Jaga Stabilitas Harga, ROTI Buyback Saham

NERACA

Jakarta – Menjaga stabilitas harga saham di pasar, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) berencana melalukan pembelian kembali (buyback) saham. Aksi korporasi sendiri telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB),“Buyback akan dilakukan selama 18 bulan ke depan, sebanyak-banyaknya 10% dari saham yang beredar. Kami belum bisa memberitahukan harganya,”kata Vice President Investor Relations & Corporate Communications Nippon Indosari Corpindo, Lukito Kurniawan Gozali di Jakarta, kemarin.

Dirinya mengungkapkan, buyback akan dilakukan sebanyak-banyaknya 10% dari modal disetor perseroan atau maksimal 618,64 juta saham. Asal tahu saja, pembelian kembali saham ini dimaksudkan untuk menstabilkan harga saham perseroan dan buyback saham pun akan memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola modal jangka panjang.

Pada perdagangan sesi pertama, Selasa (17/7), harga saham ROTI terkontraksi 25 poin atau 2,6% menuju level Rp935 per saham. Sepanjang tahun berjalan, kinerja saham ROTI pun telah turun lebih dari 26%. Penurunan harga saham ROTI ini lebih dalam bila dibandingkan dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun 7,75% sepanjang tahun ini.

Lukito mengatakan, perseroan menggunakan kas internal dalam aksi buyback ini. Pada 2018, ROTI mengincar pertumbuhan penjualan hingga 15% secara year-on-year (yoy). Pada kuartal I/2018, nilai penjualan ROTI mencapai Rp659,06 miliar atau tumbuh 9,39% dari posisi Rp602,45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat senilai Rp29,05 miliarper Maret 2018.

Sementara serapan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan sebesar Rp 96 miliar dari total capex yang di anggarkan pada tahun ini sebesar Rp 600 miliar. Sumber dana memanfaatkan juga hasil dari penawaran umum terbatas (PUT) I. Dengan rincian Rp 500 miliar digunakan untuk ekspansi, serta sisanya Rp 100 miliar digunakan untuk maintenance 11 pabrik yang sudah dimiliki perseroan.

Pada tahun 2018, perseroan menjadi Pemegang Saham mayoritas PT Prima Top Boga (51%) melalui penerbitan saham baru. Adapun PTB merupakan perusahaan yang bergerak di bidang adonan krim. Disamping itu, pada April 2018 ini perseroan juga baru mengoperasikan pabrik baru di Laguna Filipina yang saat ini memproduksi sekitar 100 ribu roti putih perharinya.

BERITA TERKAIT

LPPF Agendakan Buyback Saham Tambahan

Menjaga pertumbuhan kinerja harga saham, PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) berencana melakukan tambahan buy back atau pembelian kembali atas…

Harga Tiket Pesawat Mahal Bikin Pariwisata Bangka Belitung Meredup

Harga Tiket Pesawat Mahal Bikin Pariwisata Bangka Belitung Meredup NERACA Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum lama ini mengunjungi…

Bintraco Dharma Stock Split Saham 1:10

Jakarta - Tingkatkan likuiditas harga saham di pasar, PT Industri dan Perdagangan Bintraco Dharma Tbk (CARS) akan melakukan stock split …

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…