BEI Luncurkan Single Stock Future - Kembangkan Produk Derivatif

NERACA

Jakarta - Dongkrak pertumbuhan transaksi di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana meluncurkan produk derivatif di tahun ini yakni single stock future. Saat ini produk tersebut tengah diproses oleh BEI.”Saat ini sudah ada di pipeline dan sudah disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan," kata Hasan Fawzi, Direktur BEI di Jakarta, kemarin.

Hasan mengatakan bahwa nantinya produk derivatif ini akan memiliki skema penjualan yang sama. Instrumen ini sebenarnya merupakan upaya dari lindung nilai (hedging). Nantinya produk tersebut bakalan diluncurkan di semester kedua tahun 2018. Beberapa persiapan juga tengah dilakukan BEI untuk peluncuran produk ini. Terkait dengan produk ini, nantinya BEI akan mencari saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar. Beberapa kriteria juga harus dipenuhi seperti pemikihan saham dan produk tengah dalam proses finalisasi.

Asal tahu saja, guna menggeliatkan transaksi di pasar modal, pihak BEI akan melakukan peninjauan ulang terhadap produk produk efek derivatif yang ada. Hal yang akan ditinjau terkait satu perdagangan, fraksi harga dan pemberian insentif. Disamping itu, pihak BEI juga melihat kesiapan para pelaku dan pemilihan jaminan efeknya dengan melihat efek yang nilai trasaksinya paling likuid.

Saat ini, BEI telah memberikan insentif berupa peniadaan biaya transaksi bursa kepada liquidity provider terutama anggota bursa penawaran dan pembelian produk derivatif. Hal ini berlaku pada AB (Anggota Bursa) yang punya kemampuan financial yang tinggi dan BEI juga akan memberikan informasi pasar. Mengenai usulan permintaan insentif pajak transaksi, hal itu juga menjadi perhatian BEI untuk ditindak lanjuti.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI), Octavianus Budiyanto pernah bilang, yang menjadi persolan dalam produk derivatif adalah nilai transaksi. Untuk meningkatkan nilai transaksi perlu market maker atau pengerak pasar.”Market maker butuh insentif, misalnya pajak transaksi dan fee transaksi bursa,”ujarnya.

Dirinya menjelaskan, keputusan BEI meniadakan biaya transaksi tersebut juga diniai dianggap tidak terlalu berdampak. Sehingga perlu insentif lainnya. Untuk diketahui, produk derivatif sampai ini terdapat sembilan produk, yaitu; BMO5H9, BM05U8, BM05Z8, BM10H9, BM10U8, BM10Z8, LQ45N8, LQ45Q8 dan LQ45U8.

BERITA TERKAIT

Awal Pekan Ini, BEI Suspensi Saham Renuka

NERACA Jakarta - Setelah masuk pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi kenaikan harga saham di luar kewajaran, awal…

BEI Suspensi Saham Pool Advisa Finance

NERACA Jakarta – Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal menghentikan sementara perdagangan saham PT Pool Advisa Finance Tbk (POLA)…

Minim Disiplin Laporan Keuangan - BEI Berikan Sanksi Tegas 18 Emiten “Nakal”

NERACA Jakarta – Mendorong daya saing industri pasar modal tidak hanya sebatas inovasi pelayanan yang lebih efisien, tetapi juga prinsip…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kebanjiran Proyek Infrastruktur - Cashflow Waskita Beton Akhir Tahun Positif

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal menghitung hari, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) diproyeksikan mencatatkan cashflow operasional…

Ramaikan Harbolnas - Bukalapak Targetkan Transaksi Rp 1,6 Triliun

NERACA Jakarta - Meriahkan hari belanja online nasional (Harbolnas) di akhir tahun ini, Bukalapak yang selalu berpatisipasi selalu menghadirkan banyak…

Sentul City Bukukan Penjualan Rp 813 Miliar

NERACA Bogor – Emtien properti, PT Sentul City Tbk (BKSL) berhasil mencatatkan kinerja positif di kuartak tiga 2018. Dimana perseroan…