50%, seri E 8,75% - 9,75%. Obligasi ini mulai ditawarkan kepada publik sejak 11 Juli 2018 lalu. Masa penawaran awal atau bookbuilding ini akan berakhir pada 25 Juli 2018 pekan depan.

Seusai bookbuilding, masa penawaran umum obligasi ini akan dilakukan padaa 10-13 Agustus 2018. Penjatahan, pembayaran dari investor, dan distribusi dilakukan berturut-turut pada 14-16 Agustus 2018. Pencatatan di bursa ditargetkan pada 20 Agustus 2018. Indo Premier Sekuritas sebagai salah satu penjamin emisi efek mencatat sejumlah pertimbangan investasi bagi instrumen dari anak usaha PT Bank Danamon Indonesia Tbk. ini. Pertama, surat utang ini mendapatkan dukungan dan komitmen yang kuat dari Bank Danamon.

Kedua, perseroan merupakan salah satu perusahaan pembiayaan sepeda motor dan mobil yang terbesar di Indonesia. Ketiga, perseroan memiliki tingkat hutang yang relatif masih rendah. Keempat, perseroan merupakan salah satu perusahaan pembiayaan yang memiliki peringkat tertinggi idAAA dari Pefindo. Kelima, perseroan memiliki jaringan usaha yang luas dengan segmen pasar yang lengkap.

BERITA TERKAIT

Pemda Jateng Terbitkan Obligasi Rp 1,2 Triliun

NERACA Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, pemerintah daerah Jawa Tengah (Jateng) berencana menerbitkan obligasi daerah senilai Rp 1,2…

OJK Targetkan Capai Rp 250 Triliun di 2018 - Pendanaan di Pasar Modal

NERACA Jakarta – Geliat transaksi saham di pasar modal seiring dengan pesatnya pertumbuhan investor dan jumlah emiten, menjadi keyakinan Otoritas…

BEI dan OJK Kaji Kasus Sengketa BFI Finance - Tersandung Masalah Hukum

NERACA Jakarta – Menguaknya perkara yang menimpa PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mendapatkan respon reaktif dari Otoritas Jasa Keuangan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hasnur Group Bina Juara Dunia Karate

NERACA Jakarta - Keinginan Fauzan, karateka asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang belum lama ini berhasil memenangi Kejuaraan Dunia Karate Tradisional…

BNI Terbitkan MTN Subordinasi Rp 100 Miliar

NERACA Jakarta - Perkuat likuiditas dalam rangka rangka mendanai ekspansi bisnis, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pada tanggal 10…

ADHI Kantungi Kontrak Baru Rp 7,45 Triliun

NERACA Jakarta — Sampai dengan Juli 2018, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengantongi kontrak baru Rp7,45 triliun dengan kontribusi…