Panin Sekuritas Akui 70% Nasabah Sudah Lakukan Pemisahan Rekening - Rp 1 Miliar untuk Online Trading Syariah

NERACA

Jakarta - PT Panin sekuritas Tbk (PANS) mencatat sebanyak 70% nasabahnya sudah melakukan pemisahan rekening terkait dengan peraturan rekening dana investor (RDI). Direktur Utama PANS, Handrata Sadeli mengatakan, tepatnya, jumlah nasabah yang sudah melakukan pemisahan rekening sebanyak 5.000 orang.

Sementara, nasabah yang belum memisahkan RDI tinggal 30% atau 1.000 nasabah. Maka, nasabah bersangkutan tidak diperbolehkan melakukan transaksi atau terkena suspen. Namun dirinya memastikan, kondisi investor yang tidak bisa melakukan perdagangan saham tidak menganggu kinerja perseroan.

"Sisanya belum bisa transaksi, tapi itu biasanya nasabah yang tidak aktif. Lagipula mereka mengerti dan bersedia disuspensi. Dan itu tidak berpengaruh," kata Handrata di Jakarta, Selasa (21/2). Dia menargetkan transaksi harian PANS tahun ini di atas 100 transaksi per hari. Sedangkan, tahun lalu transaksi harian perseroan mencapai 106 kali. Terkait penjaminan emisi obligasi (surat utang), PANS menargetkan bisa mencapai Rp 200 miliar pada tahun ini.

Sebagai informasi, transaksi dari PANS mencapai Rp 100 miliar per hari. Adapun bank yang terintegrasi dengan perseroan untuk menyimpan dana investor adalah PT Bank BCA Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Permata Tbk (BNLI).

Selain itu, PANS tengah menyiapkan dana sebesar Rp 1 miliar untuk program online trading syariah. "Sekarang sedang proses. Mudah-mudahan tahun ini bisa, ya, semester II-2012," ungkapnya. Adapun alasan perseroan tertarik dengan online trading syariah tersebut dikarenakan banyak investor, terutama di daerah yang merasa jika transaksi saham tidak halal.

"Banyak di daerah yang menganggap transaksi saham judi, makanya kita kasih, bahwa ini syariah, ini yang sudah di-approve oleh dewan syariah. Itu boleh, bukan judi," tutur dia. Namun dia memastikan, tidak harus investor daerah yang menjadi target dari beroperasinya online trading syariah ini.

Investor di Jakarta yang berminat juga bisa bergabung. "Targetnya (untuk angka), belum bisa memberikan disebut. Tapi itu pada saat ini lebih memberikan fasilitas dari online trading, pilihan untuk investor. Otomatis sistem nantinya yang akan seleksi otomatis mana saham syariah," tandas Handrata.

50 ribu nasabah

Sedangkan anak usaha PANS, PT Panin Asset Management, menargetkan dana kelolaan pada 2012 mencapai Rp 16 triliun naik 78% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp 9 triliun. Direktur Utama Panin Asset Management, Winston Sual mengatakan, selain peningkatan jumlah dana kelolaan, pihaknya juga menargetkan penambahan jumlah nasabah menjadi 50 ribu nasabah dibanding sebelumnya 17 ribu nasabah.

Untuk mencapai target tersebut, Panin Asset Management mengaku telah menyiapkan sejumlah produk baru, misalnya, Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Syariah. Selain itu, menambah jumlah kantor cabang dan tenaga pemasar, memperkuat infrastruktur serta pengelolaan dana investasi. [yahya]

BERITA TERKAIT

Membangun Bisnis Untuk Pemula

Membuka bisnis sendiri atau berwirausaha kian digandrungi banyak orang. Bagi seseorang yang fleksibel dan tidak suka terikat, berbisnis memang menjadi…

Komitmen Mansek Ciptakan Investor Berkualitas - Lewat Trading Challenge

NERACA Jakarta – Pentingnya peranan investor lokal dalam menjaga pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan juga kapitalisasi di pasar…

Pasokan Gas LPG 3 Kg Langka, Pertamina Lakukan Operasi Pasar

      NERACA   Jakarta - PT Pertamina (Persero) dan Pemda setempat berkoordinasi menindaklanjuti melonjaknya konsumsi LPG 3 kg…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Buka Kantor Perwakilan di Mataram

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kantor perwakilan di Mataram, Nusa Tenggara Barat untuk memudahkan penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai…

Bank Jateng Terbitkan MTN Rp 1 Triliun

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnis di tahun depan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah alias Bank Jateng menerbitkan surat…

LPKR Bidik Dana Rights Issue Rp 600 Miliar

Butuh modal untuk mendanai ekspansi bisnis di 2018, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) pada…