Jasa Marga Raup Laba Bersih Rp 1,04 Triliun

NERACA

Jakarta –Pada paruh pertama tahun ini, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatatkan kenaikan laba bersih 2,9% menjadi Rp 1,04 triliun dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,01 triliun. Kenaikan laba bersih tersebut didorong oleh naiknya pendapatan JSMR pada periode tersebut menjadi Rp 18,66 triliun atau tumbuh signifikan 42,47% dari semester I tahun lalu sebesar Rp 13,09 triliun.

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, pendapatan tertinggi berasal dari pendapatan konstruksi yang naik 61,87% menjadi Rp 13,87 triliun. Sedangkan pendapatan jalan tol dan usaha lainnya tumbuh 5,76% menjadi Rp 4,78 triliun. Sedangkan beban pendapatan usaha juga tumbuh signifikan 48,57% dari sebelumnya Rp 10,61 triliun pada semester I tahun lalu menjadi Rp 15,77 triliun pada semester I-2018. Kenaikan beban tertinggi berasal dari beban konstruksi yang naik 61,8% menjadi Rp 13,77 triliun.

Sementara itu, liabilitas perseroan pada semester-I tahun ini menjadi sebesar Rp 68,17 triliun atau tumbuh 11,84% dibandingkan liabilitas pada akhir 2017 sebesar Rp 60,95 triliun. Sedangkan ekuitas JSMR pada enam bulan pertama tahun ini tumbuh 5,13% menjadi Rp 19,3 triliun dibandingkan dengan ekuitas pada 2017 sebesar Rp 18,35 triliun. Sementara itu, secara aset JSMR tumbuh 10,29% secara menjadi Rp 87,47 triliun pada semesterI tahun ini dibandingkan dengan aset perseroan pada akhir 2017 sebesar Rp 79,31 triliun.

Jasa Marga tahun menargetkan dapat mengoperasikan ruas tol baru melalui sejumlah anak usahanya pada tahun ini sekitar 175 kilometer (km).”Ya, sekitar 175 km ruas tol baru hingga akhir tahun ini, diluar ruas Solo-Ngawi sepanjang 90,17 km dan Ngawi-Kertosono 49,5 km. Kedua ruas ini harusnya tuntas tahun lalu" kata Dirut PT Jasa Marga Tbk, Desi Arryani.

Tol Ngawi-Kertosono sendiri sepanjang 87 km, terbagi menjadi empat seksi dan sebagian konstruksinya sepanjang 37,5 km menggunakan dana APBN dan 49,5 km dibangun oleh PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh PT Jasa Marga. Dengan demikian, kata Desi, total konsesi yang dimiliki BUMN tol tersebut hingga akhir tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 1500 km, atau tepatnya 1.496 km.”Dari jumlah itu, yang sudah operasi adalah sekitar 700 km dan sisanya sedang dalam proses penyelesaian konstruksi dan tersebar di seluruh Indonesia, khususnya di Pulau Jawa," ujarnya.

Perseroan juga menargetkan pendapatan usaha di luar konstruksi sebesar Rp 11,6 triliun pada tahun 2018. Target tersebut meningkat 30,3% dibandingkan pencapaian perusahaan ini sepanjang tahun 2017. Sepanjang 2017, Jasa Marga telah membukukan pendapatan usaha di luar konstruksi sebesar Rp 8,9 triliun atau hanya meningkat 4,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

BERITA TERKAIT

WIKA Bukukan Laba Bersih Rp 2,07 Triliun

NERACA Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sepanjang tahun 2018 mencetak laba bersih sebesar Rp2,07 triliun, tumbuh signifikan…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

CMNP Kantungi Laba Bersih Rp 775,85 Miliar

NERACA Jakarta - Bisnis jalan tol sepanjang tahun 2018 masih memberikan keuntungan bagi PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP). Dimana…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…