Penjualan Ekspor BOLT Tumbuh 50% - Ditopang Pasar di India

NERACA

Jakarta – Semester pertama 2018, PT Garuda Metalido Tbk (BOLT) membukukan lonjakan penjualan ekspor sebesar 50%. Kenaikan ekspor tersbeut terutama terkerek oleh permintaan dari India,”Pasar India jauh lebih besar dibandingkan pasar Indonesia, sehingga sangat potensial bagi kami. Pertumbuhan mereka sangat besar dan tuntutan atas kualitas produknya juga terus meningkat,”kata Direktur Keuangan Garuda Metalindo, Anthony Wijaya di Jakarta, kemarin.

Dirinya menyampaikan, pasar India membutuhkan produk berkualitas dalam jumlah besar, namun pemenuhannya tersendat karena masih ada permasalahan kualitas produk dari para pemasok lokal di India. Akhirnya, pemain industri otomotif menjajaki supplier dari negara lain. Maka untuk memperluas pasar ekspor, saat ini perseroan juga tengah menjajaki pasar Amerika Serikat untuk pengapalan produk. Pasar AS pun dinilai potensial karena industri otomotif yang sangat maju.

Sebelumnya, emiten produsen komponen ini berambisi memperbesar pasar ekspor di Asia dan di Amerika Serikat. Sejauh ini, perseroan telah mengekspor produknya ke beberapa negara di Uni Eropa. Asal tahu saja, pasar ekspor perseroan ke India baru dilakukan pada kuartal IV tahun lalu. Permintaan pasar ekspor ke India terus konsisten meningkat dan karena itu, perseroan optimis permintaan akan terus tumbuh karena populasinya yang juga cukup besar.

Sebagai informasi, tahun ini BOLT menargetkan pendapatan dan laba bersihnya naik sebesar 5%-10%. Target ini sama seperti target yang dipatok tahun lalu. Untuk pasar dalam negeri, produsen berbagai jenis fasteners (mur dan baut) ini berharap ada peningkatan permintaan di sektor otomotif baik dari roda dua maupun di roda empat.

Kemudian untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini, perseroan menganggarkan untuk ekspansi produksi sekitar Rp 70 miliar sampai Rp 75 miliar. Nantinya capex tersebut juga untuk mendanai logistic center baru di kawasan MM2100. Presiden Direktur PT Garuda Metalindo Tbk, Ervin Wijaya pernah bilang, dana capex berasal dari internal dan bantuan financing dari perusahaan mesin yang produknya akan dibeli.”Kami akan beli mesin-mesin baru yang akan datang pada pertengahan tahun ini untuk antisipasi peningkatan ekspor," ujarnya.

BERITA TERKAIT

Minat Investasi di Pasar Modal - Jumlah Investor di Kepri Tumbuh 58.86%

NERACA Batam - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat investasi sektor pasar modal semakin diminati masyarakat Provinsi Kepulauan Riau. Dimana hal…

Manjakan Investor Dorong Ekspor

Oleh: Sarwani Kata ekspor sudah seperti mantra yang sering diucapkan untuk mengurai masalah kurangnya aliran dolar AS ke Tanah Air…

Perkuat Bisnis Unit Link - Tahun Depan, Asuransi Bintang Bidik Premi Tumbuh 25%

NERACA Jakarta – Memanfaatkan penetrasi asuransi yang masih rendah di Indonesia, PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) menaruh asa di tahun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…