Pembiayaan BTPN Syariah Tumbuh 19,1%

NERACA

Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPN Syariah) hingga akhir Juni 2018 membukukan pembiayaan Rp6,87 triliun, tumbuh 19,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp5,77 triliun. "Bisnis model kami unik, menyasar ibu-ibu dari kelompok prasejahtera produktif dengan nilai pembiayaan rata-rata Rp2 juta per nasabah. Kami bersyukur dapat melayani segmen ini demi terbukanya akses keuangan untuk seluruh lapisan masyarakat," kata Direktur Utama BTPN Syariah Ratih Rachmawaty dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (17/7).

Ratih menjelaskan, meski tumbuh "double digit", manajemen tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian yang tecermin pada tingkat rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing/NPF sebesar 1,7 persen.

Bisnis model yang dikembangkan BTPN Syariah dalam melayani segmen masyarakat prasejahtera produktif, kata Ratih, mendapatkan respons positif. Ini tercermin pada jumlah dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp7,02 triliun, tumbuh 17,8 persen dari posisi Juni 2017 sebesar Rp5,96 triliun. Pengumpulan DPK ini juga sejalan dengan laju pertumbuhan pembiayaan sehingga rasio likuiditas atau financing to deposit ratio (FDR) sebesar 97,9 persen.

Dengan berbagai pencapaian tersebut, BTPN Syariah mencatat kenaikan aset sebesar 32,5 persen menjadi Rp10,73 triliun per akhir Juni 2018 dan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 36,9 persen. Adapun laba bersih mencapai Rp449 miliar atau tumbuh 53,4 persen. "Laba tumbuh positif berkat pertumbuhan pembiayaan yang impresif, kualitas pembiayaan yang baik dan biaya operasional yang lebih efisien," kata Ratih.

Selain memberikan solusi keuangan, BTPN Syariah juga melakukan program pendampingan. Program ini, menurut Ratih, berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas dan kedisiplinan debitur, sehingga NPF berhasil dijaga di bawah batas aman yang ditetapkan regulator. BTPN Syariah memberikan pendampingan secara berkelanjutan bahkan sejak calon nasabah belum mendapatkan pembiayaan

BERITA TERKAIT

Sepekan, Kapitalisasi Bursa Tumbuh 0,99%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesis (BEI) mencatatkan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ketiga di bulan Maret…

Prodia Catatkan Laba Bersih Tumbuh 16,35%

NERACA Jakarta – Di 2018, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) berhasil mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar Rp 175,45 miliar, lebih…

Danai Akuisisi Lewat IPO - Menteng Heritage Bidik Pendapatan Tumbuh 12%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Menteng Heritage Realty berencana menggelar penawaran umum perdana saham alias initial public offering…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

KUR Diharapkan Optimalkan Potensi Perikanan Rakyat

    NERACA   Demak - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) diharapkan bisa mengoptimalkan potensi perikanan rakyat yang peluangnya masih…

Bank DKI Dukung Sistem Pembayaran MRT Jakarta

    NERACA   Jakarta - Terus mendorong penerapan transaksi non tunai di DKI Jakarta, Bank DKI mendukung sistem pembayaran…

Transaksi Dagang Indonesia – Thailand Naik Empat Kali Lipat - Pakai Mata Uang Lokal

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan nilai perdagangan antara Republik Indonesia (RI) dan Thailand yang…