Lebih Efisien, Kemenlu Siapkan Diplomasi Digital

NERACA

Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyiapkan diplomasi digital untuk memudahkan proses diplomasi baik antar negera maupun antara pemerintah dengan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri. “Diplomasi digital menghubungkan antar individu, kita menyebutnya diplomasi membumi, antara manusia dan diplomasi. Saya pikir masalah ini, dibahas selama pertemuan. Inovasi dan diplomasi digital telah menjadi kebutuhan,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Jakarta, Kamis (12/7).

Praktik diplomasi secara tradisional dijalankan melalui komunikasi yang terkontrol dari, dan antara, badan-badan dan lembaga internasional, kedutaan, dan pemerintah. Tren di era kini, dengan akses yang lebih baik terhadap internet dan teknologi digital, diplomasi kini juga telah beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital. Retno menyebut sosial media dipandang menjadi sebuah alat yang penting dalam proses diplomasi sebuah negara. “Teknologi dan sosial media merupakan aset diplomasi kita. Indonesia juga sudah mempromosikan diplomasi melalui sosial media,” kata Menlu.

Hingga saat ini, terhitung 143 juta penduduk Indonesia menggunakan internet, yang berarti separuh dari seluruh penduduk Indonesia sudah ‘melek internet’. "Pengguna internet pun sudah meningkat di mana mereka mulai menggunakan sejumlah sosial nedia seperti Twitter, Instagram dan Facebook," tutur dia.

Namun, Menlu Retno mengimbau agar masyarakat Indonesia tak hanya sekedar menggunakan internet dan sosial media untuk kesenangan semata tetapi bisa digunakan untuk kemajuan negara, misalnya mempromosikan diplomasi Indonesia. “Kita tidak bisa hanya sekedar menjadi pengguna media sosial. Tetapi sebaiknya kota menggunakan untuk meningkatkan ekonomi, mengkoneksikan energi positif dan meningkatkan daya kerja masyarakat kita,” lanjutnya.

Menlu Retno mengakui, saat ini sosial media telah menjadi alat para diplomat Indonesia untuk mempromosikan diplomasi. Misalnya saja, akun Twitter dan Instagram Kementerian Luar Negeri RI. Bahkan, Menlu Retno pun kini telah memiliki akun Twitter dan Instagram sendiri. “Kemenlu selalu meningkatkan kinerja sejumlah sosial medianya. Selain itu, kami juga memiliki sejumlah aplikasi, misalnya Safe Travel yang berguna untuk memproteksi warga negara kami di luar negeri dengan satu kali sentuan,” ungkap dia.

Menlu Retno juga memaparkan bahwa Kemenlu kini sedang dalam proses untuk meningkatkan kinerja seluruh perwakilannya di luar negeri menjadi ‘Smart Embassy’. Untuk saat ini, model Smart Embassy sudah bisa ditemukan di KBRI Singapura. Direktur DiploFoundation, Jovan Kurbalija berbicara luas tentang berbagai pengalaman diplomasi digital yang memanfaatkan situs jejaring sosial. “Di era digital, penggunaan media sosial untuk diplomasi telah menjadi kebutuhan. Hampir semua pemimpin global saat ini memiliki akun Facebook dan Twitter dan menggunakannya sebagai saluran diplomasi,” katanya. “Bagaimanapun, diplomasi digital memiliki peluang dan potensi yang lebih besar dari sekedar pemanfaatan tren media sosial. Seminar ini memfasilitasi banyak dialog berkaitan tema ini,” tutup Jovan.

BERITA TERKAIT

Bidik Generasi Milenial - Chubb Life Luncurkan Platform Digital

NERACA Jakarta – Penetrasi pasar asuransi di Indonesia, PT Chubb Life Insurance Indonesia (Chubb Life) meluncurkan platform online bernama Chubb…

Ragukan Data Pemerintah, Pengusaha Lebih Suka Cari Data Sendiri

    NERACA   Jakarta – Direktur Eksekutif Petani Centre Entang Sastraatmaja menilai pengusaha lebih suka mencari data sendiri ketimbang…

Pemerintah Siapkan Dua PP Pencegahan Korupsi

Pemerintah Siapkan Dua PP Pencegahan Korupsi NERACA Jakarta - Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho mengatakan, pemerintah telah menyiapkan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Membaiknya Ekonomi, Penerimaan Pajak Hampir Capai Target

        NERACA   Jakarta - Lembaga riset perpajakan DDTC menilai bahwa penerimaan pajak pada 2018 yang hampir…

Presiden Minta PKH Tak Digunakan untuk Konsumtif

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengarahkan warga penerima…

DataOn Bentuk Perusahaan Baru GreatDay HR

      NERACA   Jakarta - DataOn (PT. Indodev Niaga Internet) meresmikan GreatDay HR sebagai brand baru untuk solusi…