NFC Indonesia Buka Peluang Untuk Akuisisi - Kembangkan Ekspansi Bisnis

NERACA

Jakarta – Debut perdana di pasar modal, harga saham PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) langsung dibuka menguat 49,73% pada pembukaan perdagangan menjadi Rp 2.770. Adapun aksi penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) ini dilakukan guna menambah ekspansi bisnis terutama untuk investasi modal kerja. NFC Indonesia menawarkan saham perdana 166,67 juta saham atau setara 25% dari total saham di harga penawaran Rp 1.850 per saham dan mengantungi dana hasil IPO Rp 308 miliar.

Emiten yang bergerak pada bisnis digal hub exchange membuka peluang untuk melakukan akusisi perusahaan guna melakukan ekspansi pada tahun ini. Selain itu, perusahaan juga akan mengembangkan sejumlah produk baru. NFC Indonesia merupakan anak usaha PT M Cash Integrasi Tbk. yang baru saja melantai di bursa saham nasional dan menjadi emiten ke-30 BEI.

Direktur M Cash Integrasi, Suryandy Jahja menyampaikan IPO NFC Indonesia merupakan langkah awal dari ekspansi bisnis exchange digital hub perusahaan tersebut. Dengan megusung konsep sharing revenue, NFCX membuka opsi kerja sama dengan berbagai pihak,”Dengan memiliki dana IPO dan memiliki net cash lebih dari Rp300 miliar, kami tidak menutup kemungkinan untuk pengembangan-pengembangan. Ke depan mungkin ada perusahaan-perusahaan juga yang akan kami akuisisi, selama in line dengan bisnis NFCX,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Jahja menyampaikan, perseroan saat ini sedang terlibat dalam pengembangan sejumlah produk sehingga ada opsi untuk takeover perusahaan lain. Kendati demikian, perseroan enggan merincikan perusahaan yang nantinya akan diakuisisi NFCX. Sementara Direktur Utama NFC Indonesia, Abraham Thefilus mengungkapkan, saat ini perseroan memang tengah mengelola dua lini bisnis yaitu bursa pulsa dan aplikasi TV streaming dengan brand Oona.

Produk bursa pulsa berbentuk seperti bursa saham, di mana perusahaan dapat mengumpulkan pemasukan dari fee aktivitas perdagangan,”Langkah awal kami, NFCX akan bekerja sama dengan industri komunikasi. Kami sudah menjalin kerja sama dengan Telkomsel dan XL Axiata dan sedang propose untuk Indosat,” ungkap Abraham.

Sebelumnya, perseroan telah meluncurkan bursa pulsa sejak awal 2018, namun baru diluncurkan pertengahan Juni lalu. Adapun, aplikasi streaming Oona akan diresmikan perusahaan pada semester II/2018. Abraham menyebut perseroan mendapatkan pemasukan dari Oona yang berasal dari pelanggan dan pihak pengiklan. Manajemen NFCX menyebut saat ini perusahaan juga tengah mengembangkan sebuah produk dengan menggandeng partner dari Jepang. Tahun ini, perseroan mengalokasikan Rp10 miliar, namun mengalokasikan dana berbeda untuk ekspansi.

Saham NFCX tercatat cukup diminati investor dengan oversubscribed sebanyak 9,8 kali.Dimana komposisi investor asing sebanyak 28% dan sisanya investor lokal. Mayoritas investor institusi, untuk asing ada di Australia, Malaysia, Singapura dan Hongkong. Perusahaan berencana menggunakan dana IPO sebesar 60% untuk modal kerja, 30% investasi digital seperti pengembangan IT dan sisanya untuk pengembangan sumber daya manusia.

BERITA TERKAIT

Asian Games Buka Peluang UMKM Tembus Pasar Ekspor

Asian Games Buka Peluang UMKM Tembus Pasar Ekspor NERACA Jakarta - Ajang olahraga terbesar di Asia Asian Games 2018 membuka…

Steady Safe Pacu Ekspansi Bisnis di Tiga Kota - Perluas Penetrasi Pasar

NERACA Jakarta – Ketatnya bisnis transportasi seiring dengan serbuan transportasi berbasis online, tidak menyurutkan emiten penyedia jasa transportasi PT Steady…

TunaiKita Ekspansi di 159 Kota dan Kabupaten Indonesia

      NERACA   Jakarta - Perusahaan Financial Lending Tunaikita mendukung target pemerintah mencapai finansial inklusi 75 persen di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Puncak BUMN Hadir Untuk Negeri - 5000 Peserta Ikuti BTN Funwalk di Bengkulu

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar kegiatan jalan  santai atau funwalk di kota Bengkulu. Kegiatan ini merupakan rentetan kegiatan…

Intiland Bukukan Pendapatan Usaha Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil membukukan pendapatan usaha di semester pertama 2018 sebesar Rp1,8…

Adi Sarana Armada Beli 2.900 Armada Baru

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) terus melakukan peremajaan armada. Dimana…