CSAP Bidik Dana Segar Rp 324,24 Miliar - Gelar Private Placement

NERACA

Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berencana melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement, dengan melepas maksimal 405,30 ribu saham baru atau 9,09% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan akan melepas sahamnya dengan nilai nominal Rp 100/saham dan telah menetapkan harga pelaksanaan saham dari aksi private placement tersebut yaitu Rp 800/saham. Sehingga diperkirakan perseroan dapat meraih dana segar sebesar Rp 324,24 miliar dari aksi tersebut. Sementara itu, pihak yang akan menerima saham baru yang akan diterbitkan perseroan ialah SCG Retail Holding Company Limited yang bertempat di Bangkok, Thailand.

Sedangkan seluruh saham baru tersebut akan diterbitkan makismal tujuh hari ke depan, pasca keterbukaan yang disampaikan olehCSAP. Lewat private placement tersebut, maka nantinya persentase kepemilikan saham publik berkurang menjadi 20,56% dari sebelumnya 22,62%. Lalu kepemilikan saham PT Buanatata Adisentosa menjadi 32,01% dari sebelumnya 35,21%.

Dilusi juga terjadi pada persentase kepemilikan saham NT Asian Discovery Master Fund dari sebelumnya 21% menjadi 19,09% serta kepemilikan saham Albizia ASEAN Opportunities Fund berubah menjadi 13,28% dan saham milik Budyanto Totong selaku Direktur UtamaCSAP terdilusi menjadi 5,65% dari sebelumnya 6,21%.

Sebagai informasi, saat ini perseroan sedang memfokuskan pengembangan toko baru dan yang sudah ada dengan cara menambahkan produk yang menarik, remodeling, meningkatkan efisiensi manajemen inventoris, serta mengembangkan sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi. Selain itu, melalui aksi korporasi ini, CSAP berharap bisa memiliki rasio utang terhadap ekuitas yang lebih baik. Menurut hitungan manajemen, setelah pelaksanaan private placement, rasio utang terhadap ekuitas akan mengalami penurunan menjadi sebsar 2,06 kali dari sebelumnya sebesar 2,37 kali per 31 Desember 2017.

Corporate Secretary PT Catur Sentosa Adiprana Tbk, Idrus Widjajakusuma pernah bilang, lewat aksi korporasi ini diharapkan likuiditas perseroan dalam menggenjot pertumbuhan bisnis bisa terealisasi.”Tahun ini kami menargetkan segmen ritel modern tumbuh 15% untuk menopang target pendapatan konsolidasi perseroan yang ditargetkan sebesar Rp11 triliun pada 2018,”ujarnya.

Maka untuk mengejar pertumbuhan tersebut, CSAP selaku induk usaha telah menyiapkan belanja modal sebesar Rp400 miliar dimana Rp250 miliar dialokasikan untuk segmen ritel modern. Disebutkan, strategi yang agresif disegmen ritel tersebut tidak lepas dari rencana besar perseroan untuk memiliki 50 jaringan ritel modern Mitra10 pada tahun 2020 mendatang.

BERITA TERKAIT

Superkrane Bidik Dana Segar Rp 378 Miliar - Tawarkan IPO Rp 900-1.260 Per Saham

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur tentunya memberikan dampak terhadap bisnis krane, seperti yang dialami PT Superkrane Mitra Utama. Berangkat…

Hasnur Group Bidik Dana Segar Rp 1,4 Triliun - Rencanakan IPO Anak Usaha di 2019

NERACA Jakarta – Guna mendanai pengembangan bisnis anak usahanya di sektor energi, Hasnur Group berencana melepas sebagian saham anak usahanya…

Komitmen BTN Sukseskan Program Satu Juta Rumah - Gelar Property Award 2018

Lagi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar ajang penghargaan bertajuk BTN Property Award 2018. Ajang apresiasi bagi para pelaku…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Puncak BUMN Hadir Untuk Negeri - 5000 Peserta Ikuti BTN Funwalk di Bengkulu

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar kegiatan jalan  santai atau funwalk di kota Bengkulu. Kegiatan ini merupakan rentetan kegiatan…

Intiland Bukukan Pendapatan Usaha Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil membukukan pendapatan usaha di semester pertama 2018 sebesar Rp1,8…

Adi Sarana Armada Beli 2.900 Armada Baru

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) terus melakukan peremajaan armada. Dimana…