Lagi, ICDX Bakal Luncurkan Kontrak Baru - Geliat Transaksi Bursa Komoditi

NERACA

Jakarta – Dorong pertumbuhan transaksi di bursa komoditi, Indonesia Commodity & Derivative Exchange atau ICDX dalam waktu dekat bakal meluncurkan sejumlah kontrak baru. Sejumlah kontrak baru tersebut diharapkan dapat menarik minat investasi dan meningkatkan pertumbuhan kontrak berjangka di Indonesia.

Chief Executive Officer ICDX, Lamon Rutten mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera memulai sejumlah kontrak produk baru, tetapi masih menunggu perbaikan dan penyempurnaan sistem,”Tahun ini bisa mulai dengan kontrak baru GOFX [Gold, Oil, Forex] pada Agustus, September atau Oktober mulai kontrak futures timah, baru setelah itu sebelum Desember mulai perdagangan kripto," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Untuk pembahasan kripto, Lamon mengatakan, belum bisa mulai kontrak baru tanpa adanya pengembangan sistem baru. Lamon juga mengungkapkan bahwa rencana penerbitan perdagangan mata uang kripto oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sudah 80% selesai.”Kemungkinan rampung akhir bulan ini atau Agustus," lanjutnya.

Lamon mengharapkan tahun ini setelah mata uang kripto mulai diperdagangkan, akan menambah minat pada perdagangan dan investasi komoditas berjangka di Indonesia,”Dari ICDX, tahun depan pengembangan perdagangan mata uang kripto akan diutamakan, bersama dengan forex dan kontrak baru lainnya," ujarnya.

Lamon mengharapkan, seluruh sistem produk-produk tersebut dapat berfungsi baik dan dapat membuat lebih banyak orang yang semakin kenal dengan produk-produk tersebut.”Banyak orang yg tidak mengerti bedanya bursa resmi dan pialang ilegal, itu jadi masalah besar di Indonesia. Lebih parah lagi iklannya lebih gencar dan menggunakan bahasa indonesia. Kita juga perlu mengedukasi supaya orang tahu bahayanya investasi di pialang ilegal dan lebih memilih investasi di pialang yang diregulasi,”tandasnya.

Bappebti dan ICDX menyarankan untuk invetasi di pasar berjangka multilateral karena harga dan jenis produk di pasar tersebut ada tranparansi harga serta ada aturan yang aman dan jelas. Terkait dengan kinerja ICDX pada semester I/2018, Lamon mengungkapkan bahwa data pada tahun ini lebih baik dari tahun lalu.

Untuk data pertumbuhan ICDX, Lamon belum berkenan menyebutkan angkanya karena data resminya memang belum dirilis. Dia menuturkan bahwa data kinerja tersebut masih harus dirapatkan lebih lanjut.

BERITA TERKAIT

Danareksa Ciptakan Sumber Ekonomi Baru - Gotong Royong Rawat Ciliwung

Sebagai bagian dari pada tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada lingkungan, PT Danareksa (Persero) menggagas program…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 11,4 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan September 2018, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengantongi kontrak baru sebesar Rp11,4 triliun. Perolehan…

Superkrane Incar Kontrak Baru US$ 100 Juta - Permintaan Sewa Crane Meningkat

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) pacu ekspansi bisnis. Emiten crane…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Saham Super Energy Masuk Pengawasan BEI

Lantaran pergerakan harga sahamnya melesat tajam di luar kebiasaan atau disebut unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Super Energy…

Malindo Bagikan Dividen Rp 16 Per Saham

NERACA Jakarta - Emiten yang bergerak produksi pakan ternak, PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) akan membagikan dividen interim dari laba…

TOWR Raih Dividen Protelindo Rp 25 Miliar

Berkah masih positifnya pertumbuhan industri telekomunikasi, dirasakan betul bagi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Pasalnya, perseroan bakal mengantongi dividen…