Laju IHSG Awal Pekan Terkoreksi 0,65%

Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (16/7) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,65% ke 5.905,16. Minimnya sentimen positif baik internal dan eksternal mendorong tertekannya indeks BEI sejak awal perdagangan hingga penutupan. Tengok saja, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan RI bulan Juni mencatat surplus US$ 1,74 miliar. Namun nilai ekspor Indonesia Juni 2018 mencapai US$ 13,00 miliar atau menurun 19,80% dibanding ekspor Mei 2018. Sementara dibanding Juni 2017 meningkat 11,47%.

Kemudian nilai impor Indonesia Juni 2018 mencapai US$11,26 miliar atau turun 36,27% dibanding Mei 2018, namun jika dibandingkan Juni 2017 meningkat 12,66%. Saham-saham unggulan yang tergabung dalam Investor33 turun 0,6% ke kisaran 406,61, indeks LQ45 turun 0,7% ke kisaran 930,92, JII turun 1,3% ke 661,14. Sektor agri turun 0,9%, industri dasar turun 1,1%, konsumsi turun 1,1%, keuangan naik 0,1% dan infrastruktur turun 1,5%.

Sektor manufaktur turun 1,2%, tambang turun 0,8%, aneka industri turun 1,4%, properti turun 1,3%, perdagangan naik 0,2%. Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka melemah sebesar 2,16 poin menjadi 5.941,91 seiring dengan melemahnya rupiah.

IHSG dibuka melemah sebesar 2,16 poin atau 0,04% ke posisi 5.941,91, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 0,55 poin (0,06%) menjadi 937,17,”Pelaku pasar tampaknya masih kembali melakukan aksi beli seiring imbas pergerakan bursa saham AS yang kembali menghijau," kata analis senior CSA Research Institute, Reza Priyambada.

Menguatnya bursa saham AS sendiri seiring dengan rilis laporan The Fed yang semakin optimis pada pertumbuhan ekonomi AS sehingga memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga.”Diharapkan IHSG selanjutnya dapat bertahan di atas support 5.898-5.916 untuk dapat melanjutkan penguatannya kembali. Resisten diharapkan dapat menyentuh kisaran 5.955-5.968," ujarnya.

Sebelumnya, pergerakan IHSG di akhir pekan mampu kembali bertengger di zona hijau seiring masih meningkatnya aksi beli asing. Meski tidak sepenuhnya didukung oleh pergerakan laju rupiah yang kembali melemah, laju IHSG tetap bergerak di teritori positif. Saham-saham berkapitalisasi besar kembali menjadi perburuan pelaku pasar, terutama saham-saham perbankan yang beberapa diantaranya yang masuk dalam jajaran "top gainers"

BERITA TERKAIT

Awal Pekan Ini, BEI Suspensi Saham Renuka

NERACA Jakarta - Setelah masuk pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi kenaikan harga saham di luar kewajaran, awal…

Aplikasi Terintegrasi PLB Diberlakukan Awal Tahun Depan

  NERACA   Jakarta - Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan akan mulai memberlakukan secara penuh penggunaan sistem aplikasi Pemasukan…

Pasar Global Dinilai Kondusif - IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan

NERACA Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (4/12) kembali ditutup menguat di tengah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kebanjiran Proyek Infrastruktur - Cashflow Waskita Beton Akhir Tahun Positif

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal menghitung hari, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) diproyeksikan mencatatkan cashflow operasional…

Ramaikan Harbolnas - Bukalapak Targetkan Transaksi Rp 1,6 Triliun

NERACA Jakarta - Meriahkan hari belanja online nasional (Harbolnas) di akhir tahun ini, Bukalapak yang selalu berpatisipasi selalu menghadirkan banyak…

Sentul City Bukukan Penjualan Rp 813 Miliar

NERACA Bogor – Emtien properti, PT Sentul City Tbk (BKSL) berhasil mencatatkan kinerja positif di kuartak tiga 2018. Dimana perseroan…