Penjualan Kabelindo Murni Turun 29,45%

NERACA

Jakarta - PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM) membukukan penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp221,7 miliar sepanjang kuartal I/2018. Capaian tersebut menurun 29,45% dibandingkan dengan penjualan perseroan pada kuartal I/2017 yang sebesar Rp314,29 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Hal yang sama juga pada laba bersih yang turun signifikan. Tercatat pada Januari hingga Maret 2018, emiten produsen kabel domestik ini membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp904,48 juta. Capaian tersebut terperosok 84,06% dibandingkan dengan laba bersih perseroan selama periode sama tahun sebelumnya (yoy) yang mencapai Rp5,67 miliar.

Adapun, laba perseroan pada kuartal I/2017 tercatat lebih tinggi karena didukung faktor penambahan dari surplus revaluasi aset tetap sehingga menambah jumlah penghasilan komprehensif lain sebesar Rp434,37 miliar. Pada tahun ini, KBLM mengaloasikan belanja modal sebesar Rp10 miliar, di mana sebesar 10%—12% di antaranya akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi, terutama segmenbuilding wireyang permintaannya terus meningkat. Dari penambahan kapasitas tersebut, perseroan berencana meningkatkan pasokan kepada PLN.

Direktur Kabelindo Murni, Petrus Nugraha pernah bilang, pada kuartal I/2018, kinerja perseroan memang menurun karena PLN menurunkan pemesanannya, sedangkan kontrak baru mulai ditandatangani pada April 2018.”Ada juga pengaruh harga bahan baku yang pada 2018 naik secara signifikan dibandingkan tahun lalu. Selain itu, beberapa tender di-holdkarena dipengaruhi naiknya harga tembaga pemelamah nilai tukar,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, proyek listrik yang tengah gencar dilaksanakan pemerintah mampu jadi tambang profit bagi perseroan. KBLM bahkan sudah mendapatkan kontrak dengan PLN senilai Rp 300 miliar untuk pengadaan."Prospeknya masih harus bisa dikejar sales-nya. Terutama pengiriman dan jatah tambahan dari PLN," kata Petrus.

Petrus optimistis, kuartal II-2018 laba KBLM masih akan tetap positif. Meskipun diakui, strategi penjualan harus terus dikejar dan dimaksimalkan. Bahkan, KBLM menyiapkan strategi khusus ke PLN dengan cara aktif mendatangi setiap area distribusi, untuk mempercepat permintaan dan pengiriman pesanan. "Sehingga kami dapat mengejar ketinggalan waktu di awal tahun," jelasnya.

Hingga akhir tahun, fokus ekspansi emiten kabel ini adalah penambahan kabel di pasar retail. Dimana perseroan masih proyeksi dapat dicapai sesuai rencana, naik 10%. Selama ini komposisi permintaan dari swasta mencapai 65% dan 30% dari PLN.

BERITA TERKAIT

Laba Multipolar Technology Turun 11,3%

Di tahun 2018, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mencatatkan laba bersih sebesar Rp99,66 miliar atau turun 11,3% dibanding periode yang…

PPRO Bukukan Penjualan Rp 3,48 Triliun

NERACA Jakarta -Pengembang properti terkemuka di Tanah Air, PT PP Properti Tbk (PPRO) mencatatkan marketing sales Rp3,48 triliun sepanjang tahun…

Peugeot Motocycles Indonesia Perluas Jaringan Penjualan

  Produsen sepeda motor asal Prancis yang dikenal melalui produk skuter premium, berencana memperluas jaringan penjualannya dengan mengundang para investor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jasa Marga Bukukan Utung Rp 2,2 Triliun

Sepanjang tahun 2018, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun atau sama dengan periode yang sama tahun…

Produksi Minyak Sawit ANJT Tumbuh 6,6%

Hingga Februari 2019, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) memproduksi minyak sawit mentah sebanyak 34.750 ton atau naik 6,6% dari…

Pefindo Beri Rating AAA Obligasi Indosat

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAAA terhadap Obligasi Berkelanjutan II Tahap III/2019 seri A PT Indosat Tbk (ISAT)…