Sentimen Bursa Asia Kerek Penguatan IHSG

NERACA

Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat 14,51 poin menjadi 5.907,87 seiring dengan menguatnya bursa saham regional Asia. IHSG ditutup menguat 14,51 poin atau 0,25% menjadi 5.907,87. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 0,36 poin (0,04%) menjadi 930,34.

IHSG sendiri di saat pembukaan perdagangan dibuka melemah, IHSG namun kemudian langsung bergerak menguat dan kembali berada di zona hijau sepanjang hari,”Meski tidak sepenuhnya didukung oleh saham-saham berkapitalisasi besar namun, laju IHSG mampu kembali berada di zona hijau dengan kenaikan yang tidak jauh berbeda dengan sebelumnya," kata analis senior CSA Research Institute, Reza Priyambada di Jakarta, kemarin.

Rotasi saham pun kembali terjadi dimana kali ini saham-saham properti yang sebelumnya berada di zona merah, kembali diburu. Begitupun dengan saham-saham infrastruktur yang dimotori saham-saham berkapitalisasi besar cukup membantu positifnya IHSG. Tak lupa, lanjut Reza, adanya sentimen dari industri batubara terkait peningkatan volume penjualan dari Indonesia turut menopang beberapa saham-saham batubara.

Di sisi lain, adanya pendatang baru yang melantai di bursa antara lain Mahkota Group Tbk (MGRO), Megah Internusa Tbk (NUSA), dan NFC Indonesia Tbk (NFCX) yang mencatatkan kenaikan lebih dari 40% setelah "listing" perdananya juga turut membantu IHSG di zona hijau."Namun demikian, jelang akhir sesi aksi ambil untung kembali masuk yang membuat IHSG sedikit turun meski belum sampai ke zona merah,"ujar Reza.

Tercatat investor asing mencatatkan aksi beli bersih Rp141,57 miliar dibandingkan sebelumnya beli bersih Rp431,58 miliar. Untuk frekuensi perdagangan, tercatat sebanyak 374.645 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 8,58 miliar lembar saham senilai Rp7,19 triliun. Sebanyak 219 saham naik, 164 saham menurun, dan 117 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan.

Bursa regional sendiri di antaranya indeks Nikkei ditutup naik 255,75 poin (1,17%) ke 22.187,9f, indeks Hang Seng naik 169,14 poin (0,6%) ke 28.480,83, dan Straits Times menguat 3,93 poin (0,12%) ke posisi 3.253,01. Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka melemah sebesar 20,31 poin menjadi 5.873,05. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 5,15 poin (0,55 persen) menjadi 924,83. “Mulai adanya aksi profit taking menghalangi peluang IHSG untuk kembali melanjutkan kenaikannya," kata Reza Priyambada.

BERITA TERKAIT

Sentimen Global Tekan Laju Penguatan IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (11/10), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah…

Asia Pacific Investama Gelar Rights Issue - Perkuat Struktur Modal

NERACA Jakarta – Dalam rangka perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Asia Pacific Investama Tbk (MYTX) berencana melakukan penambahan…

Pelaku Pasar Diminta Tidak Panik Jual - Tekanan IHSG Bersifat Sementara

NERACA Jakarta – Koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) sejak awal perdagangan hingga penutupan, membuat direktur utama PT Bursa Efek…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Saham Super Energy Masuk Pengawasan BEI

Lantaran pergerakan harga sahamnya melesat tajam di luar kebiasaan atau disebut unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Super Energy…

Malindo Bagikan Dividen Rp 16 Per Saham

NERACA Jakarta - Emiten yang bergerak produksi pakan ternak, PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) akan membagikan dividen interim dari laba…

TOWR Raih Dividen Protelindo Rp 25 Miliar

Berkah masih positifnya pertumbuhan industri telekomunikasi, dirasakan betul bagi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Pasalnya, perseroan bakal mengantongi dividen…