Medikaloka Hermina Kuras Kocek Rp 312,5 Miliar - Bangun Rumah Sakit Baru

NERACA

Jakarta – Pacu pertumbuhan bisnis dengan penetrasi pasar lebih luas lagi, PT Medikaloka Hermina Tbk berambisi terus menambah rumah sakit baru. Teranyar, pengelola rumah sakit Hermina ini mulai membuka rumah sakit baru dan membeli perlengkapan medis dengan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 312,5 miliar untuk pembangunan rumah sakit baru dan Rp 22,5 miliar untuk pembelian perlengkapan medis. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Realisasi tersebut baru sebesar 25% dari rencana bisnis yang ditetapkan perseroan. Untuk penambahan rumah sakit baru misalnya, HEAL menargetkan akan membangun sebanyak empat unit pada tahun ini. Secara total, perseroan akan menambah sebanyak 12 unit rumah sakit baru dalam 3 tahun ke depan. Beberapa waktu lalu, perseroan baru saja menyelesaikan pembangunan rumah sakit umum ke-29 yang berlokasi di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Perseroan juga menggunakan Rp475 miliar dana hasil initial public offering (IPO) untuk kebutuhan pelunasan utang DBSI dan MTN 1 Medikaloka Hermina Tahun 2017, serta pembiayaan kebutuhan operasional senilai Rp150 miliar.

Dengan demikian, total dana yang dikeluarkan oleh perseroan sejauh ini mencapai Rp960 miliar dari total dana hasil IPO mencapai Rp1,25 triliun. Dengan demikian, sisa dana hasil penawaran umum sebesar Rp290 miliar. Asal tahu saja, Direktur Keuangan RS Hermina, Aristo Setiawidjaja pernah mengatakan, perseroan merencanakan dapat membangun 4 rumah sakit baru setiap tahun. Sehingga setelah selesainya pembangunan rumah sakit Hermina di Kaltim, menyisakan 3 proyek pembangunan rumah sakit lain. "Tiga unit lagi itu di semester II, sementara yang lain ada di Palembang dan adalagi di Padang," jelasnya.

Selain melakukan ekspansi dengan pembangunan rumah sakit baru, Hermina juga berencana untuk menambah jumlah tempat tidur dari rumah sakit yang sudah ada. Secara kolektif dari rumah sakit yang telah ada, tahun ini Hermina akan mengembangkan layanan sebanyak 200 tempat tidur. "Jadi, dari existing hospital kami tambah 200 ranjang. Untuk rumah sakit baru kan kami biasanya membuka 50 ranjang. Jadi, 50 kali 4 ditambah 200 bed, ada 400 bed total," lanjut Aristo.

Sementara saat ini, jumlah layanan yang dimiliki oleh RS Hermina sebanyak 2.780 tempat tidur. Kemudian dari segi kompetisi bisnis, Aristo memandang terdapat dua pemain bisnis besar di bidang kesehatan selain Hermina, yaitu Siloam dan Mitra Medika. Menurutnya, untuk dapat bersaing, Hermina memiliki kelebihan di pangsa pasar. "Ketiganya health care provider yang baik di Indonesia, kalau strategi khusus mungkin dari pangsa pasar, kita nggak dari menengah ke atas, tapi juga serving menengah ke bawah," jelasnya.

Dalam tiga tahun terakhir, perseroan telah mencapai pertumbuhan rata-rata tahunan majemuk atau istilahnya Compounded Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 25,2% untuk pendapatan dan 30,8% untuk EBITDA. Pertumbuhan perseroan didorong oleh peningkatan jumlah penduduk kelas menengah dan pengeluaran untuk kesehatan di Indonesia. Sebagai salah satu jaringan rumah sakit swasta terbesar, Hermina telah melayani pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak dimulainya program tersebut. Perseroan telah mengalami pertumbuhan pendapatan yang konsisten dengan tingkat marjin yang stabil melalui penerapan skala ekonomi dan peningkatan efisiensi operasional.

BERITA TERKAIT

Superkrane Raih Kontrak Baru Rp 40 Miliar - Garap Dua Proyek PLTU

NERACA Jakarta – Di sisa akhir tahun 2018, PT Superkrane Mitra Utama Tbk (Superkrane) belum lama ini mengantongi dua kontrak…

Realisasi Kontrak Baru WIKA Capai 43,57%

NERACA Jakarta – Hingga September 2018,m PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) telah mengantongi nilai kontrak baru Rp25,32 triliun. Dengan…

Nusantara Properti Incar IPO Rp 200 Miliar - Lepas Saham Ke Publik 25%

NERACA Jakarta – Di saat beberapa perusahaan menunda rencana IPO hingga tahun depan, namun ada sebagian perusahaan yang tetap keukeuh…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 350 Miliar

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengalokasikan dana pembayaran pokok obligasi I Waskita Karya Tahap II…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

Dorong Pemerataan Infrastrukur - Lagi, Indonesia Infrastructure Week Digelar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur terus digenjot pemerintah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Apalagi, infrastruktur dipandang sebagai fondasi yang perlu…