SAME Suntik Modal Anak Usaha Rp 100 Miliar

NERACA

Jakarta – Emiten pengelola rumah sakit Omni Hospital, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) belum lama ini memberikan dana segar kepada anak usahanya yakni PT Kurnia Sejahtera Utama (KSU) senilai Rp100 miliar. Peningkatan modal dasar KSU dari Rp20 miliar menjadi Rp200 miliar terbagi atas 200.000 saham. Penambahan penyertaan modal KSU sebanyak 100.000 saham atau senilai Rp100 miliar.

Direktur Sarana Meditama Metropolitan, Surina dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan, dengan demikian, modal disetor KSU berubah dari Rp10 miliar menjadi Rp110 miliar. Dirinya menjelaskan, alasan dilakukannya penambahan penyertaan modal ini adalah untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka pembangunan rumah sakit baru. Kejadian ini tidak berdampak secara langsung karena penambahan modal dilakukan kepada perusahaan anak yang telah dimiliki secara mayoritas perseroan dan tidak mengubah pemegang saham pengendali KSU.

Sebelumnya, SAME juga mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tepatnya pada 3 Juli lalu. SAME mendapatkan fasilitas kredit investasi dengan nilai pokok pinjaman mencapai Rp729 miliar serta fasilitas kredit modal kerja dengan nilai pokok pinjaman Rp60 miliar."Tujuan oinjaman adalah untuk take over fasilitas kredit investasi sekaligus top up dan tambahan modal kerja," kata Surina.

Dia mengatakan, kejadian ini akan menunjang pembiayaan untuk pengembangan usaha perseroan serta menjamin ketersediaan dana untuk melakukan ekspansi sehingga mendukung kelangsungan usaha perseroan. Sementara itu, pada kuartal I/2018 SAME telah membukukan pendapatan senilai Rp222,4 miliar. Angka ini naik sebesar 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni senilai Rp181 miliar.

Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan dan laba bersih tumbuh 23% atau hingga akhir tahun ini pendapatan berada di angka Rp 953,98 miliar dan laba bersih Rp 88,56 miliar. Direktur PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk, Hassan Themas mengatakan bahwa guna merealisasikan targetnya, perseroan akan menambah satu rumah sakit dan menambah kapasitas tempat tidur di rumah sakit yang sudah ada,”Rencana ekspansi Omni ke depan, kita harus konsisten membuka rumah sakit baru dari tahun ke tahun. Tahun ini kita operasikan Omni Hospitals yang di Pekayon, Bekasi. Kalau kapasitas kita tambah 250 tempat tidur per tahun,"ujarnya.

Untuk itu, Hassan menyatakan jika hingga saat ini pihaknya tidak berhenti untuk mencari lahan yang bisa dibangun rumah sakit. Namun, disampaikannya, jika dalam mencari lahan untuk pembangunan rumah sakit tidak mudah karena sering terhambat masalah perizinan. Selain mencari lahan, perseroan juga terus berusaha mencari rumah sakit yang bisa diakuisisi.

BERITA TERKAIT

Superkrane Raih Kontrak Baru Rp 40 Miliar - Garap Dua Proyek PLTU

NERACA Jakarta – Di sisa akhir tahun 2018, PT Superkrane Mitra Utama Tbk (Superkrane) belum lama ini mengantongi dua kontrak…

Nusantara Properti Incar IPO Rp 200 Miliar - Lepas Saham Ke Publik 25%

NERACA Jakarta – Di saat beberapa perusahaan menunda rencana IPO hingga tahun depan, namun ada sebagian perusahaan yang tetap keukeuh…

MIKA Sisakan Dana IPO Rp 401,13 Miliar

NERACA Jakarta - PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) masih mengantongi sisa dana hasil penawaran umum perdana saham alias initial…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 350 Miliar

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengalokasikan dana pembayaran pokok obligasi I Waskita Karya Tahap II…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

Dorong Pemerataan Infrastrukur - Lagi, Indonesia Infrastructure Week Digelar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur terus digenjot pemerintah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Apalagi, infrastruktur dipandang sebagai fondasi yang perlu…