Ganjil-Genap sebagai Warisan Asian Games 2018

Oleh : Bayu Herlambang, Peneliti di Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia

Sebagai dampak perhelatan Asian Games 2018 kebijakan ganjil-genap di Jalan Arteri DKI Jakarta akan diperluas. Dari semula hanya di Jalan M.H Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Gatot Subroto, diperluas sampai ke Jalan Benyamin Sueb, Jalan Ahmad Yani, Jalan D.I Panjaitan, Jalan S. Parman, Jalan Rasuna Said, Jalan MT. Haryono dan Jalan Metro Pondok Indah.

Namun pemerintah telah menyiapkan berbagai rute alternatif yang dapat dilalui oleh pengguna jalan selama proses Asian Games berjalan. Dalam hal ini TMC Polda Metro Jaya sudah memberikan 6 rute alternatif bagi mobil yang terdampak perluasan sistem ganjil-genap.

Rute altenatif tersebut antara lain dari Jakarta Timur ialah Jalan Perintis Kemerdekaan- Jalan Letjen Suprapto - Jalan Salemba Raya - Jalan Matraman.

Selanjutnya untuk dari arah Jakarta Selatan, Jalan Warung Jati Barat, Jalan Pejaten Raya, Jalan Pasar Minggu, Jalan Soepomo, Jalan Saharjo. Jalur alternatif ke dua di wilayah Jakarta Selatan yakni Jalan RE Kartini ke Jalan Ciputat Raya.

Adapun untuk dari arah Jakarta Utara, Jalan RE Martadinata, Jalan Danau Sunter Barat, Jalan HBR Motik dan Jalan Gunung Sahari. Jalur alternatif ke dua di wilayah Jakarta Utara, Jalan S Parman ke Jalan Tomang Raya ke Jalan Surya Pranoto dan Jalan Cideng.

Sistem Ganjil-Genap ini akan diberlakukan selama 15 jam saat Asian Games berjalan. Biasanya sistem Ganjil-Genap dilakukan dua sesi. Sesi pagi jam 06.00-10.00 WIB dan sesi sore 16.00-20.00 WIB.

Selama Asian Games sistem ini diperpanjang dari 06.00 WIB sampai jam 21.00 WIB. Hal ini dilakukan agar volume kendaraan di sekitaran Senayan bisa berkurang begitu pula dengan tingkat kemacetannya.

Banyak warga Jakarta yang kecewa dengan kebijakan ini. Kekecewaan masyarakat Jakarta pun berdasarkan berbagai alasan, seperti menganggu aktivitas, takut terlambat kerja dan lain sebagainya.

Namun sebenarnya kekhawatiran warga Jakarta tersebut sudah diatasi oleh pemerintah. Salah satunya dengan meluncurkan fitur rute alternatif perluasan ganjil-genap di Google Maps. Kebijakan perluasaan ganjil-genap di DKI Jakarta sudah mulai uji coba pada 2 Juli lalu.

Masyarakat sendiri telah dapat memanfaatkan aplikasi Google Maps untuk mengetahui rute alternatif bagi mereka yang terdampak kebijakan ini. Fitur di Google Maps ini juga membantu para warga Jakarta untuk mengenal jalur mana yang harus dilalui menggunakan kendaraan pribadi agar tidak melanggar kebijakan ganjil genap.

Pengguna dapat mendapat informasi perkiraan waktu tempuh yang dibutuhkan jika harus melalui rute alternatif yang disaran fitur tersebut. Pengguna Google Maps akan terdorong untuk menggunakan kendraan umum dibandingkan kendaraan pribadi.

Karena pemerintah tetap mendorong pengguna kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum. Tapi pemerintah tetap berusaha untuk melayani publik sebaik-baiknya termasuk meluncurkan fitur di Google Mpas.

Pemerintah pun tidak hanya menerapkan Kebijakan Ganjil-Genap untuk memperlancar jalannya penyelenggaraan Asian Games 2018. Pemerintah juga menerapkan dua kebijakan lainnya, yaitu Penyediaan Angkutan Umum dan Penganturan Lalu-Lintas Angkutan Barang.

“Ada tiga kebijakan yang terkait satu sama lain yaitu manajemen rekayasa lalu lintas, penyediaan angkutan umum dan pengaturan lalu lintas angkutan barang,” kata Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (13/7).

Kebijakan Penyediaan Angkutan Umum ditujukan untuk menunjang mobilitas masyarakat akibat dari kebijakan pengaturan penggunaan kendaraan pribadi. Kebijakan ini juga untuk mendukung kebutuhan penonton dan wisatawan mancanegara yang datang karena penyelenggaraan Asian Games.

Sementara Kebijakan Pembatasan Lalu-Lintas Angkutan Barang dilaksanakan dengan memperluas cakupan pembatasan lalu lintas angkutan barang golongan III, IV dan V pada ruas tol tertentu. Saat ini telah berlaku pembatasan lalu lintas angkutan barang pada ruas tol Cawang-Tomang-Pluit dan Tomang-Kembangan dimana kendaraan angkutan barang tidak diperbolehkan melintas pada ruas tol tersebut diluar pukul 22.00-05.00 WIB.

Pada masa penyelenggaraan Asian Games pembatasan lalu lintas angkutan barang akan diperluas. Pembatasan ini akan diperluas ke ruas Tanjung Priok, Tol Pelabuhan, ruas Tol Cawang TMII dan ruas Tol Cawang Cikunir.

Selain ketiga kebijakan yang berlaku di Arteri DKI Jakarta Pemerintah juga memberlakukan kebijakan penutupan pintu tol dan buka tutup gerbang tol prioritas. Penutupan pintu tol prioritas ini akan diterapkan secara bervariasi dari pukul 06.00-17.00 WIB dan pukul 12.00-21.00 setiap harinya selama Asian Games berlangsung.

Penutupan pintu tol diprioritaskan untuk rute Wisma Atlet Kemayoran, Gelora Bung Karno (GBK), Velodrome Rawamangun dan Cibubur. Termasuk pula dalam kebijakan ini adalah penyediaan lajur khusus di jalan tol yang diperuntukkan bagi kendaraan pengangkut atlet dan angkutan umum bus.

Pemerintah sudah melakukan berbagai cara agar warga Jakarta tetap nyaman menjalani aktivitas sehari-hari mereka. Di satu sisi memang ada berbagai kebijakan yang perlu diubah oleh pemerintah. Manajemen Rekayasa Lalu Lintas dilakukan agar atlet-atlet yang berlaga di Asian Games nanti tidak mengalami keterlambatan saat menuju arena pertandingan.

Karena para atlet membutuhkan ketepatan waktu agar bisa tampil maksimal setiap laga yang mereka jalani. Tingginya tingkat kemacetan karena volume kendaraan pribadi di Jakarta menjadi salah satu halangan yang penyelenggaraan Asian Games.

Maka Manejemen Rekayasa Lalu Lintas diperlukan agar tidak mengganggu perjalanan para atlet. Pengertian warga Jakarta sangat dibutuhkan selama Asian Games digelar. Seperti yang kerap kali diutarakan oleh Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) Erik Thohir, bahwa Asian Games Jakarta-Palembang juga diharapkan dapat mewariskan kebiasaan positif kepada warga DKI Jakarta.

Perubahan kebijakan-kebijakan ini diharapkan dapat mengubah kebiasaan warga Jakarta untuk menggunakan angkutan umum. Jika warga Jakarta terbiasa menggunakan kendaraan umum maka tingkat kemacetan pun otomatis menurunkan karena juga akan menurunkan volume kendaraan pribadi.

Oleh sebab itu kebijakan-kebijakan pemerintah dalam upaya mensukseskan Asian Games 2018 ini harus didukung. Karena tidak hanya akan memberikan dampak positif selama penyelenggaraan Asian Games tapi juga sesudahnya.

BERITA TERKAIT

Banjir Pujian atas Suksesnya Asian Para Games 2018

    Oleh: Shenna Faradila, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan   Pagelaran ajang olahraga disabiltas terbesar di Asia, yakni Asian Para Games…

Pemkot Sukabumi Mulai Susun RPJMD 2018-2023

Pemkot Sukabumi Mulai Susun RPJMD 2018-2023 NERACA Sukabumi - Badan Perencanaaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi mulai melakukan pembahasan Rencana…

Gugatan KPK Sebagai Pihak Ketiga Ditolak Hakim

Gugatan KPK Sebagai Pihak Ketiga Ditolak Hakim NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan gugatan KPK sebagai pihak ketiga…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Menghapus Mitos Neoliberalisme di Era Kini

    Oleh : Setiadi Suseno, Pengamat Ekonomi   Saat ini ramai diperbincangkan di publik tentang Neoliberalis atau Antek Asing…

“Make Indonesia Great Again”, Mirip Trump-isme?

  Oleh: Iman Poldi, Mahasiswa Fikom Univ. Gunadarma   Calon Presiden (Capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto baru-baru ini  menggunakan…

Kenaikan Harga BBM Dianulir, Cermin Buruknya Manajerial Pemerintah

Oleh: Zainal C. Airlangga Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Keputusan Jokowi ini…