Peradi: Advokat Harus Kuasai e-Court

Peradi: Advokat Harus Kuasai e-Court

NERACA

Jakarta - Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi), Juniver Girsang, menyatakan advokat harus menguasai sistem administrasi perkara di pengadilan secara elektronik atau aplikasi e-court. Jika tidak konsekuensinya advokat itu tidak akan mendapatkan pelayanan dari pengadilan.

"Sistem aplikasi e-court merupakan kemajuan fenomenal dari Mahkamah Agung (MA) dalam memenuhi asas peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan," kata dia melalui siaran persnya di Jakarta, Selasa (17/7).

Kendati demikian, kata dia, aplikasi tersebut masih menyimpan berbagai persoalan bagi kalangan advokat."Pemberlakuan e-court ini dapat menyulitkan advokat dalam mengurus perkara kliennya, karena bagi advokat yang tidak mengikuti sistem ini tidak akan mendapatkan pelayanan dari pengadilan, padahal ia sudah menjadi kuasa dari kliennya," ujar dia.

Dikatakan, memang dengan aplikasi e-court advokat dalam menangani perkara perdata tidak perlu lagi datang ke pengadilan untuk mendaftar, tetapi cukup melalui e-filling. Sehingga, mempersempit adanya interaksi langsung antara advokat dan pegawai pengadilan."Akan tetapi, yang menjadi persoalan lainnya adalah, advokat tidak bisa lagi selalu berpindah-pindah kantor. Karena e-mail yang didaftarkan tidak bisa sembarangan diganti. Hal ini tentu akan menyulitkan, karena perpindahan kantor di kalangan advokat hal yang lumrah terjadi," kata dia.

Menurut dia, di satu sisi, aplikasi ini akan memudahkan proses administrasi perkara perdata secara elektronik di pengadilan, namun di sisi lain, aplikasi e-court justru dapat menjadi penghalang bagi kerja advokat yang tidak mengikuti aplikasi ini. Karena itu, DPN Peradi akan mengadakan sosialisasi aplikasi e-court bagi para advokat."Sosialisasi ini berlaku untuk seluruh advokat tanpa memandang organisasinya," kata dia.

Ia menambahkan, sekalipun sosialisasi ini merupakan gagasan Peradi yang dipimpinnya, namun acara ini bisa dihadiri oleh advokat lintas organisasi."Yang penting dia adalah advokat," ujar dia.

Sosialisasi e-court akan menghadirkan Ketua Mahkamah Agung, Hatta Ali, sebagai 'keynote speaker', dan akan diadakan pada Jumat, 20 Juli 2018, pukul 14.00 WIB, di Hotel Pullman, Jakarta Pusat.

Aplikasi e-court merupakan pelaksanaan dari Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2018 tentang Administrasi Perkara Secara Elektronik di Pengadilan. Aplikasi ini, sebagaimana disampaikan Ketua Mahkamah Agung, terdiri dari tiga fitur utama, yakni pendaftaran perkara (e-filing), pembayaran panjar uang perkara (e-payment) dan penyampaian pemberitahuan dan pemanggilan persidangan secara elektronik (e-summons). Hatta Ali berpesan kepada pimpinan pengadilan percontohan agar melaksanakan proses ini dengan sebaik-baiknya dan para admin yang menanganinya agar tetap fokus pada pelayanan keperkaraan secara elektronik. Ant

BERITA TERKAIT

Gubernur Sumsel: Pemprov Harus Maksimalkan Pelayanan Publik

Gubernur Sumsel: Pemprov Harus Maksimalkan Pelayanan Publik NERACA Palembang - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

SYARAT EKONOMI RI TUMBUH STABIL DI ATAS 5% - BI: Syaratnya CAD Harus di Bawah 2%

Jakarta-Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengingatkan, salah satu syarat agar ekonomi Indonesia dapat tumbuh stabil di atas 5%, adalah…

Presiden: Pemberantasan Korupsi Harus Jadi Gerakan Bersama

Presiden: Pemberantasan Korupsi Harus Jadi Gerakan Bersama NERACA Jakarta - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi harus menjadi…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Dua Barang Sitaan Djoko Susilo Berhasil Dilelang

Dua Barang Sitaan Djoko Susilo Berhasil Dilelang NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara…

KPPU Jamin Semua Orang Bisa Menjadi Pengusaha

KPPU Jamin Semua Orang Bisa Menjadi Pengusaha NERACA Tasikmalaya – Anggota KPPU Kodrat Wibowo di awal kuliah umum yang diselenggarakan…

Paviliun Indonesia di COP 24, Refleksi Implementasi Paris Agreement

Paviliun Indonesia di COP 24, Refleksi Implementasi Paris Agreement NERACA Katowice, Polandia -Indonesia membuktikan diri menjadi salah satu negara paling…